Top Ten News Harianjogja.com Edisi Kamis 10 September 206
op Ten News Harianjogja.com Kamis 10 September 2026 merangkum isu hangat Jogja, ekonomi, cuaca, lingkungan, hingga olahraga.
KM Virgo Transport 8 hilang kontak di sekitar Pulau Masalembu. Sebanyak 118 orang masih dicari dalam operasi SAR yang diperkuat Polri. /Polri.
Harianjogja.com, BANJARMASIN—Polri memperkuat operasi Search and Rescue (SAR) untuk mencari penumpang dan awak KM Virgo Transport 8 yang masih hilang setelah kapal tersebut dilaporkan tenggelam di perairan Tanjung Selatan, Kalimantan Selatan, sekitar Pulau Masalembu.
Hingga Minggu (13/9/2026) pukul 09.00 WIB, data sementara mencatat 243 orang berada di kapal yang berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin tersebut. Sebanyak 125 orang telah dievakuasi, terdiri atas 124 orang selamat dan satu orang meninggal dunia, sedangkan 118 orang lainnya masih dalam proses pencarian.
Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan pencarian dan penyelamatan terhadap penumpang maupun awak kapal yang belum ditemukan menjadi prioritas utama Polri.
“Polri memberikan dukungan penuh dalam operasi SAR KM Virgo Transport 8. Prioritas utama saat ini adalah pencarian, penyelamatan, dan evakuasi seluruh penumpang maupun awak kapal yang masih dalam proses pencarian. Polri bersama Basarnas, TNI AL, KSOP, pemerintah daerah, dan seluruh unsur terkait terus bergerak secara terpadu untuk mempercepat proses pencarian di lokasi,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo, Minggu (13/9/2026).
KM Virgo Transport 8 Hilang Kontak
KM Virgo Transport 8 diketahui berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sebelum dilaporkan hilang kontak sekitar pukul 02.05 WITA. Posisi terakhir kapal diperkirakan berada di sekitar Pulau Masalembu dengan jarak sekitar 86 mil laut (NM) dari Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.
Dari total Person On Board (POB) sebanyak 243 orang, sekitar 215 di antaranya merupakan penumpang dan 30 lainnya awak kapal.
“Data sementara mencatat 243 orang berada di kapal. Sebanyak 125 orang telah berhasil dievakuasi, terdiri dari 124 orang selamat dan satu orang meninggal dunia. Sementara 118 orang lainnya masih dalam proses pencarian. Polri bersama seluruh unsur SAR akan terus melakukan upaya maksimal untuk menemukan dan mengevakuasi mereka yang masih dalam pencarian,” jelas Trunoyudo.
Untuk memperkuat pencarian di lokasi, Korpolairud Baharkam Polri telah memberangkatkan tiga Kapal Polisi terdekat. Ketiga kapal tersebut memiliki jarak dan estimasi waktu tempuh berbeda menuju lokasi kejadian.
KP Laksmana-7012 yang berada dalam posisi BKO Kalsel berjarak sekitar 80 NM dengan estimasi waktu tempuh tujuh jam. Kemudian KP Ibis-6001 dalam posisi BKO Kalteng berjarak sekitar 103 NM dengan estimasi waktu tempuh sembilan jam.
Sementara itu, KP Manyar-5003 yang berada dalam posisi BKO Surabaya memiliki jarak sekitar 200 NM dengan estimasi waktu tempuh 24 jam.
Ketiga Kapal Polisi tersebut telah melakukan persiapan bekal ulang sebelum diberangkatkan untuk memperkuat pencarian dan evakuasi.
Dua Helikopter dan Sejumlah Kapal Dikerahkan
Operasi SAR tidak hanya mengandalkan tiga Kapal Polisi. Sejumlah armada dari berbagai unsur juga dikerahkan untuk memperluas pencarian dan mendukung proses evakuasi.
Armada yang terlibat meliputi KN Laksamana milik Basarnas, KNP 382 milik KSOP, KM Hai Da, KM Niki Mila Utama, TB TCP, TB Mauha IX, KM Cahaya Bahati Jaya, satu unit helikopter Polda Kalteng, serta satu unit helikopter Basarnas Surabaya.
Basarnas mengerahkan 20 personel yang dipimpin Capt. Jahrudin. Sementara KSOP mengerahkan 10 personel yang telah diberangkatkan menuju lokasi menggunakan KNP 382 sejak pukul 07.00 WITA.
“Kekuatan SAR terus diperkuat. Tidak hanya tiga Kapal Polisi, tetapi juga terdapat kapal-kapal dari unsur lainnya, dukungan dua unit helikopter, personel Basarnas, KSOP, TNI AL, Polairud, serta tim pendukung lainnya. Seluruh kekuatan ini bergerak untuk memperluas area pencarian dan mempercepat proses evakuasi,” kata Trunoyudo.
