Akses Internet Sekolah Digenjot, Target 2026 16.557 Satuan Pendidikan
Pemerintah targetkan 16.557 sekolah terakses internet pada 2026. Digitalisasi pendidikan dipercepat, fokus wilayah 3T.
Ilustrasi - Kapal tanker melintas di selat Hormuz. (ANTARA/Anadolu/aa.)
Harianjogja.com, TOKYO—Di tengah memanasnya situasi geopolitik Timur Tengah, kabar melegakan datang dari Jepang. Sebuah kapal yang terkait dengan negara tersebut dipastikan berhasil melintasi Selat Hormuz dengan aman tanpa harus membayar biaya apa pun kepada Iran.
Menteri Luar Negeri Jepang, Toshimitsu Motegi, menegaskan bahwa pelayaran kapal tersebut berlangsung lancar meski kawasan Teluk Persia masih diliputi ketegangan tinggi.
Dalam konferensi pers, Motegi menyampaikan bahwa kapal tersebut membawa empat awak berkewarganegaraan Jepang dan tidak mengalami gangguan selama proses pelintasan.
Tak Bayar “Tol”, Jepang Tegaskan Jalur Tetap Aman
Motegi juga menepis isu yang sempat beredar terkait adanya biaya tertentu yang harus dibayarkan kepada Iran untuk melintasi Selat Hormuz.
Ia menegaskan pemerintah Jepang terus melakukan komunikasi intensif dengan pihak terkait guna memastikan keselamatan jalur pelayaran internasional tetap terjaga.
Pemerintah Jepang, melalui Kementerian Luar Negeri Jepang, disebut secara aktif meminta Iran agar memberikan jaminan keamanan bagi kapal-kapal yang melintas di wilayah strategis tersebut.
Peran Perusahaan Energi Jepang
Presiden Eneos Holdings Inc., Tomohide Miyata, turut mengonfirmasi bahwa kapal tanker yang dikelola perusahaannya telah berhasil keluar dari kawasan Selat Hormuz.
Keberhasilan ini menjadi sinyal penting bagi stabilitas distribusi energi global, mengingat jalur tersebut merupakan salah satu rute pengiriman minyak paling vital di dunia.
39 Kapal Masih Berada di Kawasan Rawan
Meski satu kapal telah berhasil melintas, pemerintah Jepang masih memantau ketat situasi di kawasan Teluk Persia. Hingga kini, tercatat masih ada 39 kapal terkait Jepang yang berada di wilayah tersebut.
Kondisi ini membuat pemerintah Jepang meningkatkan kewaspadaan, termasuk koordinasi dengan negara-negara mitra untuk memastikan keamanan pelayaran tetap terjaga.
Dampak Konflik AS-Israel vs Iran
Ketegangan di kawasan ini meningkat sejak terjadinya serangan gabungan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026.
Sejak saat itu, Selat Hormuz kembali menjadi sorotan dunia karena berpotensi terganggu, padahal sekitar 20% pasokan minyak global melewati jalur ini setiap harinya.
Sebelumnya, kapal tanker yang dioperasikan oleh anak perusahaan Idemitsu Kosan Co. juga dilaporkan berhasil melintasi selat tersebut.
Ancaman Global Masih Mengintai
Meski pelintasan kapal Jepang kali ini berjalan aman, situasi di Selat Hormuz masih jauh dari stabil. Setiap eskalasi konflik berpotensi memicu gangguan rantai pasok energi global, termasuk lonjakan harga minyak dunia.
Keberhasilan kapal Jepang ini setidaknya memberi secercah harapan bahwa jalur strategis tersebut masih dapat dilalui dengan aman—namun risiko tetap tinggi seiring dinamika geopolitik yang belum mereda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pemerintah targetkan 16.557 sekolah terakses internet pada 2026. Digitalisasi pendidikan dipercepat, fokus wilayah 3T.
KPK periksa istri dan anak eks Sekjen MPR Ma’ruf Cahyono, telusuri aset dugaan gratifikasi Rp17 miliar.
Jadwal KRL Jogja–Solo Jumat 3 Juli 2026 lengkap dari pagi hingga malam. Tarif Rp8.000, cek waktu keberangkatan di sini.
Harga bahan pokok di Sleman turun selama Juni 2026, diduga akibat liburnya program MBG saat libur sekolah.
B50 resmi berlaku, tekan impor BBM namun berisiko picu krisis minyak goreng dan beban subsidi akibat harga CPO.
Prediksi Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026. La Roja difavoritkan menang 2-0 atau 2-1 berkat lini belakang solid.