Advertisement
PBB: Jakarta Kota Terbesar Dunia, Salip Tokyo
Sejumlah peserta program mudik gratis Pemprov DKI Jakarta berjalan menuju bus di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Kamis (4/4/2024). ANTARA FOTO - Bayu Pratama S.
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Jakarta dinobatkan sebagai kota terbesar di dunia berdasarkan jumlah penduduk menurut laporan terbaru Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang prospek urbanisasi global. Dalam laporan tersebut, populasi Jakarta diperkirakan mencapai 41,9 juta jiwa, melampaui Dhaka dan Tokyo.
Kantor Berita Jepang Kyodo, Kamis, mengutip laporan PBB yang menyebutkan bahwa pertumbuhan penduduk Jakarta dan Dhaka lebih cepat dibandingkan Tokyo. Kondisi ini membuat Tokyo turun ke posisi ketiga dalam daftar kota terbesar dunia.
Advertisement
PBB mencatat, peringkat Tokyo sebagai kota dengan jumlah penduduk terbanyak telah mengalami penurunan signifikan dalam beberapa dekade terakhir. Pada tahun 2000, Tokyo masih menempati peringkat pertama, namun pada 2025 turun ke posisi ketiga.
Ke depan, tren penurunan tersebut diperkirakan berlanjut. Jumlah penduduk kawasan perkotaan Tokyo diproyeksikan menyusut dari 33,4 juta jiwa pada 2025 menjadi 30,7 juta jiwa pada 2050. Dengan proyeksi tersebut, Tokyo diperkirakan turun ke peringkat ketujuh kota terbesar dunia.
BACA JUGA
Sementara itu, Dhaka diproyeksikan menjadi kota terbesar di dunia pada 2050 dengan jumlah penduduk mencapai 52,1 juta jiwa. Jakarta diperkirakan berada di posisi kedua, disusul Shanghai, New Delhi, Karachi, dan Kairo.
Dalam laporan tersebut, PBB menjelaskan bahwa istilah “kota” didefinisikan sebagai aglomerasi wilayah geografis yang saling berdekatan dengan kepadatan minimal 1.500 penduduk per kilometer persegi dan total populasi setidaknya 50.000 jiwa. Definisi ini digunakan untuk memudahkan perbandingan internasional.
Berdasarkan metodologi Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial PBB (DESA), penghitungan penduduk Tokyo hanya mencakup kawasan perkotaan yang meliputi wilayah administrasi Tokyo serta daerah perkotaan di prefektur sekitarnya seperti Saitama, Chiba, dan Kanagawa. Adapun jumlah penduduk resmi wilayah administratif Tokyo tercatat sekitar 14 juta jiwa.
PBB menegaskan, estimasi jumlah penduduk perkotaan ini disusun untuk menjadi rujukan bagi pembuat kebijakan dan peneliti dalam merancang masa depan kota. Pengelolaan pertumbuhan perkotaan secara berkelanjutan dinilai krusial, tidak hanya bagi kesejahteraan penduduk kota, tetapi juga bagi pencapaian target iklim global.
Laporan tersebut juga mencatat tren urbanisasi dunia yang terus meningkat. Saat ini, sekitar 45 persen dari total 8,2 miliar penduduk dunia tinggal di kawasan perkotaan, atau lebih dari dua kali lipat dibandingkan proporsinya pada 1950.
PBB memproyeksikan sekitar dua pertiga pertumbuhan penduduk dunia pada periode 2025–2050 akan terjadi di kawasan perkotaan, sementara sebagian besar sisanya terjadi di kota-kota kecil.
Namun demikian, dalam beberapa dekade ke depan, semakin banyak negara diperkirakan mengalami penurunan populasi perkotaan. Jepang dan China disebut sebagai contoh negara yang akan menghadapi penurunan signifikan akibat rendahnya tingkat kelahiran dan menyusutnya populasi nasional.
Tokyo dan Seoul tercatat sebagai dua kota dari 10 kota terbesar dunia pada 2025 yang diperkirakan mengalami penurunan jumlah penduduk pada pertengahan abad ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Tanpa Kembang Api, Prabowo Rayakan Tahun Baru Bersama Pengungsi
- Trump Pertimbangkan Jual Jet Tempur F-35 ke Turki, Israel Waspada
- Trump Klaim 95 Persen Rencana Damai Rusia-Ukraina Telah Disepakati
- 46.207 Penumpang Tinggalkan Jakarta dengan Kereta Api Hari Ini
- Ratusan Warga Terdampak Banjir Bandang Kalimantan Selatan
Advertisement
Penanganan Pohon Rawan Tumbang di Bantul Terkendala Kewenangan
Advertisement
Tiket Museum Nasional Disesuaikan, Lansia hingga Yatim Gratis
Advertisement
Berita Populer
- Dua Pejabat Raja Ampat Diperiksa Polisi Terkait Dugaan Pelecehan
- Joglo Berusia Seabad di Imogiri Bertahan di Tengah Zaman
- Mensos: BLTS 2025 Sudah Tersalurkan ke 33 Juta KPM
- BMKG: Segmen Kajai-Talamau Picu Potensi Tsunami Danau Maninjau
- SAS Hospitality Beri Donasi Rp51,5 Juta untuk Korban Bencana Sumatera
- OTT KPK di HSU, Penyidik Telusuri Modus Pemotongan
- Padatnya Jadwal Awal 2026, Pemain PSIM Tunda Liburan
Advertisement
Advertisement



