Sertifikasi Halal UMKM Ditunda hingga 2028, Ini Alasannya
Pemerintah menunda kewajiban sertifikasi halal UMKM hingga 2028 karena banyak pelaku usaha belum memenuhi target dan terkendala administrasi.
Tampilan foto udara erupsi Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, Sabtu (5/9/2026). ANTARA/HO-Badan Geologi\r\n
Harianjogja.com, JAKARTA—Gunung Anak Krakatau masih mengalami erupsi pada Kamis (10/9/2026). Aktivitas gunung api di Selat Sunda tersebut masih tinggi dengan status Level III atau Siaga.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat erupsi Gunung Anak Krakatau terjadi pada Kamis (10/9/2026) pukul 09:10 WIB.
"Terjadi erupsi G. Anak Krakatau pada hari Kamis, 10 September 2026, pukul 09:10 WIB," kata Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dikutip dari laman resminya.
Dalam laporan tersebut, tinggi kolom erupsi Gunung Anak Krakatau tidak teramati. Namun, aktivitas erupsi terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 47 mm dan durasi 17 detik.
"Gunung api tertutup kabut. Asap kawah tidak teramati. Cuaca berawan, angin lemah ke arah barat laut. Suhu udara sekitar 25.9-26.1°C. Kelembaban 81-87%," jelas PVMBG.
Gunung Anak Krakatau Picu Gempa
Selain erupsi, aktivitas Gunung Anak Krakatau juga tercatat memicu empat kali gempa. Rinciannya terdiri atas tiga kali gempa Hybrid/Fase Banyak dan satu kali gempa Tremor Menerus.
PVMBG menyebut tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau saat ini masih berada pada Level III atau Siaga. Sejumlah imbauan pun disampaikan kepada masyarakat terkait kondisi gunung api tersebut.
Masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki tidak diperbolehkan memasuki atau melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 3 km dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.
PVMBG juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bahaya awan panas, lava, lontaran batu pijar, serta hujan abu lebat.
Masyarakat yang terdampak abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau juga direkomendasikan mengurangi aktivitas di luar rumah. Jika harus beraktivitas di luar, masyarakat disarankan menggunakan masker untuk menghindari gangguan pernapasan.
Warga Banten dan Lampung Diminta Tenang
PVMBG juga mengimbau masyarakat di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung agar tetap tenang. Masyarakat diminta tidak mempercayai isu mengenai erupsi Gunungapi Anak Krakatau yang disebut akan menyebabkan tsunami.
Masyarakat di wilayah tersebut dapat melakukan kegiatan seperti biasa dengan tetap mengikuti arahan dari BPBD setempat.
Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda sebelumnya mengalami erupsi pada Jumat (4/9/2026) malam. Erupsi tersebut menyebabkan material abu vulkanik menyebar hingga sejumlah daerah.
Wilayah yang terdampak penyebaran abu vulkanik tersebut khususnya meliputi Banten, DKI Jakarta, Sumatra, hingga Jawa Barat.
Dengan status aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih berada pada Level III atau Siaga, masyarakat perlu memperhatikan radius larangan aktivitas serta mengikuti informasi dan arahan dari PVMBG maupun BPBD setempat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Pemerintah menunda kewajiban sertifikasi halal UMKM hingga 2028 karena banyak pelaku usaha belum memenuhi target dan terkendala administrasi.
Cek jadwal perpanjangan SIM A dan C di Kulonprogo pada 26 Oktober 2026, lengkap dengan lokasi layanan dan dokumen persyaratan.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo 26 Oktober 2026, dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Kereta pertama pukul 05.05 WIB, tarif Rp8.000.
BPBD Sleman telah menyalurkan 1.024.000 liter air bersih hingga Oktober 2026. Sebanyak 11 sekolah dan Puskesmas Ngaglik II masih membutuhkan bantuan.
PSMS Medan mengalahkan PSIS Semarang 2-1 dan naik ke posisi kedua Grup A Pegadaian Championship 2026/2027. Dua kartu merah mewarnai laga.
Shin Tae-yong menyayangkan pemecatan sejumlah pelatih Super League 2026/2027, termasuk Jean-Paul van Gastel dan Marcos Santos setelah kalah dari Persija.