CPNS 2026 Dibuka November, Prasetyo Hadi Minta Pelamar Bersiap
Pemerintah berencana membuka seleksi CPNS 2026 pada November. Simak alasan rekrutmen dan arahan Prasetyo Hadi kepada calon pelamar.
Aktivitas Gunung Semeru terpantau dari Pos Pengamatan Gunung Semeru di Desa Sumberwuluh, Kabupaten Lumajang, Jumat (28/8/2026). ANTARA/HO-PVMBG\r\n
Harianjogja.com, LUMAJANG—Gunung Semeru kembali erupsi pada Jumat (6/11/2026) sore dengan meluncurkan awan panas guguran sejauh sekitar 5 kilometer ke arah tenggara, tepatnya menuju Besuk Kobokan, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut masih berstatus Level III atau Siaga sehingga masyarakat diminta mematuhi rekomendasi keselamatan dari petugas.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Agastya Rajendra, melaporkan erupsi pertama terjadi pada pukul 15.48 WIB. Saat kejadian, tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak atau mencapai 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl).
"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 15.48 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak atau 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl)," kata Agastya dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.
Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah tenggara serta selatan. Aktivitas tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 milimeter dan durasi 744 detik.
"Erupsi luncurkan awan panas guguran dengan jarak luncur sekitar 5 km ke arah tenggara (Curah Kobokan)," tuturnya.
Semeru Kembali Erupsi pada Sore Hari
Aktivitas vulkanik Semeru kembali terjadi pada pukul 16.57 WIB. Pada erupsi kedua tersebut, tinggi kolom letusan teramati sekitar 500 meter di atas puncak atau 4.176 mdpl.
Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah tenggara. Erupsi itu terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi sekitar 5 menit 48 detik.
"Erupsi tersebut juga disertai awan panas dengan jarak luncur sekitar 4 km meter dari kawah ke arah tenggara," tuturnya.
Dengan status Level III atau Siaga, masyarakat dilarang melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.
Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Kawasan itu berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
"Masyarakat juga tidak boleh beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," kata Agastya.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru tersebut turut mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai maupun lembah yang berhulu di puncak Semeru.
Wilayah yang perlu mendapat perhatian khusus meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Selain itu, potensi lahar juga perlu diwaspadai pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai Besuk Kobokan.
BPBD Lumajang Perketat Pemantauan Semeru
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang meningkatkan kesiapsiagaan menyusul aktivitas erupsi Gunung Semeru yang disertai awan panas guguran (APG). BPBD menyebut awan panas guguran terjadi secara beruntun sebanyak empat kali pada Kamis.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Yudhi Cahyono, mengatakan pemantauan intensif dilakukan melalui sejumlah pos pantau untuk mengikuti perkembangan aktivitas vulkanik sekaligus mengantisipasi dampaknya terhadap masyarakat.
"Kami meningkatkan kesiapsiagaan, sehingga pemantauan intensif dilakukan melalui sejumlah pos pantau untuk mengikuti perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Semeru sekaligus mengantisipasi potensi dampaknya terhadap masyarakat," kata Yudhi.
Pemantauan dilakukan menggunakan kamera pengawas atau CCTV yang terpasang di sejumlah titik strategis. Lokasi yang menjadi perhatian khusus antara lain kawasan Curah Kobokan dan Oro-Oro Ombo.
"Tim Reaksi Cepat (TRC) siaga penuh dibantu dengan TNI, apabila sewaktu-waktu ada APG susulan dan petugas melakukan pemantauan melalui CCTV dari pos-pos pantau Curah Kobokan dan Oro-Oro Ombo,” tuturnya.
Yudhi menjelaskan beberapa kali erupsi Semeru disertai awan panas guguran. Luncuran awan panas tersebut terpantau mengarah ke tenggara, tepatnya kawasan Besuk Kobokan.
Sementara itu, sebaran abu vulkanik bergerak ke beberapa arah, yakni tenggara, barat daya, hingga selatan. BPBD terus melakukan pemantauan untuk mengikuti perkembangan aktivitas gunung dan mengantisipasi kemungkinan dampaknya terhadap warga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pemerintah berencana membuka seleksi CPNS 2026 pada November. Simak alasan rekrutmen dan arahan Prasetyo Hadi kepada calon pelamar.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 7 November 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 7 November 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif tiket Rp8.000.
FSMR ISI Jogja mengembangkan ARTI untuk menghimpun, mengelola, melestarikan, dan menyebarluaskan karya seni digital dosen serta mahasiswa.
BPS mencatat IPM DIY 2026 mencapai 83,43 atau tumbuh 1,15%. Kota Jogja mencatat nilai tertinggi sebesar 90,28.
FIPGB menyoroti pembatasan gas oleh PGN yang dinilai membuat industri tak sepenuhnya menikmati harga LNG US$13 per MMBTU hingga akhir 2026.