Anak SD di Manggarai Jadi Budak Seks Petani. Ini Kisahnya

Ilustrasi pelecehan seksual - JIBI
14 Februari 2019 15:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, MANGGARAI--Seorang petani berinisial FW, 36 berhasil dibekuk polisi lantaran melakukan aksi pencabulan terhadap anak di bawah umur berinisial B, 12. FW mencabuli korban yang masih duduk di bangku SD kelas IV itu dengan iming-iming uang.

Kapolres Manggarai Barat AKBP Julisa Kusumowardono menjelaskan aksi pencabulan pertama kali dilakukan FW kepada anak tetangganya itu pada Januari 2018 lalu.

Awalnya FW meminta B agar melakukan tindakan seperti suami-istri dengan iming-iming uang Rp20.000 namun korban menolak. Tetapi FW dengan cara memaksa B dan memperkosanya di kebun kopi yang tak jauh dari rumah korban dan pelaku. Namun, aksi rudapaksa itu tak sekali dilakukan FW. Lantaran ancam akan dibunuh, korban pun takut melaporkan kasus ini kepada keluarganya.

"Korban dicabuli lagi oleh pelaku, karena pelaku mengancam akan membunuh semua keluarga korban jika tak menuruti permintaan pelaku," ungkap Julisa seperti dilansir Antara.

Namun, lantaran kerap merima perbuatan asusila, korban yang mengalami trauma lalu melaporkan hal itu kepada keluarganya pada September 2018. Mendengar laporan itu, pihak keluarga korban geram dan langsung melaporkan ke Polres Manggarai Barat sehingga langsung ditangkap.

Saat ini pelaku masih ditahan di Polres Mangarai Barat untuk dilakukan pemeriksaan terkait motif dilakukannya perbuatan itu.

Pelaku kemudian dijerat dengan pasal 81 (1) dan (2) dan pasal 82 (1) UU 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan pemerintah pengganti UU No.1/2016 tentang perubahan kedua atas UU No.23/2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara.

"Saat ini kami masih lakukan pendampingan terhadap korban untuk menghilangkan trauma yang dialaminya," tandasnya.

Sumber : Suara.com