Gunung Bromo Erupsi, Wisatawan Diminta Patuhi Batas Aman Kawah

Newswire
Newswire Jum'at, 06 November 2026 19:17 WIB
Gunung Bromo Erupsi, Wisatawan Diminta Patuhi Batas Aman Kawah

Ilustrasi - Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dari puncak penanjakan 1 di Kabupaten Pasuruan Jawa Timur, Kamis (13/8/2026). /Antara-Umarul Farug/nym.\r\n

Harianjogja.com, MALANG—Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mengingatkan wisatawan agar mematuhi batas aman kunjungan ke kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, menyusul erupsi yang terjadi pada Kamis (5/11/2026).

Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan batas aman yang ditetapkan bagi wisatawan adalah satu meter dari area bibir kawah Gunung Bromo. Ketentuan tersebut mengacu pada rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

"Kami menggunakan rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dan tadi malam sudah menyosialisasikan ke pengunjung karena memang ada jarak aman yang diperkenankan," kata Rudi di Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (6/11/2026).

Penetapan batas aman tersebut bertujuan memastikan keselamatan seluruh wisatawan yang berada di kawasan Gunung Bromo. Terlebih, gunung yang membentang di empat daerah, yakni Kabupaten Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, dan Malang, masih berstatus waspada.

"Belum ada perubahan status dari aktivitas gunung Bromo, sebagaimana rekomendasi dari PVMBG. Untuk titik aman di lapangan sudah ada penandanya," ucapnya.

Sejumlah Destinasi Wisata Bromo Masih Dibuka

Meski terjadi erupsi, Balai Besar TNBTS memastikan sejumlah area wisata masih dibuka untuk pengunjung. Lokasi tersebut meliputi Penanjakan, Bukit Kedaluh, Lemah Pasar, Mentigen, Pusung Gedhe atau Lautan Pasir, serta Sabana Lembah Watangan.

Berdasarkan data kunjungan wisata per 5 Oktober 2026, kawasan Gunung Bromo dikunjungi 894 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 847 wisatawan nusantara dan 47 wisatawan mancanegara.

Sementara itu, kuota harian kunjungan wisata di Bromo ditetapkan sebanyak 2.752 orang.

TNBTS juga berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk memperketat pengawasan. Tim gabungan telah berjaga di kawasan Gunung Bromo agar tidak ada wisatawan yang mendekati area kawah.

"Ketika ada perubahan status akan kami perhatikan dan melakukan tindakan terukur berdasarkan data yang memang dikeluarkan oleh pihak berkompeten," ujar dia.

BPBD Probolinggo Petakan Jalur Evakuasi

Sementara itu, BPBD Probolinggo, Jawa Timur, memetakan kembali jalur evakuasi dan titik posko pengungsi setelah erupsi Gunung Bromo pada Kamis petang.

Kepala Pelaksana BPBD Probolinggo Oemar Sjarif mengatakan pemetaan dilakukan bersama TNI dan Polri sebagai langkah mitigasi apabila Gunung Bromo kembali mengalami erupsi.

"Hari ini kami bersama TNI dan Polri melakukan pemetaan kembali jalur evakuasi dan titik-titik posko pengungsi sebagai upaya mitigasi apabila sewaktu-waktu Gunung Bromo erupsi kembali," kata Oemar saat dikonfirmasi melalui telepon, Jumat.

Gunung Bromo mengalami erupsi pada Kamis pukul 17.11 WIB. Tinggi kolom letusan teramati sekitar 500 meter di atas puncak atau 2.829 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Berdasarkan catatan petugas, Gunung Bromo yang memiliki ketinggian 2.329 mdpl terakhir tercatat mengalami erupsi pada 19 Juli 2019 dengan visual letusan tidak teramati.

BPBD Probolinggo juga terus berkoordinasi dengan sejumlah pihak lintas sektor untuk memantau aktivitas Gunung Bromo. Koordinasi dilakukan dengan Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Bromo dan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) yang memiliki wilayah kawasan wisata tersebut.

Oemar mengatakan aktivitas vulkanik Gunung Bromo yang terpantau melalui kamera pengawas atau CCTV pada Jumat pagi masih stabil. Status gunung tersebut tetap berada pada Level II atau waspada.

"Tidak ada peningkatan atau kenaikan status Gunung Bromo, sehingga statusnya tetap waspada. Masyarakat dan wisatawan dilarang memasuki kawasan dalam radius 1 km dari kawah aktif Bromo," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online