Masjid Tanim Diserbu Jamaah Haji RI! Ini Rahasianya

Newswire
Newswire Kamis, 14 Mei 2026 18:47 WIB
Masjid Tanim Diserbu Jamaah Haji RI! Ini Rahasianya

Jamaah calon haji mengambil miqat di Masjid Aisyah di wilayah Tan'im, Makkah, Kamis (14/05/2026). ANTARA/Citro Atmoko

Harianjogja.com, MAKKAH—Masjid Sayyidah Aisyah di Tan’im semakin menjadi pilihan utama bagi jamaah calon haji Indonesia yang ingin mengambil miqat untuk melaksanakan umrah sunah. Lokasinya yang strategis serta fasilitas yang memadai menjadi alasan utama tingginya minat jamaah.

Kepala Seksi Bimbingan Ibadah Daerah Kerja Makkah Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Erti Herlina, menyebut masjid ini memang dirancang untuk menunjang kebutuhan jamaah, termasuk dari Indonesia.

"Masjid itu menyediakan fasilitas kamar mandi dan tempat berganti pakaian ihram yang cukup memadai. Tak heran jika jamaah calon haji Indonesia sangat mudah ditemukan di sana," ujar Erti, Kamis.

Selain fasilitas, faktor jarak juga menjadi keunggulan utama. Masjid Tan’im berada tepat di batas tanah haram, hanya sekitar tujuh kilometer dari pusat Kota Makkah dan bisa ditempuh dalam waktu sekitar 15 menit perjalanan.

Akses menuju lokasi pun relatif mudah. Jamaah dapat menggunakan taksi dengan biaya sekitar 40 riyal sekali jalan. Biaya ini akan terasa lebih ringan jika ditanggung bersama oleh rombongan.

Waktu Terbaik Hindari Kepadatan

Untuk menjaga kenyamanan dan keamanan jamaah, PPIH juga memberikan rekomendasi waktu terbaik dalam mengambil miqat. Erti menyarankan agar jamaah memilih waktu selepas Ashar.

Menurutnya, waktu tersebut lebih ideal karena suhu udara mulai menurun dibandingkan siang hari, sekaligus dapat menghindari lonjakan jamaah dari berbagai negara.

"Karena habis Maghrib atau Isya semakin ramai di sini," ujar Erti.

Kondisi padat di malam hari berpotensi menimbulkan risiko, terutama bagi jamaah lanjut usia (lansia) yang lebih rentan terpisah dari rombongan.

Imbauan Jaga Kondisi Fisik

Meski umrah sunah menjadi ibadah yang sangat diminati, jamaah tetap diminta untuk tidak berlebihan dalam melaksanakannya. Pengelolaan stamina menjadi hal penting mengingat puncak ibadah haji sudah semakin dekat.

"Jangan sampai tenaga habis sebelum puncak haji," kata Erti.

Puncak haji yang berlangsung di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) membutuhkan kondisi fisik yang prima. Oleh karena itu, jamaah diimbau untuk bijak dalam mengatur aktivitas ibadah tambahan agar tetap optimal saat fase utama haji berlangsung.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online