Netanyahu Desak AS Serang Iran Lagi, Trump Masih Utamakan Dialog
Trump masih mengutamakan diplomasi dengan Iran meski Netanyahu mendesak AS kembali melancarkan serangan militer setelah pemilu sela.
Foto ilustrasi bendera Rusia dan Ukraina, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, JAKARTA—Mantan anggota TNI dan Polri turut menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan modus perekrutan tentara bayaran untuk dikirim ke Rusia. Mereka direkrut bersama warga sipil melalui tawaran pekerjaan yang tidak secara terbuka menyebut tugas sebagai tentara bayaran.
Direktur PPA-PPO Bareskrim Polri Brigjen Pol. Nurul Azizah mengatakan para korban berasal dari berbagai latar belakang, termasuk mereka yang pernah bertugas sebagai anggota TNI maupun Polri.
“Untuk yang direkrut itu tidak hanya warga sipil, tapi juga ada eks TNI dan eks Polri,” katanya di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Senin.
Nurul menjelaskan, dalam proses perekrutan, calon korban tidak langsung diberi tahu bahwa pekerjaan yang ditawarkan berkaitan dengan aktivitas sebagai tentara bayaran. Mereka justru ditawari pekerjaan lain, salah satunya di bidang logistik.
Korban Dijemput dan Baru Diberi Tahu Tujuan Pekerjaan
Kasubdit 3 Dittipid PPA-PPO Bareskrim Polri Kombes Pol. Yolanda Evalyn Sebayang memaparkan salah satu modus yang terungkap dalam laporan polisi (LP) yang ditangani Polres Bogor.
Dalam laporan tersebut, polisi menetapkan dua tersangka, memasukkan satu orang dalam daftar pencarian orang (DPO), serta mengidentifikasi 22 korban.
Yolanda menjelaskan, para korban awalnya menemukan tawaran pekerjaan melalui iklan di media sosial. Iklan tersebut menawarkan berbagai jenis pekerjaan di sejumlah negara dengan iming-iming gaji bernilai besar.
Orang-orang yang mengisi tautan pendaftaran kemudian dihubungi dan dijemput oleh pelaku. Pada tahap itulah mereka baru diberi tahu bahwa pekerjaan yang ditawarkan sebenarnya adalah menjadi tentara bayaran di Rusia.
“(Dijemput, red.) untuk ke titik tempat mereka diberitahukan bahwa pekerjaan yang ditawarkan sebenarnya adalah menjadi tentara bayaran di Rusia,” katanya.
Menurut Yolanda, apabila calon korban menyetujui tawaran tersebut, mereka akan diminta menandatangani perjanjian keberangkatan.
Sebaliknya, jika menolak atau meminta dipulangkan, mereka diwajibkan mengganti biaya transportasi menuju daerah asal masing-masing.
Yolanda mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap tawaran pekerjaan di luar negeri, terutama yang berkedok lowongan kerja tetapi berujung pada perekrutan sebagai tentara bayaran Rusia.
Polisi Tangani Lima Laporan dengan 58 Korban
Dittipid PPA-PPO Bareskrim Polri bersama Direktorat Reserse PPA-PPO Polda jajaran saat ini menangani lima laporan polisi terkait TPPO bermodus perekrutan tentara bayaran Rusia.
Dari lima laporan tersebut, penyidik telah menetapkan 13 tersangka dan mengidentifikasi total 58 korban.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Trump masih mengutamakan diplomasi dengan Iran meski Netanyahu mendesak AS kembali melancarkan serangan militer setelah pemilu sela.
BNPB mengingatkan masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem, banjir bandang, longsor, dan banjir lahar saat musim hujan.
Cek jadwal SIM Keliling dan layanan perpanjangan SIM Gunungkidul November 2026, termasuk lokasi, syarat dokumen, serta biaya SIM A dan C.
Satlantas Polresta Jogja menyediakan layanan perpanjangan SIM November 2026 melalui Satpas, SIM Keliling, SIM Mami, Drive Thru, dan MPP.
FHI DIY menargetkan atlet lolos ke PON 2028 melalui pembinaan sejak dini, latihan rutin mandiri, dan peningkatan fasilitas latihan.
BPS mencatat 938,84 juta perjalanan wisatawan nusantara sepanjang Januari-September 2026, naik 4,10% dan tertinggi sejak 2019.