Jusuf Kalla Nilai Masuknya BTP ke PDIP Bisa Gemboskan Elektabilitas Jokowi - Ma'ruf Amin

Mantan Gubernur DKI, Basuki Tjahja Purnama dan anak sulungnya, Nicholas Sean Purnama. - Ist/ Instagram
12 Februari 2019 19:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA-- Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Jusuf Kall menyarankan TKN tidak memasukkan BTP jadi bagian dari tim sukses Jokowi - Maruf Amin. Sebab jika BTP masuk timses, maka elektablitas Jokowi - Maruf Amin akan turun.

JK juga menilai kalau pun BTP berkampanye untuk Jokowi - Maruf Amin, itu tidak akan memberikan pengaruh signifikan.
"Toh Pemilu dua bulan lagi, juga efeknya tidak akan banyak," kata JK di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Selasa (12/2/2019).

Kebebasan BTP yang hanya beberapa bulan sebelum Pilpres 2019 dapat berpengaruh pada perolehan suara Jokowi - Maruf Amin. Kelompok masyarakat yang betul-betul memperhatikan kasus penistaan agama oleh BTP, enggan memilih Jokowi di Pilpres.

"Tentu ada yang nambah, ada yang tergerus. Bagi Ahoker, tentu mungkin menambah, tapi bagi yang konsisten dengan apa yang terjadi kepada BTP, tentu tidak mau milih [Jokowi-Maruf Amin]," jelasnya.

Bergabungnya BTP di PDI Perjuangan diungkapkan oleh Sekretaris Dewan Pertimbangan Daerah PDIP Provinsi Bali Nyoman Adi Wiryatama saat BTP menyambangi kantor sekretariat partai tersebut pada Jumat (8/2/2019).

Adi, yang juga Ketua DPRD Provinsi Bali, mengatakan BTP telah resmi memiliki kartu anggota PDI Perjuangan sejak 26 Januari lalu. "Beliau selaku anggota PDI Perjuangan tentunya bersilahturahim dengan kita anggota PDI Perjuangan Bali," ujar Adi.

Sumber : Suara.com