Basarnas Ungkap Penyebab Kapal Virgo Transport 8 Tenggelam di Laut Jawa

Sunartono
Sunartono Senin, 14 September 2026 01:37 WIB
Basarnas Ungkap Penyebab Kapal Virgo Transport 8 Tenggelam di Laut Jawa

Basarnas mengungkap dugaan penyebab Kapal Virgo Transport 8 terbalik setelah dihantam gelombang di lambung kanan saat melintas di Laut Jawa. /Marine Traffic.

Harianjogja.com, BANJARMASIN—Dugaan penyebab Kapal Virgo Transport 8 rute Surabaya-Banjarmasin yang terbalik saat melintas di Laut Jawa mulai terungkap. Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Badan Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mayjen TNI Edy Prakoso mengatakan kapal tersebut oleng setelah dihantam gelombang dari sisi lambung kanan.

Informasi mengenai kondisi kapal itu diperoleh Basarnas dari Haris Yulianto, nakhoda Kapal Virgo Transport 8 yang mengangkut sebanyak 243 orang atau person on board (POB). Kapal tersebut merupakan armada yang diproduksi pada 1987.

"kemudian terkait juga yang disampaikan oleh nakhoda kapal Virgo tersebut, ini juga kejadian kemiringan terkait dengan kemiringan kapal tersebut ini juga akibat dari hantaman ombak dari lambung kanan. Ini yang info yang kami dapat langsung dari kapten kapal Virgo tersebut," ujar Edy dalam keterangan resmi video, Minggu (13/9/2026).

Nakhoda sempat kirim sinyal distress

Sebelum komunikasi dengan kapal terputus, Basarnas telah menerima sinyal distress atau situasi marabahaya yang dikirimkan oleh nakhoda. Sinyal tersebut disampaikan kepada Basarnas Command Center ketika kapal berada dalam kondisi cuaca buruk sekitar pukul 02.00 WITA.

Edy menjelaskan Kantor SAR Banjarmasin juga sebelumnya telah menjalin komunikasi dengan Kapal Virgo Transport 8. Informasi mengenai hilang kontak kemudian disampaikan General Manager (GM) PT Virgo Karya Shipping Yoel Rihi kepada Kantor SAR Banjarmasin pada pukul 04.10 WITA.

"Jadi, memang informasi ini sudah kita terima dalam hal ini dari kantor SAR itu sudah kita terima di pukul 04.10 dari GM PT Virgo dalam hal ini. Kemudian, kebetulan juga kami sudah berhubungan langsung sama kapten kapal, dalam hal ini di mana kapten kapal juga sudah menyampaikan terkait dengan distress," ungkapnya.

Menurut Edy, komunikasi dengan kapal tidak langsung terputus sejak informasi kedaruratan pertama diterima. Saat operator meminta informasi tersebut diulang, sambungan justru terputus.

"Namun, pada saat kejadian, pada saat diminta ulang oleh operator yang menerima ini langsung terputus, sehingga dari hasil laporan yang [pukul] 04.10 ini dari GM PT Virgo yang langsung ke kantor SAR, kantor SAR langsung menginfokan ke Basarnas Command Center," lanjut dia.

Basarnas langsung instruksikan perbantuan

Setelah menerima isyarat kedaruratan tersebut, Basarnas Command Center menginstruksikan Kantor SAR Banjarmasin untuk mengirimkan perbantuan. Langkah itu dilakukan untuk mendukung proses pertolongan terhadap Kapal Virgo Transport 8 yang mengalami hilang kontak.

Edy mengatakan proses penanganan tetap dilakukan meskipun komunikasi dengan kapal telah terputus. Basarnas juga telah memperoleh konfirmasi langsung dari nakhoda kapal, Haris Yulianto.

"Sehingga proses terkait dengan mulai dari terima info sampai pelaksanaan ini, ini juga karena pada saat kita diminta ada untuk mengulang terkait dengan kejadian tersebut, ini sudah terputus dan kami sudah mendapat konfirmasi langsung dari kapten kapal, dalam hal ini Pak Haris Yulianto," ujarnya.

Gelombang tinggi hambat operasi SAR

Dalam pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan, kondisi cuaca dan gelombang tinggi menjadi salah satu tantangan bagi personel di lapangan. Kondisi perairan yang kurang bersahabat bahkan membuat KN SAR Permadi milik Kantor SAR Surabaya sempat memutar arah.

Menurut Edy, kapal tersebut menghadapi kondisi gelombang yang cukup tinggi saat diberangkatkan dari Surabaya. Meski demikian, KN SAR Permadi maupun alat utama sistem pertahanan (alut) laut yang terlibat dalam operasi tetap menjalankan proses pencarian dan pertolongan sesuai prosedur.

"Masalah teknis di lapangan tentunya cuaca dan gelombang ini menjadi tantangan buat kita karena di satu sisi KN Permadi yang dari Surabaya pun juga pada saat pemberangkatan karena cuaca cukup buruk, dalam hal ini gelombang, cukup tinggi sehingga KN Permadi kembali. Namun, KN maupun alut laut yang melaksanakan operasi pencarian ini tetap melaksanakan sesuai dengan SOP yang kita laksanakan," jelasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online