KBRI Riyadh: Belum Ada Laporan WNI Jadi Korban Serangan Bandara

Newswire
Newswire Minggu, 11 Oktober 2026 16:57 WIB
KBRI Riyadh: Belum Ada Laporan WNI Jadi Korban Serangan Bandara

Ilustrasi penembakan/Ist-Antara

Harianjogja.com, JAKARTA—Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh menyatakan belum menerima laporan warga negara Indonesia (WNI) yang meninggal dunia maupun terluka akibat serangan di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi, pada Sabtu (10/10/2026).

Meski demikian, kemungkinan adanya WNI di antara korban luka masih dalam proses konfirmasi. KBRI Riyadh terus berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk memastikan kondisi warga Indonesia di Arab Saudi setelah insiden tersebut.

“Sampai rilis ini dibuat, tidak ada laporan Warga Negara Indonesia yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Informasi mengenai kemungkinan Warga Negara Indonesia di antara korban luka masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut,” bunyi pernyataan KBRI Riyadh yang dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (11/10/2026).

Serangan Bandara Riyadh Tewaskan 12 Orang

Mengutip informasi Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi atau General Authority of Civil Aviation (GACA), KBRI Riyadh menyampaikan serangan tersebut menyebabkan 12 orang meninggal dunia dan 309 lainnya mengalami luka-luka.

Korban meninggal terdiri atas empat warga Arab Saudi, dua warga Bangladesh, serta masing-masing satu warga Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan.

Dari total korban luka, sejumlah orang dilaporkan berada dalam kondisi kritis. Seluruh korban luka telah mendapatkan penanganan medis di beberapa rumah sakit.

KBRI Riyadh menyatakan akan terus memantau perkembangan kondisi korban, termasuk memastikan apakah ada WNI yang menjadi korban dan sedang menjalani perawatan di rumah sakit di Riyadh maupun wilayah sekitarnya.

KBRI Terus Pantau Kondisi WNI di Arab Saudi

Jumlah WNI yang berada di Arab Saudi tercatat mencapai 361.147 orang per Desember 2025. Dengan jumlah tersebut, KBRI Riyadh menegaskan pentingnya koordinasi berkelanjutan dengan otoritas Arab Saudi untuk memperoleh informasi terbaru mengenai kondisi warga Indonesia.

Selain berkomunikasi dengan pihak berwenang, KBRI juga akan melakukan pemantauan di lapangan guna memastikan ada atau tidaknya WNI yang terdampak serangan tersebut.

Upaya pemantauan dilakukan seiring perkembangan situasi keamanan di Riyadh dan sekitarnya, terutama setelah serangan berdampak pada operasional bandara internasional utama di ibu kota Arab Saudi itu.

Operasional Bandara King Khalid Dihentikan Sementara

Serangan tersebut turut menyebabkan penghentian sementara operasional Bandara Internasional King Khalid di Riyadh. Penutupan sementara akan berlangsung sampai pemeriksaan dan penilaian yang diperlukan selesai dilakukan untuk memastikan keselamatan fasilitas bandara.

Proses pemeriksaan dilakukan melalui koordinasi dengan otoritas terkait. Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai waktu pasti operasional bandara akan kembali normal.

Menanggapi situasi tersebut, KBRI Riyadh mengimbau WNI yang hendak melakukan perjalanan dari maupun menuju Arab Saudi agar terlebih dahulu memeriksa status penerbangan kepada maskapai masing-masing sebelum berangkat ke bandara.

WNI Diimbau Hindari Area Rawan

KBRI Riyadh juga meminta seluruh WNI di Arab Saudi, khususnya yang berada di Riyadh, meningkatkan kewaspadaan dan menghindari lokasi yang dinilai rawan. Warga diminta menjauhi area Bandara Internasional King Khalid dan sekitarnya serta membatasi perjalanan jika tidak mendesak.

“Warga Negara Indonesia juga diimbau untuk tetap tenang, mematuhi arahan otoritas setempat, serta mengikuti perkembangan informasi melalui saluran resmi Pemerintah Arab Saudi dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Riyadh,” kata pernyataan kedutaan.

KBRI Riyadh menegaskan pemantauan situasi keamanan akan terus dilakukan. WNI diimbau mengutamakan keselamatan, mengikuti instruksi otoritas setempat, dan memastikan informasi perjalanan melalui kanal resmi selama kondisi belum sepenuhnya pulih.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online