Kasus Perundungan Audrey Disebabkan Game

Newswire
Newswire Jum'at, 12 April 2019 11:07 WIB
Kasus Perundungan Audrey Disebabkan Game

ILustrasi kekerasan anak/JIBI

Harianjogja.com, BATAM--Kasus perundungan yang melibatkan pelajar di Pontianak menyita perhatian publik. Pemerhati pendidikan anak sekaligus senator Hardi Selamat Hood mengungkapkan kesedihannya atas kasus tersebut karena mencerminkan rasa kemanusiaan pada anak hilang.

"Miris, anak-anak kita tidak memiliki karakter yang kuat, rasa kemanusiaannya hilang," kata Hardi di Kota Batam, Kepulauan Riau, Kamis (11/4/2019).

Ia mengatakan sulit mempercayai anak usia SMA bisa melakukan perundungan yang menciderai orang lain, bahkan sampai harus dirawat di RS.

Perundungan, kata dia, bukan hanya terjadi di saat ini, melainkan sejak dulu. Namun, tidak sampai melukai orang lain.

"Bully sering terjadi, cuma dilakukan dalam konteks permainan, candaan. Gurau biasa," kata dia.

Menurut dia, perundungan yang berakhir dengan pengeroyokan bisa terjadi karena terinspirasi dari berbagai hal yang dilihatnya, termasuk permainan canggih (game).

"Perkembangan teknologi dahsyat, games yang memberikan inspirasi, itu terjadi," kata dia yang pernah menjabat Ketua Dewan Pendidikan Kota Batam itu.

Dan untuk mengantisipasi agar kasus itu tidak berulang, maka dibutuhkan ketahanan keluarga.

Menurut dia, pertahanan keluarga penting. Karena anak-anak adalah binaan keluarga, yang akan membentuk karakter generasi selanjutnya.

Ia melihat pertahanan keluarga sudah makin memudar, dengan banyaknya orang tua yang menitip anak ke lembaga lain untuk membesarkan buah hatinya.

"Kami di DPD sudah mengusulkan RUU Ketahanan Keluarga, yang memaksa orang tua bertanggung jawab pada anak," kata dia.*

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : antara

Share

Bernadheta Dian Saraswati
Bernadheta Dian Saraswati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online