Banjir Nagoya Ganggu Atlet Indonesia Jelang Asian Games 2026
Banjir Nagoya sempat mengganggu latihan tim basket Indonesia. Taufik Hidayat memastikan NOC dan CdM mencari solusi.
Tampilan foto udara erupsi Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, Sabtu (5/9/2026). ANTARA/HO-Badan Geologi\r\n
Harianjogja.com, JAKARTA—Gunung Anak Krakatau masih mengalami erupsi pada Kamis (10/9/2026). Aktivitas gunung api di Selat Sunda tersebut masih tinggi dengan status Level III atau Siaga.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat erupsi Gunung Anak Krakatau terjadi pada Kamis (10/9/2026) pukul 09:10 WIB.
"Terjadi erupsi G. Anak Krakatau pada hari Kamis, 10 September 2026, pukul 09:10 WIB," kata Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dikutip dari laman resminya.
Dalam laporan tersebut, tinggi kolom erupsi Gunung Anak Krakatau tidak teramati. Namun, aktivitas erupsi terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 47 mm dan durasi 17 detik.
"Gunung api tertutup kabut. Asap kawah tidak teramati. Cuaca berawan, angin lemah ke arah barat laut. Suhu udara sekitar 25.9-26.1°C. Kelembaban 81-87%," jelas PVMBG.
Gunung Anak Krakatau Picu Gempa
Selain erupsi, aktivitas Gunung Anak Krakatau juga tercatat memicu empat kali gempa. Rinciannya terdiri atas tiga kali gempa Hybrid/Fase Banyak dan satu kali gempa Tremor Menerus.
PVMBG menyebut tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau saat ini masih berada pada Level III atau Siaga. Sejumlah imbauan pun disampaikan kepada masyarakat terkait kondisi gunung api tersebut.
Masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki tidak diperbolehkan memasuki atau melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 3 km dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.
PVMBG juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bahaya awan panas, lava, lontaran batu pijar, serta hujan abu lebat.
Masyarakat yang terdampak abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau juga direkomendasikan mengurangi aktivitas di luar rumah. Jika harus beraktivitas di luar, masyarakat disarankan menggunakan masker untuk menghindari gangguan pernapasan.
Warga Banten dan Lampung Diminta Tenang
PVMBG juga mengimbau masyarakat di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung agar tetap tenang. Masyarakat diminta tidak mempercayai isu mengenai erupsi Gunungapi Anak Krakatau yang disebut akan menyebabkan tsunami.
Masyarakat di wilayah tersebut dapat melakukan kegiatan seperti biasa dengan tetap mengikuti arahan dari BPBD setempat.
Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda sebelumnya mengalami erupsi pada Jumat (4/9/2026) malam. Erupsi tersebut menyebabkan material abu vulkanik menyebar hingga sejumlah daerah.
Wilayah yang terdampak penyebaran abu vulkanik tersebut khususnya meliputi Banten, DKI Jakarta, Sumatra, hingga Jawa Barat.
Dengan status aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih berada pada Level III atau Siaga, masyarakat perlu memperhatikan radius larangan aktivitas serta mengikuti informasi dan arahan dari PVMBG maupun BPBD setempat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Banjir Nagoya sempat mengganggu latihan tim basket Indonesia. Taufik Hidayat memastikan NOC dan CdM mencari solusi.
KPK memeriksa empat saksi kasus dugaan gratifikasi Rp20,7 miliar yang menjerat mantan Kepala Kanwil DJP Jakarta Khusus Muhammad Haniv.
Minyak jelantah dari MBG, KDMP, rumah tangga hingga restoran dijajaki Pertamina sebagai bahan baku bahan bakar pesawat ramah lingkungan.
Selama 56 tahun, SHARP telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia, mengikuti perubahan kebutuhan rumah tangga, perkembangan teknologi.
Menteri LH Jumhur Hidayat menegaskan pasar karbon Indonesia harus berbasis aksi iklim nyata, bukti kredibel, dan tata kelola berintegritas.
DPRD DIY meminta SPPG penyebab keracunan MBG ditutup permanen. Sebanyak 14 SPPG di DIY kini mendapat sanksi suspend.