Gempa M 4,6 Guncang Sumba Barat Daya, Tak Berpotensi Tsunami

Sunartono
Sunartono Selasa, 06 Oktober 2026 06:37 WIB
Gempa M 4,6 Guncang Sumba Barat Daya, Tak Berpotensi Tsunami

Foto ilustrasi getaran gempa tercatat pada seismograf. - istock

Harianjogja.com, SUMBA BARAT DAYA—Gempa bumi bermagnitudo 4,6 mengguncang wilayah Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (6/10/2026) dini hari. Gempa berpusat di laut sekitar 14 kilometer arah Kodi, Sumba Barat Daya, dan tidak berpotensi tsunami.

Berdasarkan laporan resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 04.40 WIB atau 05.40 WITA. Episenter gempa berada pada koordinat 9,72 Lintang Selatan dan 118,96 Bujur Timur dengan kedalaman 19 kilometer.

Gempa utama tersebut didahului gempa pendahuluan atau foreshock bermagnitudo 3,5. Gempa awal itu terjadi pada pukul 04.13 WIB atau 05.13 WITA di kawasan yang sama.

BMKG mencatat gempa pendahuluan tersebut berpusat pada koordinat 9,77 Lintang Selatan dan 118,91 Bujur Timur dengan kedalaman 14 kilometer.

Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat rangkaian gempa tersebut.

BMKG ingatkan masyarakat tetap waspada

NTT merupakan salah satu wilayah yang rawan terhadap aktivitas tektonik. Karena itu, masyarakat diimbau tetap tenang dan memahami langkah mitigasi yang perlu dilakukan ketika gempa terjadi.

Saat gempa berlangsung, masyarakat dapat melindungi kepala dan leher menggunakan helm atau bantal. Berlindung di bawah meja yang kokoh juga dapat dilakukan untuk menghindari risiko tertimpa benda.

Masyarakat juga diminta menjauh dari kaca, cermin, maupun benda-benda yang tergantung dan berpotensi roboh ketika terjadi guncangan.

Jika berada di luar ruangan saat gempa, segera menjauh dari bangunan tinggi, tiang listrik, pohon, serta papan reklame. Area terbuka yang aman dari kemungkinan reruntuhan dapat menjadi tempat berlindung.

Periksa bangunan setelah gempa

Setelah guncangan berakhir, masyarakat perlu memeriksa kondisi struktur bangunan sebelum kembali masuk ke dalam rumah atau gedung. Jalur evakuasi juga perlu dipastikan tidak terhalang barang maupun material lainnya.

Bagi masyarakat yang berada di gedung bertingkat, penggunaan lift sebaiknya dihindari setelah terjadi gempa. Gunakan jalur evakuasi yang tersedia dan ikuti petunjuk keselamatan.

BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai isu atau kabar bohong yang tidak jelas sumbernya. Informasi terbaru mengenai gempa dan kondisi kebencanaan sebaiknya dipantau melalui kanal resmi BMKG.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online