Advertisement

PENDAFTARAN SISWA BARU : Isu Blacklist SMAN 1 Sleman Dibantah, Ini Penjelasannya

Bernadheta Dian Saraswati
Jum'at, 03 Juli 2015 - 14:21 WIB
Nina Atmasari
PENDAFTARAN SISWA BARU : Isu Blacklist SMAN 1 Sleman Dibantah, Ini Penjelasannya JIBI/Harian Jogja/Desi SuryantoSejumlah calon siswa menjalani pengukuran tinggi badan saat mendaftar di SMK Negeri 6 Yogyakarta, Rabu (01/07 - 2015). Di sekolah kejuruan yang memiliki tujuh jurusan dan empat keahlian itu akan menerima 416 siswa baru, 103 diantaranya telah terseleksi melaui jalur Kartu Menuju Sejahtera (KMS). Pendaftarasn siswa baru digelar hingga 3 Juli 2015.

Advertisement

Pendaftaran siswa baru di SMAN 1 Sleman belum terpenuhi karena ada isu black list, padahal pihak sekolah dan dinas sudah membantahnya

Harianjogja.com, SLEMAN- Isu lulusan SMAN 1 Sleman yang akan diblacklist pada penerimaan mahasiswa di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Jogja dibantah.

Advertisement

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Sleman Arif Haryono menjelaskan bahwa syarat masuk PTN, siswa diwajibkan mengikuti seleksi. Sehingga tidak ada hubungan dengan isu blacklist yang sempat bergulir di masyarakat.

Kebetulan, kata Arif,  lulusan dari Sleman memang sedikit yang diterima melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Berbeda dengan jumlah yang diterima melalui Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) atau Seleksi Mandiri (SM) yang jumlahnya lebih besar.

“Itu lebih kepada idealisme anak dan orangtua dalam memilih program studi,” jelasnya, Kamis (2/7/2015).

Humas UGM Wijayanti mengatakan, salah satu alasan lulusan SMA di Sleman tidak diterima di PTN dikarenakan mendaftar di jurusan yang membutuhkan tingkat intelektual tinggi. Sehingga terpaksa tidak lolos saat seleksi. "Bukan karena kami memblacklist sekolah," jelasnya.

Isu lulusan SMAN 1 Sleman yang akan diblacklist pada penerimaan mahasiswa di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Jogja tampaknya berdampak pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini. Biasanya kuota sudah terpenuhi pada hari kedua namun kali ini sekitar 40% belum terpenuhi.

Meski PTN dan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Sleman sudah membantah hal tersebut, namun dampaknya masih dirasakan. Pada hari kedua, kuota 192 siswa di SMAN 1 Sleman belum terpenuhi. Berdasarkan pantauan Kamis (2/7/2015) pukul 13.31 WIB, sebanyak 209 calon peserta didik telah mengambil formulir namun yang mengembalikan baru 102.

“Kita sudah berupaya menepis isu itu. Kita optimis besok [Jumat] hari terakhir PPDB kuota akan terpenuhi," jelas Wakasek Bidang Humas SMAN 1 Sleman Agus Suprapto saat menjaga pos informasi PPDB.

Pihaknya optimis karena SMAN 1 Sleman masih menjadi jujugan bagi siswa berprestasi tinggi. Terbukti dari nilai tertinggi yang sudah masuk yakni 380,50.

Salah satu orang tua pendaftar asal Tempel, Alfi, mengaku tak takut akan keputusan untuk mendaftarkan anaknya di sekolah tersebut. Ia sempat mendengar kabar blacklist itu dari tetangga. Namun karena anaknya yakin dan menginginkan sekolah di SMAN 1 Sleman, Alfi pun tak khawatir. "Yakin saja setelah lulus nanti bisa diterima di PTN," ungkapnya.

Kondisi di SMAN 1 Sleman berbeda dengan SMAN 2 Sleman. SMAN 2 Sleman sebagai salah satu penyelenggara real time online (RTO) ini sudah banyak diincar calon peserta didik. Pada hari kedua PPDB, kuota 128 siswa telah terpenuhi.

"Total ada 400 formulir yang diambil. Yang kembali 128. Tinggal lihat pergeseran nilainya saja," tutur Humas SMAN 2 Sleman, Sukur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

alt

Riko Simanjuntak Bertekad Bawa PSS Sleman Menang Atas Persija

Sleman
| Jum'at, 16 Mei 2025, 14:27 WIB

Advertisement

alt

Status Geopark Kaldera Toba Terancam Dicabut UNESCO, DPR Ingatkan Pemerintah

Wisata
| Selasa, 13 Mei 2025, 18:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement