Advertisement
Prabowo-Sandiaga Siap Jalani Tes Baca Alquran, tapi Ada Syaratnya
Calon presiden Prabowo Subianto dan calon wakil presiden Sandiaga Uno saat deklarasi di Kertanegara, Kamis (9/8/2018) malam. - Antarafoto/Sigid Kurniawan
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Masa kampanye Pilpres 2019, kemampuan para capres-cawapres terus dipertanyakan. Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Andre Rosiade memastikan kalau Capres - Cawapres nomor urut 02 itu siap mengikuti tes baca Alquran.
Namun, menurutnya, kesanggupan itu akan dilakukan apabila tes pembacaaan Alquran itu menjadi salah syarat dari Komisi Pemilihan Umum ( KPU ).
Tes baca Alquran tersebut merupakan usulan dari Dewan Ikatan Dai Aceh untuk kedua kandidat Capres - Cawapres di Pilpres 2019. Karena usulan itu berada di luar peraturan KPU, maka pihak Prabowo - Sandiaga tetap menunggu keputusan dari KPU.
"Kita serahkan ke KPU. Prabowo-Sandiaga bersama BPN siap mengikuti tes baca Alquran, tapi kami kembalikan kepada KPU. Kalau KPU yang mengadakan, ya kami siap," kata Andre, Rabu (2/1/2018).
Meskipun begitu, Andre menilai kalau tes baca Alquran tersebut tidak memiliki relevansi terkait dengan Pilpres 2019. Pasalnya, dari awal Pilpres 2019 sudah ditegaskan untuk tidak menyinggung isu SARA.
Andre juga heran saat isu tes baca Alquran tersebut malah terus dibahas oleh kubu sebelah yakni Capres - Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi - Maruf Amin.
"Nggak ada relevansi, katanya kita gak boleh bicara sara kita udah menghindari bicara SARA kok kubu sebelah mainin SARA mulu," pungkasnya.
Untuk diketahui, Dewan Ikatan Dai Aceh mengusulkan kedua peserta Pilpres 2019 menjalani tes baca Al Quran untuk mengakhiri perselisihan mengenai siapa kandidat yang paling kuat keislamannya.
"Untuk mengakhiri polemik keislaman capres dan cawapres, kami mengusulkan tes baca Al Quran kepada kedua pasangan calon, baik Jokowi – Maruf Amin maupunPrabowo Subianto – Sandiaga Uno," kata Ketua Dewan Pimpinan Ikatan Dai Aceh Tgk Marsyuddin Ishak, seperti diberitakan Antara, Sabtu (29/12/2018).
Sebagai organisasi yang fokus pada pengembangan dakwah dan syiar Islam, pihaknya ingin turut berperan dalam pesta demokrasi Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2019-2024.
Advertisement
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Suara.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Skandal Haji Eks Menag Yaqut: Kode T0, Bayar Rp84 Juta Bisa Berangkat
- Gugatan Kalah, KPK Jebloskan Mantan Menag Yaqut ke Rutan Merah Putih
- Hashim Djojohadikusumo Akan Pimpin Satgas Pembiayaan Taman Nasional
- Kapal Thailand Diserang di Selat Hormuz hingga Terbakar
- Friderica Widyasari Sari Terpilih Ketua OJK 2026-2031
Advertisement
Mudik Lebaran, Polisi Petakan Jalur Rawan Kecelakaan di Gunungkidul
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Rest Area Km 19 Tol Jogja-Solo Sediakan SPKLU untuk Pemudik
- Jalan Nasional Jateng-DIY Siap Sambut Mudik Lebaran 2026
- Jaksa Tuntut Ammar Zoni 9 Tahun Penjara di Kasus Sabu
- Mudik Lebaran 2026, Konsumsi BBM Bensin Diproyeksi Naik 12 Persen
- Ramadan Bikin Pengeluaran Naik, Begini Cara Mengelola Keuangan
- Bocah 10 Tahun Tenggelam di Bengawan Solo Sragen
- Motor Rental Digadaikan Rp12 Juta, Pria Asal Sleman Ditangkap Polisi
Advertisement
Advertisement








