PETIR PRAU : Jalur Pendakian Ditutup Sementara Waktu

Evakuasi korban tersambar petir pendaki Gunung Prau, Jawa Tengah, Minggu (23/4/2017). (JIBI/Harian Jogja - Budi Cahyana)
25 April 2017 00:40 WIB News Share :

Jalur pendakian yang ditutup meliputi dari Patakbanteng dan Desa Dieng

Harianjogja.com, WONOSOBO—Kejadian tewasnya tiga pendaki Gunung Prau akibat tersambar petir membuat Pemerintah Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, menutup jalur pendakian.

Baca juga : http://www.harianjogja.com/baca/2017/04/24/petir-prau-3-pendaki-ternyata-berteduh-di-dekat-tower-812162">PETIR PRAU : 3 Pendaki Ternyata Berteduh di Dekat Tower

Jalur pendakian yang ditutup meliputi dari Patakbanteng dan Desa Dieng. “Ditutup sementara waktu,” ungkap Kepala Bidang Hubungan Masyarakat dan Umum Pemkab Wonosobo, Santosa, Senin (24/4/2017). Dia menyebut hujan lebat di kawasan Dieng berbahaya untuk pendakian. Sampai 10 hari ke depan, Gunung Prau yang selalu ramai pada musim liburan, akan ditutup untuk umum.

Ranger Basecamp Patakbanteng, Mujib Safii, mengatakan penutupan itu juga merupakan bentuk berkabung pengelola pendakian Gunung Prau atas tewasnya tiga pendaki. Penutupan untuk sementara waktu merupakan hasil rembukan antara Forum Koordinasi Gunung Prau Indonesia (FKPI), kepolisian, dan Lembaga Mayarakat Desa Hutan (LMDH).

Sebanyak tiga pendaki Gunung Prau, kawasan Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah, tewas tersambar petir, Minggu (23/4/2017). Merek meregang nyawa diduga karena efek jilatan petir di menara (tower) seluler yang dampaknya jauh lebih merusak akibat medan listrik yang lebih kuat.

Ketiga korban meninggal itu merupakan bagian rombongan pendaki yang berjumlah 11 orang dari Jakarta Timur dan Depok, Jawa Barat. Mereka mendaki Prau dari Desa Patakbanteng, Kecamatan Kejajar, pada Sabtu (22/4/2017) sore. Setelah menghabiskan malam di puncak, para pendaki turun gunung pada Minggu siang. Kala itu, Prau dan sebagian besar kawasan Wonosobo diguyur hujan lebat.

Sesampai di dekat tower yang berjarak sekitar tiga kilometer dari Desa Patakbanteng, para pendaki yang kelelahan mendirikan tenda. “Mereka istirahat untuk berteduh dan makan,” ujar Budi Cahyaningsih, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Setjonegoro Wonosobo, Senin (24/4/2017).
Budi adalah kerabat Danang Yudi Asmoro, 28, penduduk Cipinang, Jakarta Timur, korban yang terluka akibat jilatan petir.

Saat para pendaki berteduh, petir dua kali menyambar di sekitar tower. Tiga pendaki kena sambaran dan meninggal akibat luka bakar yang cukup serius. Mereka adalah Deden Maulana Hidayat, 30, warga Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat; Aditya Agung Darmawan, 29, warga Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, dan Adi Setiawan, 29, tetangga Aditya. Dua lainnya juga disambar petir dan terluka, yakni Danang dan Syaiful Ulum, 35, warga Kelurahan Klendep, Jakarta Timur.

Danang, menurut Budi, mengalami luka bakar dari leher hingga punggung. Dia kesulitan menelan makanan dan minuman. “Danang sempat pingsan dan tidak ingat siapa orang yang pertama kali menolongnya,” kata Budi.

Sementara, enam orang lainnya mengalami trauma. Tim evakuasi gabungan dari Tim SAR, Polres Wonosobo, PSC 119 Dinas Kesehatan Wonosobo, Puskesmas Kejajar dan Garung, dan penduduk sekitar Gunung Prau mengevakuasi mereka dari pukul 16.00 WIB sampai 20.00 WIB.