Ledakan Gas Tanam Tewaskan 3 Orang, Korban Terakhir Telah Dievakuasi

Newswire
Newswire Rabu, 22 Juli 2026 06:47 WIB
Ledakan Gas Tanam Tewaskan 3 Orang, Korban Terakhir Telah Dievakuasi

Basarnas menemukan korban terakhir reruntuhan rumah di Grand Polonia Medan. Total tiga orang meninggal dan empat korban berhasil selamat. /ANtara.

Harianjogja.com, MEDAN— Tim SAR gabungan berhasil menemukan korban terakhir yang tertimbun reruntuhan rumah diduga akibat ledakan gas tanam di kawasan Perumahan Grand Polonia, Kota Medan, pada Selasa (21/7). Dengan ditemukannya korban tersebut, operasi pencarian dan penyelamatan resmi dinyatakan selesai setelah seluruh korban berhasil dievakuasi.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Medan Hery Marantika mengatakan korban terakhir merupakan seorang perempuan yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

"Korban terakhir berhasil ditemukan pada pukul 18.20 WIB dalam kondisi meninggal dunia di bawah timbunan material bangunan," ujar Hery Marantika di Medan, Selasa.

Seluruh Korban Berhasil Dievakuasi

Hery menjelaskan korban yang ditemukan pada Selasa sore merupakan korban terakhir dalam peristiwa tersebut.

Sebelumnya, tim SAR gabungan telah mengevakuasi korban pertama pada Selasa dini hari sekitar pukul 02.20 WIB. Korban pertama juga merupakan seorang perempuan.

Proses pencarian kemudian berlanjut hingga tim gabungan kembali menemukan korban kedua pada pukul 15.40 WIB yang juga berjenis kelamin perempuan.

"Korban ketiga telah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan proses lebih lanjut oleh pemangku kebijakan terkait," kata dia.

Empat Tim Dikerahkan dalam Operasi SAR

Untuk mempercepat pencarian, Basarnas membagi operasi menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU) dengan tugas yang berbeda.

SRU I melakukan pencarian sekaligus identifikasi korban menggunakan drone thermal di sekitar lokasi kejadian. SRU II bertugas melakukan pencarian dan evakuasi menggunakan metode ASR 1 di area yang lebih luas, termasuk mengidentifikasi potensi bahaya serta mengembangkan sektor pencarian.

Sementara itu, SRU III melakukan pencarian cepat dengan metode ASR 3 yang difokuskan pada struktur bangunan yang diduga masih menyimpan korban menggunakan peralatan ekstrikasi.

Adapun SRU IV menangani proses evakuasi material bangunan dengan dukungan alat berat berupa crane, mobil tangga pemadam kebakaran, ekskavator, serta alat pemotong besi untuk membuka akses menuju titik yang diduga terdapat korban.

Tujuh Korban, Tiga Meninggal Dunia

Berdasarkan data akhir, insiden reruntuhan rumah di Perumahan Grand Polonia mengakibatkan tujuh orang menjadi korban. Sebanyak empat orang berhasil diselamatkan, sedangkan tiga korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Menurut Hery, keberhasilan menemukan korban terakhir merupakan hasil kerja seluruh unsur SAR gabungan yang bekerja tanpa henti sejak operasi dimulai.

Operasi tersebut melibatkan Brimob Polda Sumatera Utara, Direktorat Samapta Polda Sumatera Utara, TNI, Polri, BPBD Kota Medan, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Medan, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perhubungan, tenaga kesehatan, pemerintah setempat, PT MBS, serta berbagai unsur SAR gabungan lainnya.

"Dengan ditemukan-nya korban terakhir, seluruh target operasi telah berhasil dievakuasi sehingga Operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan ditutup," ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online