Bom Bunuh Diri Guncang Kantor Polisi di Swat Pakistan, 14 Orang Tewas

Newswire
Newswire Senin, 03 Agustus 2026 07:57 WIB
Bom Bunuh Diri Guncang Kantor Polisi di Swat Pakistan, 14 Orang Tewas

Ilustrasi Ledakan. - Freepik

Harianjogja.com, MOSKOW— Sedikitnya 14 orang tewas dalam ledakan yang terjadi di luar kantor polisi di Kota Kabal, Distrik Swat, Pakistan, Minggu (2/8/2026). Insiden yang diduga merupakan aksi bom bunuh diri itu juga menyebabkan puluhan orang mengalami luka-luka, sementara aparat keamanan langsung menutup lokasi dan memulai penyelidikan.

Kepolisian Distrik Swat, seperti dikutip surat kabar lokal Dawn, menyebut ledakan terjadi setelah seorang pria yang belum diketahui identitasnya berupaya memasuki area kantor polisi.

Pelaku Meledakkan Bom di Pintu Masuk

Menurut laporan tersebut, petugas menghentikan pria tersebut sebelum memasuki kompleks kantor polisi. Pelaku kemudian meledakkan alat peledak di pintu masuk gedung.

Kepala Kepolisian Distrik Swat (DPO) Umar Khan mengatakan ledakan terjadi ketika personel kepolisian berusaha menghentikan sekaligus menggeledah pelaku.

"Pelaku bom bunuh diri meledakkan bahan peledak setelah personel polisi berusaha menghentikan dan menggeledahnya di pintu masuk kantor polisi," kata Khan, dilansir Al Jazeera.

Kepolisian Distrik Swat melaporkan 14 orang meninggal dunia dan 14 orang lainnya terluka. Namun, kantor berita China, Xinhua, menyebut jumlah korban luka mencapai 26 orang.

Sementara itu, Wakil Inspektur Jenderal Polisi Swat, Fida Hussain, mengatakan sedikitnya 22 orang mengalami luka-luka dalam serangan tersebut. Hingga kini belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas aksi itu.

Ledakan Terjadi Saat Demonstrasi Berlangsung

Saat ledakan terjadi, ratusan warga sedang menggelar aksi unjuk rasa di sebuah persimpangan jalan yang berada tidak jauh dari kantor polisi.

Demonstrasi tersebut dilakukan oleh kelompok pemuda untuk mendesak pemerintah mengambil langkah tegas menghadapi meningkatnya aksi kekerasan di wilayah Swat.

Ledakan terjadi ketika pembicara terakhir masih menyampaikan pidato sehingga memicu kepanikan. Warga yang berada di lokasi berlarian menyelamatkan diri.

Dalam aksi tersebut, sejumlah pembicara juga menuding aparat lebih banyak menindak warga sipil yang damai, sementara kelompok bersenjata dinilai masih leluasa beroperasi di kawasan pegunungan dan menyebarkan aktivitas mereka melalui media sosial.

"Kami telah menyaksikan bertahun-tahun pertumpahan darah. Kami tidak ingin generasi lain menjadi janda dan yatim piatu," kata salah satu pembicara yang dikutip media Pakistan, Dawn.

Presiden Pakistan Kecam Serangan

Presiden Pakistan Asif Ali Zardari dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif mengutuk serangan bom bunuh diri tersebut serta menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

Dalam pernyataan terpisah, keduanya juga mendoakan kesembuhan para korban luka dan memerintahkan otoritas terkait memastikan seluruh korban memperoleh perawatan medis terbaik.

Selain itu, Zardari dan Sharif menegaskan perjuangan Pakistan melawan "terorisme" akan terus dilanjutkan hingga ancaman tersebut benar-benar diberantas.

Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi turut mengecam serangan tersebut. Ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban sekaligus mendoakan para korban luka segera pulih.

Selidiki Pelaku

Umar Khan mengatakan aparat keamanan telah menutup area ledakan dan memulai penyelidikan untuk mengungkap pelaku beserta jaringan yang berada di balik serangan tersebut.

Korban luka dievakuasi ke rumah sakit di Saidu Sharif, yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Beberapa korban dilaporkan dalam kondisi kritis.

Di saat yang sama, kepolisian juga menggelar operasi pencarian dan penyisiran di sekitar wilayah serangan.

Serangan di Swat terjadi di tengah meningkatnya gelombang kekerasan di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, wilayah yang sejak 2007 menjadi lokasi pemberontakan Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) terhadap pemerintah Pakistan dengan tujuan menerapkan sistem pemerintahan versi mereka sendiri.

Sebelumnya, tiga hari sebelum ledakan bom bunuh diri di Swat, serangan penyergapan menggunakan drone bermuatan bahan peledak menewaskan 11 polisi di sebuah pos pemeriksaan di Distrik Hangu.

Sementara itu, serangan bom mobil di Distrik Tank pada akhir Juli menewaskan 27 tentara Pakistan. Serangan tersebut diklaim oleh TTP.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online