Tak Ada yang Lolos Seleksi, 8 Formasi CPNS di Bantul Kosong

Peserta ujian computer Assisted Test (CAT) calon pegawai negeri sipil (CPNS) mendengarkan arahan petugas sebelum melaksanakan ujian di Graha Soloraya kantor Bakorwil II Gladak, Solo, Kamis (16/10). - Solopos/Ardiansyah Indra Kumala
02 Januari 2019 17:50 WIB Rahmat Jiwandono News Share :

Harianjogja.com, BANTUL – Sejumlah formasi penerimaan PNS akhir 2018 di Bantul kosong lantaran tak ada peserta seleksi yang memenuhi syarat untuk mengisi jabatan tersebut.

Sebanyak elapan formasi tersebut adalah guru honorer satu formasi, sanitarian ahli pertama empat formasi, arsiparis ahli pertama satu formasi, epidemiolog kesehatan terampil satu formasi, dan teknisi elektromedis ahli pertama satu formasi.

Adapun jumlah PNS yang diterima di Kabupaten Bantul sebanyak 556 orang dari 1.1.52 orang yang mengikuti tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) pada Desember lalu.

Kepala Dinas Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Bantul, Danu Suswaryanta menyatakan sejak awal penerimaan CPNS di Bantul terdapat tujuh formasi yang kosong di luar K2 setelah tes SKB. “Formasi K2 kosong karena tidak lolos SKB,” ujar Danu, Rabu (2/1/2018)

Ke depan BKPP akan mengevaluasi proses rekrutmen CPNS, tidak hanya dalam tahap pelaksanaan tetapi juga perencanaan. “Kami akan berkoordinasi dengan BKN [Badan Kepegawaian Negara] untuk rekrutmen mendatang,” imbuhnya.

Kepala Bidang (Kabid) Formasi Pengembangan dan Diklat BKPP Bantul, Triyanto mengatakan saat ini para CPNS yang lolos seleksi sedang melengkapi berkas-berkas yang diwajibkan. “ada surat lamaran, legalisir ijazah, SKCK, dan surat sehat,” kata dia.

Menurut Triyanto setelah semua persyaratan berkas lengkap, para calon PNS akan diusulkan untuk mendapat Nomor Induk Pegawai (NIP). Setelah memperoleh NIP, pemerintah Kabupaten Bantul akan menerbitkan SK agar mereka bisa segera bekerja.