Shin Tae-yong Keluhkan Rumput JIS Meski Persija Menang
Shin Tae-yong dan Rizky Ridho mengkritik kondisi rumput JIS setelah Persija Jakarta menang 1-0 atas Persebaya Surabaya.
ilustrasi penembakan - ist/Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Penembakan massal di Kota Krakow, Polandia, pada Sabtu (7/11/2026) menewaskan sedikitnya enam orang. Tragedi yang terjadi di kawasan Main Market Square atau Alun-Alun Pasar Utama itu juga menyebabkan belasan orang terluka, sementara polisi menemukan tiga jenazah tambahan di rumah terduga pelaku.
Pemerintah Polandia merespons tragedi tersebut dengan menetapkan dua hari berkabung nasional pada 8–9 November 2026 untuk menghormati para korban. Wali Kota Krakow, Lukasz Gibala, juga menetapkan masa berkabung di wilayahnya hingga 11 November.
Melansir Tass, Minggu (8/11/2026), penembakan dilakukan seorang pria berusia 24 tahun yang mengendarai mobil di kawasan Main Market Square sekitar pukul 15.00 waktu setempat. Dari dalam mobil, pelaku melepaskan tembakan secara acak ke sejumlah orang.
Kepolisian Polandia menyatakan pria tersebut merupakan warga negara Polandia dan sejauh ini menjadi satu-satunya tersangka dalam insiden tersebut. Pelaku mengalami luka akibat tembakan polisi ketika proses penangkapan dan saat ini menjalani perawatan di rumah sakit.
Jumlah korban meninggal dalam penembakan Krakow sempat dilaporkan lima orang. Namun, Kepala Provinsi Lesser Poland, Krzysztof Jan Kleczar, kemudian mengonfirmasi bahwa angka tersebut bertambah menjadi enam orang.
Pernyataan itu disampaikan Kleczar kepada stasiun televisi Polsat TV.
“Sayangnya, saya harus menyampaikan bahwa jumlah korban tewas mencapai enam orang, bukan lima. Ini sudah menjadi informasi resmi,” ujarnya.
Dia juga menyampaikan bahwa kondisi 12 orang yang terluka masih kritis. Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Polandia Marcin Kierwinski menyebut total korban luka dalam insiden tersebut mencapai 16 orang.
Perbedaan angka tersebut disampaikan oleh masing-masing pejabat dalam keterangan mereka. Informasi mengenai korban luka juga menjadi bagian dari perkembangan penanganan tragedi penembakan di Krakow.
Selain korban penembakan di kawasan pusat kota, polisi menemukan tiga jenazah tambahan di kediaman pelaku. Temuan tersebut dilaporkan stasiun televisi Polsat dan kemudian dikonfirmasi Perdana Menteri Polandia Donald Tusk.
Menurut Tusk, tiga orang yang ditemukan meninggal dunia terdiri atas dua perempuan dan seorang laki-laki. Ia menyebut terdapat indikasi bahwa ketiganya merupakan anggota keluarga dekat pelaku.
“Kami telah mendapatkan konfirmasi. Dua perempuan dan seorang laki-laki meninggal dunia di rumah pelaku kejahatan tersebut. Ini benar-benar tragedi yang luar biasa. Ada banyak indikasi bahwa mereka merupakan anggota keluarga dekatnya,” ujar Tusk, sebagaimana dikutip portal berita Onet.
Penemuan tiga jenazah tersebut menambah jumlah korban meninggal yang ditemukan dalam rangkaian kasus penembakan dan penyelidikan di Krakow.
Pemerintah Polandia menetapkan 8–9 November 2026 sebagai hari berkabung nasional untuk menghormati para korban. Keputusan tersebut diproses melalui prosedur resmi di Kantor Kepresidenan Polandia.
Kantor Kepresidenan menyatakan Presiden Karol Nawrocki telah memulai prosedur penetapan masa berkabung nasional. Draf keputusan selanjutnya akan diserahkan kepada Perdana Menteri Donald Tusk untuk ditandatangani.
Pernyataan tersebut disampaikan melalui akun X Kantor Kepresidenan Polandia.
“Menanggapi tragedi yang terjadi di Krakow, Presiden Polandia Karol Nawrocki telah memulai prosedur resmi untuk menetapkan masa berkabung nasional pada 8–9 November. Draf keputusan tersebut akan segera diserahkan kepada Perdana Menteri Donald Tusk untuk ditandatangani,” tulis kantor kepresidenan melalui akun X.
Di tingkat kota, Wali Kota Krakow Lukasz Gibala menetapkan masa berkabung hingga 11 November. Dengan demikian, penghormatan terhadap para korban berlangsung di tingkat nasional dan pemerintahan kota.
Di tengah penyelidikan, kepolisian Polandia juga membantah sejumlah laporan media yang menyebut tersangka kemungkinan memiliki kaki tangan. Polisi menegaskan bahwa pria yang ditangkap merupakan satu-satunya pelaku yang diketahui dalam insiden tersebut.
Melalui unggahan di X, kepolisian membantah pula laporan mengenai kematian seorang petugas polisi dan pencarian terhadap pelaku lain.
“Pelaku insiden di Alun-Alun Pasar Utama di Krakow adalah warga negara Republik Polandia. Kami menolak laporan tentang kematian seorang petugas polisi, serta klaim bahwa kami sedang mencari pelaku lain.”
"Pelaku tunggal yang diketahui dalam insiden tersebut saat ini berada dalam tahanan polisi," kata sumber itu.
Hingga perkembangan yang disampaikan dalam laporan tersebut, tersangka masih menjalani perawatan di rumah sakit setelah mengalami luka akibat tembakan polisi saat penangkapan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Shin Tae-yong dan Rizky Ridho mengkritik kondisi rumput JIS setelah Persija Jakarta menang 1-0 atas Persebaya Surabaya.
AS menawarkan hadiah hingga Rp362 miliar untuk informasi fasilitas, peralatan, dan personel terkait program nuklir Iran.
JAFF 2026 mengusung tema Influx dan menghadirkan 254 film dari 34 negara. Festival berlangsung di Jogja pada 28 November–5 Desember 2026.
Houthi mengklaim melancarkan enam operasi militer, termasuk menyasar Bandara Riyadh dan fasilitas Saudi Aramco. Arab Saudi belum mengonfirmasi laporan tersebut.
Real Madrid menang 3-0 atas Valencia di Mestalla. Los Blancos kini mengoleksi 30 poin, sama dengan Barcelona di puncak klasemen Liga Spanyol.
Polri mengidentifikasi 58 WNI menjadi korban dugaan TPPO berkedok rekrutmen tentara bayaran Rusia dengan iming-iming gaji Rp50 juta.