Viral Foto Budi Gunadi Sadikin Pakai Tabung Oksigen, Ini Penjelasan Kemenkes

Newswire
Newswire Minggu, 25 Oktober 2026 11:47 WIB
Viral Foto Budi Gunadi Sadikin Pakai Tabung Oksigen, Ini Penjelasan Kemenkes

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (tengah) didampingi Gubernur Kalteng Agustiar Sabran (kanan) meninjau layanan pemeriksaan kesehatan di rumah oksigen di ruang terbuka hijau, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jumat (23/10/2026).

Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membantah narasi di media sosial yang menyebut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengalami sesak napas saat menggunakan tabung oksigen dalam kunjungan kerja ke Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Kemenkes menjelaskan penggunaan fasilitas tersebut bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penanganan dampak kabut asap.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman mengatakan foto Budi Gunadi Sadikin menggunakan tabung oksigen memang diambil saat kunjungan kerja ke Palangka Raya pada Jumat (23/10).

Namun, menurut Aji, narasi yang beredar di media sosial tidak benar dan mengarah pada disinformasi, fitnah, dan kebencian (DFK).

"Menkes sama sekali tidak merasa sesak napas pada saat itu, dan terbantu dengan menggunakan masker KN95 selama kunjungan berlangsung," kata Aji di Jakarta, Minggu (25/10).

Aji menjelaskan Menkes menggunakan kesempatan tersebut untuk memberikan informasi dan edukasi mengenai fasilitas rumah oksigen sekaligus memastikan layanan oksigen dapat diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Kunjungan itu juga menjadi bagian dari upaya mendukung promosi keberadaan Rumah Oksigen milik MDMC dan Bus Oksigen milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Kedua fasilitas tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan akibat kabut asap.

Kemenkes mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang memelintir fakta. Aji meminta perhatian publik diarahkan pada upaya melindungi kesehatan warga yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Mari fokus pada upaya bersama melindungi kesehatan warga terdampak karhutla dan memastikan mereka mendapatkan layanan kesehatan yang dibutuhkan," katanya.

BEM SI Desak Pemerintah dan Perusahaan Bertanggung Jawab

Di sisi lain, Koordinator Wilayah Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kalimantan Barat mendesak pemerintah dan perusahaan bertanggung jawab atas dampak karhutla, terutama terhadap kesehatan masyarakat akibat kabut asap.

Koordinator Wilayah BEM SI Kalbar Fadil Maulana mengatakan persoalan kesehatan warga yang terdampak kebakaran hutan dan lahan harus menjadi perhatian serius. Pernyataan itu disampaikan di Pontianak, Sabtu.

"Dampak karhutla terhadap kesehatan masyarakat harus menjadi perhatian serius. Pemerintah perlu memastikan warga terdampak mendapatkan perlindungan dan layanan kesehatan," kata Fadil.

Ia menegaskan karhutla bukan hanya persoalan lingkungan, melainkan juga berkaitan dengan keselamatan masyarakat serta hak warga untuk mendapatkan udara bersih dan pelayanan kesehatan yang memadai. Ia juga menyoroti perlunya pemberian sanksi kepada pihak yang membakar lahan.

Melalui tujuh tuntutan, BEM SI Kalbar meminta Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan dinas kesehatan menyediakan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat terdampak. Layanan yang diminta mencakup posko kesehatan, oksigen, obat-obatan, serta pasokan air bersih bagi warga yang membutuhkan.

Dalam pernyataannya, BEM SI Kalbar mengutip angka 165.727 kasus atau penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang disebut bersumber dari data Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Kalbar.

Namun, periode pencatatan dan rincian data tersebut belum dijelaskan dalam pernyataan organisasi mahasiswa itu.

Desakan tersebut menambah sorotan terhadap penanganan dampak karhutla, khususnya perlindungan kesehatan masyarakat yang terpapar kabut asap. Penyediaan fasilitas oksigen, layanan medis, obat-obatan, dan air bersih menjadi bagian dari kebutuhan warga terdampak yang disuarakan BEM SI Kalbar.

Di tengah beredarnya informasi mengenai kondisi Menkes, Kemenkes meminta masyarakat tidak teralihkan oleh narasi yang tidak sesuai fakta. Pemerintah dan berbagai pihak juga didorong untuk memusatkan perhatian pada perlindungan kesehatan warga serta pemenuhan layanan yang dibutuhkan akibat dampak karhutla.

K

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online