NU-Muhammadiyah Kompak Tentukan Awal Ramadan, Menag Bersyukur

Menag Lukman H Saifuddin didampingi oleh KH Abdullah Zaini dari MUI, Ali Taher dari Komisi VIII DPR RI menyampaikan hasil Sidang Isbat 1 Ramadhan 1440 H - Bisnis/Aziz R
05 Mei 2019 21:27 WIB Aziz Rahardyan News Share :

Harianjogja.com, JOGJA — Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyatakan rasa syukur atas kebersamaan berbagai kalangan umat muslim Indonesia dalam mengawali 1 Ramadan. Sidang Isbat pada Minggu (5/5/2019) malam memutuskan awal Ramadan 1440 H jatuh pada Senin, 6 Mei 2019.

"Kita ketahui bersama, alhamdulillah, Ramadhan tahun ini bisa kita awali, kita masuki bersama-sama oleh seluruh umat islam Indonesia. Mudah-mudahan ini adalah cerminan kebersamaan persatuan Indonesia," ujar Lukman  di Kantor Kemenag, Minggu (5/5/2019).

"Mudah-mudahan Ramadan membuat kita terus diberi kemampuan merawat, memelihara, dan menjaga persaudaraan sesama anak bangsa." 

Lukman menjelaskan keputusan sidang ini diambil berdasarkan metode hisab yang menyatakan hilal telah berada di ketinggian 4,52 sampai 5,72 derajat. Kemudian, telah dikonfirmasi pula lewat pantauan lapangan metode rukyat yang digelar di 102 titik setiap provinsi Tanah Air.

Dari beberapa titik tersebut, petugas dari Bangkalan, Gresik, dan Lamongan di Jawa Timur, Makassar di Sulawesi Selatan, Brebes di Jawa Tengah, dan Sukabumi di Jawa Barat menyatakan telah melihat hilal.

"Walaupun tidak seluruhnya [melihat hilal], setidaknya ada sembilan petugas perukyat yang menyaksikan, menyampaikan kesaksian, dan testiomoni di bawah sumpah," ungkap Lukman.

"Oleh karena itu, dari posisi hilal dan kesaksian petugas kita, seluruh peserta Sidang Isbat secara mufakat bersepakat untuk menetapkan 1 Ramadan 1440 H jatuh pada Senin, 6 Mei 2019," tegas Lukman.

Sebelumnya, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah mengungkap keduanya pun akan mengawali Ramadan esok hari.

Dalam sidang ini, Lukman didampingi oleh KH Abdullah Zaini dari MUI, Ali Taher dari Komisi VIII DPR RI, beserta tim hisab dan rukyat Menag.

Hadir pula para pimpinan ormas Islam, ahli ilmu falak dan astronomi, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Informasi Geospasial (BIG), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planetarium, para duta besar negara sahabat, dan tamu undangan lain.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia