LPS Siapkan Sistem Data Real Time, Pantau 1.594 Bank Tanpa Jeda
LPS kembangkan sistem data perbankan real time berbasis AI untuk tingkatkan akurasi dan percepat resolusi bank.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menerima dan menggelar pertemuan dengan peneliti Rismon Sianipar di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (13/3/2026). ANTARA FOTO/Indrianto Eko/pri.
Harianjogja.com, JAKARTA— Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menerima peneliti Rismon Sianipar di Kantor Wakil Presiden, Istana Wakil Presiden, Jumat (13/3/2026). Pertemuan tersebut berlangsung setelah Rismon menyampaikan permohonan maaf terkait polemik penelitian mengenai ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Rismon datang sekitar pukul 10.00 WIB didampingi kuasa hukumnya. Pertemuan dengan Gibran digelar secara tertutup tanpa kehadiran awak media.
Sekitar 45 menit kemudian, keduanya keluar dari ruang pertemuan dan menyapa wartawan yang menunggu di halaman kantor Wakil Presiden.
“Kita Ini Saudaraan”
Gibran yang mengenakan jas biru dongker dan kemeja putih tampak berbincang singkat dengan Rismon sebelum berjabat tangan.
“Makasih, makasih, makasih. Pokoknya kita ini saudaraan. Sudah, enggak ada apa-apa lagi,” ujar Gibran sambil memeluk Rismon.
Dalam kesempatan itu, Gibran juga menyerahkan sebuah bingkisan parsel kepada Rismon yang diketahui berasal dari Balige, Sumatra Utara.
“Ini, kan mau pulang kampung,” kata Gibran.
Rismon terlihat tertawa sambil membawa bingkisan tersebut, meski tampak sedikit kewalahan karena ukurannya yang cukup besar.
Klarifikasi Penelitian Ijazah
Sebelumnya, Rismon yang juga penulis buku Jokowi's White Paper menyampaikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf kepada Jokowi dan publik melalui kanal YouTube Balige Academy pada Rabu (11/3/2026).
Dalam pernyataannya, ia menyebut telah menemukan sejumlah temuan baru terkait kajian terhadap ijazah Jokowi.
Menurut Rismon, objek penelitian seperti emboss dan watermark pada dokumen ijazah menunjukkan konsistensi yang mendukung keaslian dokumen tersebut.
Ia pun menyampaikan permintaan maaf kepada Jokowi serta masyarakat atas pernyataan sebelumnya.
“Ya tentu, saya pun minta maaf kepada publik. Apalagi kepada pihak terkait seperti Bapak Joko Widodo. Itulah pertanggungjawaban seorang peneliti yang harus independen,” ujarnya.
Ramadan Jadi Momentum Saling Memaafkan
Dalam keterangan tertulis yang diterima media, Gibran menyatakan bahwa momen Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk saling memaafkan dan mempererat kembali hubungan persaudaraan.
“Bulan Ramadan adalah bulan yang sangat baik untuk saling memaafkan dan kembali merajut tali persaudaraan,” kata Gibran.
Ia juga mengapresiasi langkah Rismon yang telah menyampaikan klarifikasi sekaligus meninjau ulang pernyataannya sebelumnya kepada publik.
Menurut Gibran, sikap tersebut menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi serta pentingnya sikap terbuka terhadap koreksi dalam proses ilmiah maupun ruang publik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
LPS kembangkan sistem data perbankan real time berbasis AI untuk tingkatkan akurasi dan percepat resolusi bank.
Kementerian HAM mendukung potongan aplikator ojol maksimal 8 persen demi perlindungan pekerja digital dan keadilan ekonomi platform.
Selamat pagi pembaca setia Harianjogja.com. Semoga aktivitas Anda hari ini berjalan lancar dan penuh energi positif. Dari tlatah Ngayogyakarta Hadiningrat.
Permintaan pisau kurban dan kapak sembelih di Kulonprogo melonjak hingga 100 persen menjelang Iduladha 2026.
9 WNI peserta flotilla Gaza ditangkap Israel. Kemlu RI bergerak cepat menempuh jalur diplomatik dan perlindungan kekonsuleran.
BPKAD Kota Jogja mengimbau warga membayar pajak daerah lewat virtual account agar lebih aman dan terhindar dari modus penipuan.