Ingat Beban Utang, Menteri Sri Mulyani Peringatkan Kemenhub soal Proyek Infrastruktur

Menteri Kuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan keterangan kepada wartawan terkait realisasi APBN triwulan pertama 2018 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (16/4/2018). - Antara/Sigid Kurniawan
23 Oktober 2018 12:50 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Proyek infrastruktur yang dibangun pemerintah harus benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta kepada Kementerian Perhubungan untuk jeli dalam membangun proyek infrastruktur. Menurutnya, Kemenhub harus benar-benar membangun proyek infrastruktur yang sesuai kebutuhan dan memiliki nilai keekonomian yang tinggi.

Menurutnya, jika dalam mengerjakan proyek tidak jeli akan menimbulkan beban dua kali. Beban pertama, proyek yang tidak bagus. Artinya masyarakat tidak dapat menikmati infrastruktur yang sudah dibangun secara maksimal, atau justru proyek tersebut akan sepi peminat.

Beban kedua adalah beban utang yang kemungkinan akan meningkat. Menurutnya, dengan uang yang beredar semakin langka menimbulkan gejolak pada perekonomian dan nilai tukar Rupiah.

Di saat nilai tukar mengalami pelemahan maka beban impor Indonesia akan semakin besar. Jika besar, maka utang pun berpotensi untuk meningkat nilainya.

"Kalau tidak punya program yang memiliki power of return ya tidak bagus anda berpotensi menghasilkan beban dua kali. Pertama menghasilkan proyek yang tidak bagus, kedua uang ini menjadi sangat langka. Jadi anda membebani ini," ujarnya dalam acara Leadership di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (22/10/2018).

Apalagi menurutnya, Sri Mulyani saat ini kondisi perekonomian dunia mengalami perubahan yang cukup signifikan. Bahkan beberapa negara pun mulai terkena dampaknya.

"Dunia berubah tidak hanya demografi tapi dari sisi bahwa mereka membutuhkan aspirasi yang cukup tinggi. Tapi dunia dihadapkan suasana yang cukup pelik," jelas Ani.

"Waktu anda mendesain suatu proyek waktu suku bunganya rendah proyek proyek apapun menjadi menarik. Bahkan proyek yang enggak mutupun menjadi kerena karena cost of money menjadi sangat murah," imbuhnya.

Sumber : Okezone.com