Selat Hormuz Memanas, Kapal Jepang Lolos Tanpa Bayar ke Iran!

Newswire
Newswire Kamis, 14 Mei 2026 19:07 WIB
Selat Hormuz Memanas, Kapal Jepang Lolos Tanpa Bayar ke Iran!

Ilustrasi - Kapal tanker melintas di selat Hormuz. (ANTARA/Anadolu/aa.)

Harianjogja.com, TOKYO—Di tengah memanasnya situasi geopolitik Timur Tengah, kabar melegakan datang dari Jepang. Sebuah kapal yang terkait dengan negara tersebut dipastikan berhasil melintasi Selat Hormuz dengan aman tanpa harus membayar biaya apa pun kepada Iran.

Menteri Luar Negeri Jepang, Toshimitsu Motegi, menegaskan bahwa pelayaran kapal tersebut berlangsung lancar meski kawasan Teluk Persia masih diliputi ketegangan tinggi.

Dalam konferensi pers, Motegi menyampaikan bahwa kapal tersebut membawa empat awak berkewarganegaraan Jepang dan tidak mengalami gangguan selama proses pelintasan.

Tak Bayar “Tol”, Jepang Tegaskan Jalur Tetap Aman

Motegi juga menepis isu yang sempat beredar terkait adanya biaya tertentu yang harus dibayarkan kepada Iran untuk melintasi Selat Hormuz.

Ia menegaskan pemerintah Jepang terus melakukan komunikasi intensif dengan pihak terkait guna memastikan keselamatan jalur pelayaran internasional tetap terjaga.

Pemerintah Jepang, melalui Kementerian Luar Negeri Jepang, disebut secara aktif meminta Iran agar memberikan jaminan keamanan bagi kapal-kapal yang melintas di wilayah strategis tersebut.

Peran Perusahaan Energi Jepang

Presiden Eneos Holdings Inc., Tomohide Miyata, turut mengonfirmasi bahwa kapal tanker yang dikelola perusahaannya telah berhasil keluar dari kawasan Selat Hormuz.

Keberhasilan ini menjadi sinyal penting bagi stabilitas distribusi energi global, mengingat jalur tersebut merupakan salah satu rute pengiriman minyak paling vital di dunia.

39 Kapal Masih Berada di Kawasan Rawan

Meski satu kapal telah berhasil melintas, pemerintah Jepang masih memantau ketat situasi di kawasan Teluk Persia. Hingga kini, tercatat masih ada 39 kapal terkait Jepang yang berada di wilayah tersebut.

Kondisi ini membuat pemerintah Jepang meningkatkan kewaspadaan, termasuk koordinasi dengan negara-negara mitra untuk memastikan keamanan pelayaran tetap terjaga.

Dampak Konflik AS-Israel vs Iran

Ketegangan di kawasan ini meningkat sejak terjadinya serangan gabungan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026.

Sejak saat itu, Selat Hormuz kembali menjadi sorotan dunia karena berpotensi terganggu, padahal sekitar 20% pasokan minyak global melewati jalur ini setiap harinya.

Sebelumnya, kapal tanker yang dioperasikan oleh anak perusahaan Idemitsu Kosan Co. juga dilaporkan berhasil melintasi selat tersebut.

Ancaman Global Masih Mengintai

Meski pelintasan kapal Jepang kali ini berjalan aman, situasi di Selat Hormuz masih jauh dari stabil. Setiap eskalasi konflik berpotensi memicu gangguan rantai pasok energi global, termasuk lonjakan harga minyak dunia.

Keberhasilan kapal Jepang ini setidaknya memberi secercah harapan bahwa jalur strategis tersebut masih dapat dilalui dengan aman—namun risiko tetap tinggi seiring dinamika geopolitik yang belum mereda.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online