Kejagung: Ferry Boboho Kembalikan Rp5 Miliar dari Rp40 Miliar
Kejagung mengungkap Ferry Boboho mengembalikan Rp5 miliar pada Agustus 2026. Uang itu bagian dari Rp40 miliar Tan Kian.
Sebanyak 130 penumpang Kapal Virgo Transport 8 masih dicari setelah 113 orang dievakuasi dari total 243 penumpang. /
Harianjogja.com, BANJARMASIN—Sebanyak 130 penumpang Kapal Virgo Transport 8 masih dalam proses pencarian setelah tim SAR mengevakuasi 113 orang dari total 243 orang yang berada di kapal saat kecelakaan di Laut Jawa, Minggu.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan operasi pencarian terhadap penumpang yang belum ditemukan masih berlangsung. Seluruh sumber daya yang tersedia terus dikerahkan untuk mendukung proses pencarian, penyelamatan, dan evakuasi hingga seluruh korban berhasil ditemukan.
“Sehingga masih terdapat sekitar 130 penumpang dalam proses pencarian,” katanya dalam konferensi pers mengenai perkembangan penanganan kecelakaan Kapal Virgo Transport 8, di Banjarmasin, Kalsel, Minggu.
Dudy mengatakan koordinasi antara Kementerian Perhubungan dan Basarnas telah dilakukan sejak laporan kecelakaan diterima. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh instansi terkait dapat segera terlibat dalam penanganan keadaan darurat.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan operasi pencarian penumpang Kapal Virgo Transport 8 masih digelar. Petugas terus berupaya menemukan penumpang yang hingga kini belum diketahui keberadaannya setelah kapal mengalami kondisi darurat di Laut Jawa.
Syafii menegaskan jumlah korban yang disampaikan saat ini masih bersifat sementara. Data tersebut masih dapat berubah mengikuti hasil pencarian dan evakuasi yang dilakukan petugas di lapangan.
“Data korban ini masih bersifat sementara,” ujarnya.
Basarnas bersama seluruh unsur yang terlibat akan terus mengupayakan penemuan korban. Operasi pencarian terhadap penumpang yang belum ditemukan akan dilakukan hingga dapat dituntaskan sesuai dengan perkembangan kondisi di lokasi kejadian.
Dudy berharap seluruh proses pencarian dapat berlangsung tertib sekaligus menghasilkan informasi yang akurat. Dengan demikian, keluarga korban maupun masyarakat dapat memperoleh kepastian mengenai perkembangan penanganan kecelakaan Kapal Virgo Transport 8.
Pemerintah juga meminta dukungan masyarakat dengan memberikan ruang kepada petugas untuk menjalankan operasi kemanusiaan. Masyarakat diminta memperoleh informasi mengenai perkembangan kejadian melalui keterangan resmi dari pihak yang berwenang.
Kapal Ro-Ro Virgo Transport 8 yang melayani rute Surabaya-Banjarmasin dikabarkan hilang kontak di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9/2026). Kapal berbendera Indonesia dengan nomor IMO 8625179 itu sebelumnya bertolak dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada Sabtu (12/9/2026) pukul 10.33 WIB dan dijadwalkan tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin pada Minggu pukul 14.00 WITA.
Kapal tipe Passenger/Ro-Ro Cargo Ship tersebut dilaporkan sempat menghadapi cuaca buruk ketika berlayar di Laut Jawa. Dalam kondisi itu, kapal yang membawa ratusan penumpang dan awak kapal tersebut juga dilaporkan mengalami kemiringan atau listing sebelum akhirnya hilang kontak dari radar pengawasan lalu lintas laut.
Kantor SAR Banjarmasin kemudian mengerahkan tim pencarian dan pertolongan menuju lokasi yang menjadi Last Known Position (LKP) kapal. Tim rescue menggunakan KN SAR Laksamana 241 yang diberangkatkan dari Dermaga SAR Basirih untuk menuju titik koordinat terakhir Virgo Transport 8.
"Tim SAR sudah diberangkatkan menuju lokasi perkiraan titik koordinat terakhir kapal di Laut Jawa untuk melakukan evakuasi dan pencarian lebih lanjut," ujar pihak penanggulangan bencana dan SAR dalam keterangan resminya.
Hingga Minggu siang, operasi penyisiran dan evakuasi di perairan Laut Jawa masih berlangsung. Pihak berwenang juga mengimbau keluarga penumpang agar tetap tenang dan mengikuti perkembangan melalui informasi resmi Tim SAR Gabungan.
Virgo Transport 8 merupakan kapal penumpang dan kendaraan atau Ro-Ro/Passenger Ship yang digunakan untuk pelayaran antarpulau. Rute yang disebutkan dalam data pelayaran kapal tersebut menghubungkan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya (ID SUB) dengan Pelabuhan Trisakti Banjarmasin (ID BDJ).
Kapal berbendera Indonesia itu dibuat pada 1987. Dalam data navigasi pelayaran (Automatic Identification System/AIS), Virgo Transport 8 tercatat memiliki nomor IMO 8625179, nomor MMSI 525110543, serta tanda panggil YDIL4.
Transponder AIS yang digunakan kapal merupakan Kelas A (Class A). Berdasarkan klasifikasi tersebut, kapal masuk kategori Passenger/Ro-Ro Cargo Ship yang dirancang untuk membawa penumpang sekaligus kendaraan.
Secara dimensi, Virgo Transport 8 memiliki panjang keseluruhan atau Length Overall (LOA) 119 meter dengan lebar 21,01 meter. Sarat air (draft) kapal tercatat 5,6 meter.
Data spesifikasi juga mencatat bobot kotor (Gross Tonnage/GT) sebesar 4.277 GT dan bobot mati (Deadweight/DWT) 2.612 ton.
Sementara itu, dalam informasi terkait insiden hilang kontak disebutkan kapal berukuran 8.540 GT. Perbedaan angka GT tersebut terdapat dalam naskah sumber dan tidak dapat diselaraskan tanpa merujuk dokumen atau sumber teknis kapal yang lebih spesifik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kejagung mengungkap Ferry Boboho mengembalikan Rp5 miliar pada Agustus 2026. Uang itu bagian dari Rp40 miliar Tan Kian.
BPH Migas mengungkap kenaikan harga BBM nonsubsidi ikut mendorong permintaan Pertalite hingga 11 persen secara nasional.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X resmi membuka Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2026 di Lapangan Beran, Sleman, Minggu (13/9/2026)
JK meminta PMI memperkuat pencegahan bencana. PMI DIY juga didorong meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi risiko kebencanaan.
Empat prajurit TNI AU ditahan terkait dugaan penganiayaan yang menyebabkan Serda Ahmad Muzammil Farisa, 22, meninggal dunia.
KM Virgo Transport 8 hilang kontak di sekitar Pulau Masalembu. Sebanyak 118 orang masih dicari dalam operasi SAR yang diperkuat Polri.