Langkah Fajar/Fikri Terhenti, Leo/Daniel ke Final Asian Games 2026
Fajar/Fikri gagal ke final Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah kalah dari Liang/Wang. Leo/Daniel melaju ke partai puncak.
Ilustrasi Calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI). /Solopos- Nicolous Irawan
Harianjogja.com, MADIUN--Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Madiun, Jawa Timur, menyatakan minat warga daerah itu untuk bekerja ke luar negeri menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) masih cukup tinggi. Data dinas setempat mencatat, hingga akhir April 2019, sudah ratusan orang Kabupaten Madiun yang mendaftar menjadi TKI. Mereka didominasi berasal dari wilayah Kabupaten Madiun Selatan.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Madiun Wijanto Djoko Poernomo, Kamis mengatakan, para TKI tersebut kebanyakan berasal dari Kecamatan Dolopo, Geger, Dagangan, Kebonsari, dan Wungu.
"Faktor utama, karena lima kecamatan itu dekat Ponorogo yang selama ini menjadi kantong TKI terbesar di Jawa Timur," ujar Wijanto Djoko Poernomo, kepada wartawan Kamis (2/5/2019).
Menurut Totok, sapaan Wijanto Djoko Poernomo, banyak Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) dari wilayah Ponorogo yang melakukan promosi ke Kabupaten Madiun, sehingga banyak yang tertarik menjadi TKI.
Terlebih, menjadi TKI identik mendapatkan penghasilan yang besar. Meski demikian, ada juga warga Kabupaten Madiun wilayah lain yang mejadi TKI, namun sedikit.
Seperti di Kecamatan Gemarang yang hanya memberangkatkan 41 orang saja selama awal tahun 2019. Kecamatan Wonoasri juga sedikit, yakni hanya 50 orang, sedangkan dari Madiun Selatan sudah mencapai ratusan orang.
Totok menjelaskan, selain pendapatan yang besar, banyaknya warganya Kabupaten Madiun menjadi TKI juga ditunjang oleh sempitnya lapangan pekerjaan di wilayah Madiun. "Sayangnya, di Kabupaten Madiun ini lapangan kerja masih belum banyak. Selain itu, gajinya juga kecil," katanya.
Ratusan TKI tersebut bekerja di sejumlah negara tujuan. Seperti Malaysia, Singapura, Hong Kong, Taiwan, dan Arab.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Fajar/Fikri gagal ke final Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah kalah dari Liang/Wang. Leo/Daniel melaju ke partai puncak.
PSS Sleman kebobolan tujuh gol dari tiga laga Super League. Pieter Huistra mengakui catatan itu terlalu banyak dan harus diperbaiki.
Menkes Budi Gunadi Sadikin membahas kondisi keuangan BPJS Kesehatan, suntikan Rp20 triliun, hingga kualitas layanan rumah sakit.
Polisi membekuk Gembel, spesialis pencuri pompa sumur bor yang terungkap beraksi di 19 TKP di Gunungkidul dan Bantul.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.