Ledakan Gas Pipa Tanam Robohkan Rumah di Medan, 1 Tewas dan 2 Hilang

Newswire
Newswire Selasa, 21 Juli 2026 10:37 WIB
Ledakan Gas Pipa Tanam Robohkan Rumah di Medan, 1 Tewas dan 2 Hilang

Ledakan diduga akibat gas pipa tanam merobohkan rumah di Perumahan Grand Polonia, Medan. Dua korban masih dalam pencarian tim SAR gabungan. /Instagram.

Harianjogja.com, MEDAN—Sebuah rumah di kawasan Perumahan Grand Polonia, Kota Medan, roboh setelah diduga terjadi ledakan gas pipa tanam pada Senin (20/7/2026). Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia, dua orang masih dinyatakan hilang, sementara empat lainnya berhasil menyelamatkan diri.

Dampak ledakan membuat bangunan runtuh sehingga proses pencarian korban harus dilakukan secara intensif oleh Kantor Basarnas Kelas A Medan bersama tim SAR gabungan.

Basarnas Kerahkan Tiga Tim SAR

Kepala Basarnas Kelas A Medan, Hery Marantika, mengatakan operasi pencarian dioptimalkan dengan membentuk tiga Search and Rescue Unit (SRU) yang memiliki tugas berbeda di lokasi kejadian.

"Kami mengoptimalkan pencarian dengan membagi tim menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU)," ujar Hery, Selasa.

SRU I bertugas mendeteksi keberadaan korban menggunakan drone thermal. Sementara SRU II melakukan pencarian melalui metode Area Search Rescue (ASR) 1 sekaligus memetakan potensi bahaya di sekitar lokasi.

Adapun SRU III difokuskan membuka akses menuju titik-titik yang diduga menjadi lokasi korban tertimbun menggunakan peralatan ekstrikasi.

Ledakan Diduga Berasal dari Gas Pipa Tanam

Hery menjelaskan peristiwa nahas tersebut diduga dipicu ledakan gas pipa tanam yang menyebabkan rumah runtuh dan menimbulkan korban jiwa.

Berdasarkan data sementara, terdapat tujuh orang berada di lokasi saat kejadian. Empat orang berhasil selamat, yakni Jeavelin (2 tahun), Hasan, seorang sopir, dan seorang kurir.

Satu korban meninggal dunia telah ditemukan, sedangkan identitasnya masih dipastikan. Hingga kini dua korban lainnya masih diduga tertimbun reruntuhan bangunan.

Berbagai Peralatan Dikerahkan

Untuk mempercepat proses evakuasi, Basarnas mengerahkan berbagai perlengkapan pendukung, mulai dari rescue truck, rescue car double cabin, drone thermal, crane, peralatan mountaineering, peralatan ekstrikasi, alat penerangan, peralatan medis, hingga perlengkapan komunikasi.

"Dalam operasi ini tim didukung berbagai peralatan, antara lain rescue truck, rescue car double cabin, drone thermal, crane, peralatan mountaineering, peralatan ekstrikasi, alat penerangan, peralatan medis, dan perlengkapan komunikasi," kata Hery.

Tim SAR Terus Membuka Akses Reruntuhan

Hery mengungkapkan laporan kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan pada Senin (20/7/2026) pukul 18.40 WIB dari personel Brimob Polda Sumatera Utara.

"Informasi kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan pada pukul 18.40 WIB dari personel Brimob Polda Sumatera Utara. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Basarnas Medan segera diberangkatkan menuju lokasi kejadian dengan membawa peralatan untuk mendukung proses pencarian dan evakuasi," sebut dia.

Hingga Selasa, tim SAR gabungan masih melakukan penyisiran dan membuka akses di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi korban tertimbun.

"Tim SAR gabungan tetap melakukan penyisiran dan pembukaan akses pada titik-titik yang diduga menjadi lokasi korban tertimbun, sementara perkembangan lebih lanjut akan disampaikan secara resmi sesuai hasil operasi di lapangan," ujarnya

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online