Mahfud MD soal Kubu Prabowo : Yang Tak Percaya MK Provokator

Guru Besar Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia Yogyakarta Prof Mahfud MD. - Harian Jogja/Desi Suryanto
17 Mei 2019 20:07 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan, Mahfud MD mengkritisi kubu capres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang menolak membawa dugaan kecurangan Pilpres ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga itu dinilainya tengah emosional.

Selain itu, ia menduga ada provokator yang membisiki teman-teman di BPN untuk tak mempercayai MK. Namun, ia memperkirakan jumlahnya tak banyak sehingga tak akan mempengaruhi mereka.

"Siapa bilang tidak dipercaya, MK dipercaya rakyat. Yang tak percaya kan provokator, yang sedikit jumlahnya atau orang yang sedang emosional dan jumlahnya sedikit. Kalau misal tak ke MK, ya selesai," kata Mahfud usai melakukan pertemuan dengan Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Jumat (17/5/2019).

Menurut dia, bila BPN enggan membawa permasalahan kecurangan pemilu ke MK, maka mereka menerima hasil Pemilu 2019.

"Kalau tak mau ke MK secara hukum selesai tanggal 25 Mei dan tak ada jalan lain yang bisa ditempuh kecuali hukum. Misalnya saat ditetapkan mereka tak datang, tak mau tanda tangan berita acara ya selesai pemilu, hukumnya selesai tak ada masalah," katanya.

Sebelumnya, Dewan Pengarah BPN, Fadli Zon, mengatakan pasangan capres-cawapres 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno tidak akan menempuh jalur hukum melalui MK terkait dugaan kecurangan yang dikeluhkan dalam hasil penghitungan rekapitulasi suara pemilu oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Jadi saya katakan kemungkinan besar BPN tak akan ke MK, karena di 2014, kita sudah menempuh jalur itu dan kita melihat MK itu useless soal pilpres," ungkap Fadli ketika berada di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 15 Mei 2019.

Sumber : Okezone.com