BRAN Targetkan Struktur Organisasi Rampung dalam 100 Hari Kerja
BRAN menargetkan penyusunan SOTK rampung dalam 100 hari kerja dan menjajaki kerja sama dengan Komnas HAM untuk menangani konflik agraria.
Presiden Prabowo meninjau jembatan bailey Sungai Garoga Tapsel yang menghubungkan kembali akses warga terdampak bencana. /Antara.
Harianjogja.com, TAPANULI SELATAN—Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung jembatan bailey Sungai Garoga di Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Rabu, yang baru rampung dibangun untuk memulihkan akses warga pascabencana.
Setibanya di lokasi, Presiden Prabowo berjalan sendiri menapaki jembatan rangka baja beralas papan kayu tersebut. Kepala Staf TNI AD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak kemudian memberikan laporan mengenai pembangunan jembatan darurat yang dikerjakan TNI AD bersama kementerian/lembaga, BUMN, dan masyarakat.
Sejumlah menteri turut mendampingi Presiden, di antaranya Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono, Mendagri Tito Karnavian, dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Presiden juga menyapa warga dan pengungsi sebelum melanjutkan kunjungan ke lokasi bencana lainnya.
Kepala Staf TNI AD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memberikan beberapa penjelasan mengenai jembatan bailey yang telah dibangun oleh TNI AD bersama kementerian/lembaga, BUMN, dan masyarakat di beberapa lokasi terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Tak lama setelah itu, jajaran menteri dan pejabat lainnya langsung berjalan ikut menyeberangi jembatan tepat di belakang Presiden. Jajaran pejabat itu, di antaranya Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, Sekretaris Kabinet, Teddy Wijaya. Kemudian, ada pula Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution dan Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu.
Usai mendengar laporan dari Simanjuntak , Prabowo lanjut berjalan menyusuri jembatan, dan sempat meminta laporan dari Sjamsoeddin. Kemudian, dia memanggil AHY, dan memberikan sejumlah instruksi kepada AHY dan Sjamsoeddin. Selepas itu, dia berjalan diapit mereka berdua hingga ujung jembatan di sisi seberang.
Di sisi seberang, dia menyalami beberapa warga, dan memberikan permen kepada anak-anak kecil. Permen-permen itu ada dalam tas yang dibawa Teddy I Wijaya. Beberapa anak kecil itu kemudian ikut berjalan mengikuti Prabowo dan salah satu dari mereka sempat dia rangkul.
Selepas itu, dia lanjut menyalami beberapa prajurit TNI yang bekerja memasang jembatan, dan menyalami para pekerja yang mengoperasikan alat-alat berat untuk mengangkut material bawaan banjir bandang.
Kemudian, dia sempat menyapa para pengungsi yang berusaha mendekati dan bersalaman dengan dia. Usai mengecek jembatan bailey dan menyapa para pengungsi, dia lanjut naik kendaraan untuk menuju lokasi terdampak bencana berikutnya.
Mobil kepresidenan kemudian melaju perlahan meninggalkan lokasi. Prabowo muncul dari tengah-tengah atap mobil untuk bersalaman dan menyapa warga.
Teddy, yang berada di belakang Presiden, naik kendaraan berbeda, dan saat berjalan menuju mobilnya, dia sempat melayani permintaan swafoto para pengungsi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BRAN menargetkan penyusunan SOTK rampung dalam 100 hari kerja dan menjajaki kerja sama dengan Komnas HAM untuk menangani konflik agraria.
Sunmor Ledok Asri Grajegan di Seyegan, Sleman, diapresiasi DPRD sebagai wadah pemasaran UMKM dan penggerak ekonomi masyarakat.
Yusril Ihza Mahendra menyebut usulan perubahan definisi korupsi perlu dikaji mendalam, termasuk kesesuaiannya dengan konvensi antikorupsi PBB.
PT Jogja Makmur Sejahtera merayakan satu tahun perjalanan dengan menyalurkan bantuan 32 tangki air bagi warga Gunungkidul bersama Dompet Dhuafa
Komisi C DPRD Kota Jogja menekankan empat prinsip pelaksanaan program OPD serta menyoroti mitigasi banjir dan kebakaran di kawasan kampung.
Wabah Ebola telah menyebar ke delapan provinsi RD Kongo. WFP menyebut hampir 3,5 juta orang menghadapi krisis pangan akut.