Aksi 22 Mei: Ulama Diminta Memberi Ketenangan

Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Azyumardi Azra. - JIBI/Bisnis Indonesia/Gloria Fransisca Katharine Lawi
20 Mei 2019 18:52 WIB Anggara Pernando News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Para ulama diminta memberi ketenangan dan tidak mendorong umat melakukan unjuk rasa.

"Harusnya ulama jangan partisan. Jadi itu menurut saya sikap ulama tidak bijak. Ulama harusnya menenangkan umat, memberi ketenangan, memberi kesabaran apalagi di bulan puasa seperti sekarang ini," kata Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Azyumardi Azra di sela buka bersama Dewan Masjid Indonesia dan Pemuka Agama Islam di Istana Wakil Presiden Jakarta, Senin (20/5/2019).

Menurutnya, rencana demontrasi yang diserukan sejumlah ulama pada 22 Mei mendatang kurang tepat. Pasalnya demonstrasi adalah ekspresi hawa nafsu. Sedangkan fungsi puasa adalah menahan hawa nafsu.

"Kita harus apresiasi ulama NU, pimpinan PBNU, pimpinan Muhammadiyah Pak Haedar Nashir sudah mengimbau. Mereka pimpinan umat. Umat jgn ikut-ikutan [demonstrasi]. Serahkan itu [permasalahan Pemilu] sesuai ketentuan perundang-undangan," katanya.

Polda Metro Jaya sudah menerima 6 surat pemberitahuan izin keramaian yang akan digelar pada 22 Mei 2019 dengan total estimasi massa aksi lebih dari 1.500 orang di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono memprediksi massa aksi yang akan turun ke jalan pada 22 Mei 2019 nanti bisa bertambah, karena itu Polri tetap akan memberi pengamanan maksimal dengan menerjunkan 50.000 personil Polri-TNI di sekitar Kantor KPU, agar pengumuman hasil Pemilu 2019 bisa berjalan dengan aman dan lancar.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia