Konflik Ugimba, Koops TNI Habema Evakuasi Warga dengan Helikopter
Koops TNI Habema mengevakuasi warga dari Distrik Ugimba, Intan Jaya, Papua Tengah, menggunakan dua helikopter Bell di tengah konflik.
Ilustrasi kapal tenggelam./Antara
Harianjogja.com, UKARA-Penyelam pada Sabtu menyelamatkan seorang pria dari rongsokan kapal feri Tanzania, yang terbalik di Danau Victoria pada Kamis dan menewaskan sedikitnya 218 orang.
Mayat terus mengambang ke permukaan air di sekitar kapal itu, yang perkiraan awal menunjukkan bahwa kapal tersebut membawa lebih dari 300 orang. Stasiun radio TBC melaporkan jumlah korban tewas telah mencapai 218 orang.
Empat penyelam angkatan laut memulai kembali pencarian dengan masuk ke dalam kapal feri MV Nyerere, yang tenggelam, setelah mendengar suara bahwa ada tanda kehidupan.
Mereka membawa satu pria keluar dari kapal terbalik itu dan ia segera dilarikan ke rumah sakit, kata saksi. Keadaannya belum diketahui.
Pada Jumat, Presiden John Magufuli memerintahkan penangkapan terhadap yang bertanggung atas tenggelamnya kapal itu.
Puluhan anggota keluarga korban berdiri sambil menangis di tepi danau sementara menunggu informasi mengenai orang tercinta. Keranda disiapkan menunggu jasad dikeluarkan dari kapal itu, yang terbalik beberapa meter dari tepi pantai danau tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Koops TNI Habema mengevakuasi warga dari Distrik Ugimba, Intan Jaya, Papua Tengah, menggunakan dua helikopter Bell di tengah konflik.
Rupiah menguat ke Rp17.795 per dolar AS. IKK Juli 2026 masih optimistis meski turun tiga bulan beruntun.
Kabupaten Klaten kembali menegaskan komitmennya sebagai salah satu daerah penyelenggara olahraga otomotif di Indonesia melalui Klaten International Motocross
BPA Kejagung menggelar lelang serentak 10–14 Agustus 2026 dengan potensi pemulihan aset negara mencapai Rp289,39 miliar.
Promosi digital dan sinergi swasta digenjot untuk mengejar target wisman. Namun, direct flight masih menjadi tantangan pasar jarak jauh.
RAPBD Sleman 2027 mengalokasikan belanja Rp3,55 triliun untuk enam agenda prioritas, termasuk kemiskinan, SDM, ekonomi, dan pemerintahan.