Ini 10 Besar Negara dengan Jumlah Kecelakaan Pesawat Terbanyak, di Mana Posisi Indonesia?

Puing-puing Lion Air JT 610 - Twitter/@Sutopo_PN
30 Oktober 2018 19:06 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.cim, JAKARTA - Indonesia ternyata masuk dalam 10 besar yang paling banyak mengalami kecelakaan pesawat komersil.

Tragedi Lion Air JT-610 jatuh di laut Karawang menambah catatan kecelakaan pesawat komersil di Indonesia. Indonesia menempati urutan kedelapan dalam daftar 10 negara dengan jumlah kecelakaan pesawat fatal paling banyak di dunia.

Data itu dikeluarkan oleh Statista.com, itu per 16 Agustus 2018, dengan menghitung jumlah kecelakaan sejak 1945.

Data Kecelakaan Pesawat

Dalam grafik terlihat sepuluh besarnya adalah, Amerika Serikat menempati urutan pertama dengan 829 kecelakaan, Rusia (521), Brasil (188), Kolombia (182), Kanada (179), Inggris (105), Prancis (104), Indonesia (98), Meksiko (98), dan India (93).

Statista menjelaskan, yang dihitung adalah jumlah kecelakaan fatal pesawat komersil. Data tidak memasukkan data terkait insiden militer, jet perusahaan, pembajakan serta aksi kejahatan lainnya.

Semakin banyaknya penerbangan di dunia berimbas pada bertambahnya jumlah kecelakaan yang terjadi. Keamanan di dunia penerbangan mengalami penurunan, meski 'terbang' masih menjadi salah satu transportasi teraman.

Pesawat dengan rute Jakarta-Pangkal Pinang itu membawa total 188 orang termasuk kru pesawat yang hingga kini sedang dilakukan evakuasi.

Pengamat penerbangan dari Arista Indonesia Aviation Center (AIAC), Arista Atmadjati mengaku kaget ketika mengetahui adanya kecelakaan pesawat ini. Kekagetannya bertambah saat ia mengetahui umur pesawat tersebut baru dua bulan dioperasikan oleh maskapai Lion Air.

Pesawat dengan nomor registrasi PK-LQP itu merupakan jenis pesawat Boeing 737 MAX 8. Lion Air merupakan salah satu maskapai pertama di dunia yang menerbangkan pesawat versi terbaru seri Boeing 737 itu.

Menurut Arista kejadian seperti ini jarang terjadi, di mana pesawat baru berumur dua bulan sudah mengalami kecelakaan. Padahal, kondisi cuaca saat itu dilaporkan dalam kondisi normal dan pilot memiliki jam terbang yang baik.

Diberitakan BBC News Indonesia, sebelum jatuh di perairan sebelah utara Karawang, Jawa Barat, pada Senin (29/10/2018), pesawat Lion Air JT-610 mengalami masalah instrumen pada penerbangan Minggu (28/10/2018) malam, sebagaimana tercantum dalam catatan teknis yang diperoleh BBC.

Catatan teknis pada penerbangan JT610 dari Denpasar ke Cengkareng menyebutkan data kecepatan pesawat saat mengudara pada instrumen kapten pilot tidak dapat diandalkan. Bahkan data ketinggian yang tertera pada instrumen kapten pilot dan kopilot berbeda.

"Teridentifikasi instumen CAPT [kapten] tidak dapat diandalkan dan kendali diserahkan ke FO [first officer/kopilot]. Kecepatan udara NNC tidak dapat diandalkan dan ALT tidak cocok," sebut catatan penerbangan JT-610.

Meski demikian, kru pesawat memutuskan untuk meneruskan penerbangan dan mendarat dengan aman di Cengkareng.

Sumber : Okezone.com