Operasi SAR di wilayah Kalimantan Selatan melibatkan Basarnas, TNI AL Lanal Banjarmasin, Polairud Polda Kalsel, KSOP Banjarmasin, SROP Navigasi, Pelindo, Kesehatan Pelabuhan, agen kapal, serta unsur terkait lainnya.
Polairud Polda Kalsel terus melakukan koordinasi dan memberikan dukungan operasional di lapangan bersama unsur SAR lainnya. Posko Operasi SAR juga telah didirikan di Dermaga Trisakti Banjarmasin sebagai pusat koordinasi, pemantauan, dan pengumpulan informasi operasi.
Dukungan Polda Jatim dan Posko Pengaduan
Karena KM Virgo Transport 8 berangkat dari Surabaya, Polda Jawa Timur turut memberikan dukungan terhadap operasi tersebut. Ditpolairud Polda Jatim menyiapkan satu tim berjumlah sembilan personel untuk mendukung operasi SAR serta berkoordinasi dengan Basarnas dan instansi terkait.
Dukungan pelayanan juga disiapkan Polres Pelabuhan Tanjung Perak melalui Posko Pelayanan dan Pengaduan di Pelabuhan Penumpang Gapura Surya Nusantara Tanjung Perak.
Posko tersebut diperkuat 10 personel Polres Pelabuhan Tanjung Perak, dua personel Tim Kesehatan, enam personel Biddokkes dan DVI Polda Jatim, serta dua personel BPBD Jatim.
Posko Pelayanan dan Pengaduan itu melakukan koordinasi dengan Polres Pelabuhan Banjarmasin dan BPBD Banjarmasin mengenai perkembangan penanganan dan evakuasi korban.
Polri juga membuka layanan informasi dan pengaduan melalui Call Center 110 serta layanan Polres Pelabuhan Tanjung Perak di nomor 081918600000.
Enam Posko DVI Disiapkan
Selain pencarian dan evakuasi, Polri menyiapkan dukungan Disaster Victim Identification (DVI). Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proses identifikasi korban dapat berjalan secara profesional dan akurat.
Sebanyak enam posko DVI didirikan di wilayah Jawa Timur dan Kalimantan Selatan.
Di Jawa Timur, posko DVI terdiri atas Posko DVI Antemortem Dokkes Polda Jatim di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Posko DVI Antemortem Polda Jatim di Pelabuhan Sumenep, serta Posko DVI Postmortem Polda Jatim di RS Bhayangkara Surabaya.
Sementara di Kalimantan Selatan terdapat Posko DVI Postmortem Polda Kalsel di RS Bhayangkara Banjarmasin, Posko DVI Postmortem di RSUD Ulin Banjarmasin, serta Posko DVI Antemortem Biddokkes Polda Kalsel di Pelabuhan Trisakti.
Trunoyudo menegaskan pengerahan unsur DVI merupakan bagian dari kesiapan Polri dalam menangani seluruh tahapan penanganan korban.
“Polri tidak hanya memperkuat pencarian dan evakuasi, tetapi juga menyiapkan seluruh dukungan yang diperlukan, termasuk DVI, kesehatan, posko pelayanan, dan jalur komunikasi bagi keluarga. Semua dilakukan untuk memastikan penanganan korban berjalan secara profesional, akurat, dan manusiawi,” tuturnya.
Polri akan terus mengikuti perkembangan operasi berdasarkan informasi dan hasil koordinasi dari lapangan. Seluruh unsur yang terlibat akan mengoptimalkan kemampuan masing-masing untuk mendukung operasi SAR.
“Kami memahami bahwa keluarga korban saat ini membutuhkan kepastian dan informasi. Karena itu, Polri bersama seluruh unsur SAR akan terus bekerja dan berkoordinasi. Kami mengimbau masyarakat dan keluarga penumpang untuk tetap tenang serta memperoleh informasi melalui kanal resmi. Upaya pencarian akan terus dilakukan secara maksimal hingga seluruh korban yang masih dalam pencarian dapat ditemukan dan dievakuasi,” pungkas Trunoyudo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
op Ten News Harianjogja.com Kamis 10 September 2026 merangkum isu hangat Jogja, ekonomi, cuaca, lingkungan, hingga olahraga.
BPH Migas mengungkap kenaikan harga BBM nonsubsidi ikut mendorong permintaan Pertalite hingga 11 persen secara nasional.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X resmi membuka Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2026 di Lapangan Beran, Sleman, Minggu (13/9/2026)
JK meminta PMI memperkuat pencegahan bencana. PMI DIY juga didorong meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi risiko kebencanaan.
Empat prajurit TNI AU ditahan terkait dugaan penganiayaan yang menyebabkan Serda Ahmad Muzammil Farisa, 22, meninggal dunia.
KM Virgo Transport 8 hilang kontak di sekitar Pulau Masalembu. Sebanyak 118 orang masih dicari dalam operasi SAR yang diperkuat Polri.