Hyundai Ioniq 3 Batal Masuk Australia, Ini Penyebabnya

Newswire
Newswire Senin, 05 Oktober 2026 11:47 WIB
Hyundai Ioniq 3 Batal Masuk Australia, Ini Penyebabnya

Hyundai Ioniq 5 - Hyundai

Harianjogja.com, JAKARTA—Hyundai membatalkan rencana peluncuran mobil listrik Ioniq 3 di pasar Australia. Tingginya biaya impor membuat harga hatchback listrik tersebut dinilai sulit bersaing di pasar yang sensitif terhadap harga.

Produsen otomotif asal Korea Selatan itu bahkan telah menghapus halaman expressions of interest atau penyampaian minat untuk Ioniq 3 dari situs resmi Hyundai Australia. Padahal, mobil listrik yang disiapkan untuk menantang MG 4 dan BYD Dolphin tersebut sebelumnya dijadwalkan mengaspal pada awal 2027.

Dilansir dari Drive, Senin (5/10/2026), juru bicara Hyundai Australia mengatakan kelayakan bisnis Ioniq 3 tidak memadai karena mobil tersebut diproduksi di Turki. Kondisi itu berbeda dengan mayoritas jajaran model Hyundai lainnya yang dirakit di Korea Selatan.

"Biaya impornya tinggi, dan mobil ini akan bersaing di segmen yang sangat sensitif terhadap harga. Angkanya tidak masuk akal bagi kami mengingat ketatnya persaingan," ujar juru bicara Hyundai Australia.

Harga Ioniq 3 Sulit Bersaing

Sebelumnya, Drive memperkirakan Ioniq 3 akan dipasarkan mulai 40.000 dolar Australia atau sekitar Rp500 juta sebelum biaya on-road. Sementara varian tertinggi N Line dengan jarak tempuh lebih panjang diperkirakan mencapai 55.000 dolar Australia atau sekitar Rp685 juta.

Kisaran harga tersebut dinilai sulit bersaing dengan sejumlah mobil listrik yang sudah berada di pasar Australia. MG 4 Urban, misalnya, dibanderol pada rentang 31.990 hingga 34.990 dolar Australia.

Adapun BYD Dolphin memiliki harga mulai 28.888 dolar Australia. Harga tersebut sudah mencakup pajak serta biaya registrasi.

Dengan perbedaan harga tersebut, Ioniq 3 menghadapi persaingan ketat di segmen hatchback listrik yang sensitif terhadap harga.

Hyundai Juga Siapkan Penghentian i20 N

Di sisi lain, Hyundai juga bersiap menghentikan penjualan i20 N yang masih menggunakan mesin konvensional. Model tersebut saat ini dijual dengan harga 37.500 dolar Australia atau sekitar Rp470 juta, ditambah biaya on-road.

Segmen mobil tersebut dinilai tidak terlalu sensitif terhadap harga jika dibandingkan dengan pasar mobil listrik berukuran ringkas.

Pesaing terdekat Hyundai i20 N dalam beberapa tahun terakhir, seperti Volkswagen Polo GTI dan Ford Fiesta ST yang diproduksi di Eropa, juga telah dihentikan produksinya.

Ioniq V Berpotensi Jadi Alternatif

Pembatalan Ioniq 3 membuat Hyundai memiliki kekosongan di lini hatchback listrik entry-level untuk pasar Australia. Melihat kondisi tersebut, Drive menilai Hyundai berpotensi membawa model Ioniq V sebagai opsi alternatif untuk mengisi pasar Australia pada masa mendatang.

Langkah tersebut dapat menjadi pilihan Hyundai untuk tetap memiliki model listrik di segmen tersebut setelah rencana peluncuran Ioniq 3 dibatalkan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online