Kabut Asap Ganggu 6 Penerbangan di Bandara Supadio Kalbar
Kabut asap karhutla menurunkan jarak pandang di bawah 1.000 meter dan mengganggu enam penerbangan di Bandara Supadio Kalbar.
Ilustrasi kapal tenggelam./Antara
Harianjogja.com, DAR ES SALAAM-Pihak berwenang Tanzania pada Minggu menyatakan jumlah yang meninggal akibat feri terbalik di Danau Victoria meningkat menjadi 224 orang dan manajer kapal itu ditahan untuk diperiksa.
Kapal tambang itu, MV Nyerere, tenggelam pada Kamis malam hanya beberapa meter dari dermaga di Ukerewe, pulau terbesar di danau tersebut.
Menteri Pekerjaan, Pengangkutan dan Komunikasi Isack Kamwelwe kepada penyiaran negara TBC menyatakan jumlah korban tewas meningkat menjadi 224 orang pada Minggu petang.
Penyebab pasti musibah itu belum diketahui tapi pejabat menyatakan penyelidikan awal menunjukkan kapal tambang itu membawa lebih banyak orang daripada yang diizinkan secara hukum. Keterangan awal menyatakan jumlah penumpang sekitar 300 orang.
Kecelakaan kapal di danau Victoria, yang terbagi oleh negara Afrika timur; Uganda, Tanzania dan Kenya, sering terjadi akibat kelonggaran aturan keamanan, penegakan hukum lemah dan tua serta kapal tidak dirawat dengan baik.
Perdana Menteri Kassim Majaliwa mengatakan kepada TBC bahwa pejabat terlibat dalam pengelolaan kapal tambang itu telah ditahan.
"Pemerintah akan membentuk satuan penyelidikan khusus ahli, yang akan menyelidiki sumber kecelakaan itu dan tindakan hukum terhadap semua yang terlibat dalam menyebabkan musibah tersebut," katanya.
Regu pencarian dan penyelamatan mencoba membalik kapal, yang perutnya berada di permukaan air, kembali ke kedudukan normal sehingga dapat ditarik ke dermaga. Jenderal Venance Mabeyo, kepala tentara, menyatakan itu bisa memakan waktu dua hingga tiga hari.
Sedikit-dikitnya, 38 orang diselamatkan dari laut itu, kata Jonathan Shana, komandan kepolisian daerah Mwanza, kepada Reuters lewat telepon pada pekan lalu.
Jumlah tepat penumpang kapal tambang itu sulit didapatkan karena awak dan peralatan hilang, kata pejabat pada pekan lalu.
Tanzania dilanda sejumlah bencana besar kapal tambang dalam beberapa tahun belakangan.
Sedikit-dikitnya, 500 orang tewas akibat feri terbalik di danau Victoria pada 1996. Pada 2012, 145 orang tewas sesudah feri karam di lepas pantai Zanzibar, kepulauan Tanzania di samudra Hindia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kabut asap karhutla menurunkan jarak pandang di bawah 1.000 meter dan mengganggu enam penerbangan di Bandara Supadio Kalbar.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menilai kini waktu tepat mengakhiri perang dengan AS saat Iran berada dalam posisi kuat dan bermartabat.
PBB menyebut wabah Ebola di RD Kongo menyebar cepat. Kasus mencapai 5.208 dengan 2.476 kematian, sementara kebutuhan dana terus meningkat.
Kejagung melimpahkan Yeka Hendra dan barang bukti ke JPU Kejari Jakarta Pusat untuk segera disidangkan terkait perkara korupsi ekspor CPO.
Kimi Antonelli menjadi yang tercepat di FP1 GP Belanda di Zandvoort. Simak hasil lengkap 10 besar dan kabar terbaru Max Verstappen.
Korban penipuan online di ASEAN naik menjadi 45% pada 2025. Di sisi lain, ekonomi digital Asia Pasifik diproyeksikan mencapai US$1,4 triliun.