Medvedev: AS Harus Berunding, Bukan Unjuk Kekuatan di Iran

Newswire
Newswire Minggu, 04 Oktober 2026 13:57 WIB
Medvedev: AS Harus Berunding, Bukan Unjuk Kekuatan di Iran

Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev. /Antara-Sputnik/Pool/Yulia Zyryanova/am.

Harianjogja.com, MOSKOW— Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev menilai serangan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran justru menimbulkan kerugian bagi Washington. Menurut dia, kenaikan harga minyak dan solar akibat langkah tersebut turut membebani para pembayar pajak AS.

Pernyataan itu disampaikan Medvedev dalam wawancara dengan stasiun penyiaran Iran IRIB, Sabtu. Ia mengatakan perubahan besar dalam perekonomian global yang terjadi setelah tindakan agresif terhadap Iran seharusnya menjadi pelajaran bagi pemerintah AS.

"Langkah agresif terhadap Iran ini telah menyebabkan perubahan besar dalam perekonomian global, yang bahkan harus diperhitungkan oleh AS. Kenaikan harga minyak dan solar juga membebani para pembayar pajak AS," kata Medvedev dalam wawancara dengan stasiun penyiaran Iran IRIB, Sabtu.

Menurut Medvedev, Washington semestinya mengambil pelajaran dari kondisi tersebut. Ia menilai perundingan lebih baik digunakan dibandingkan menunjukkan kekuatan militer.

"Oleh karena itu, menurut saya, ini merupakan pelajaran yang seharusnya dipetik oleh pemerintah AS dari episode sulit ini," imbuh Medvedev.

Medvedev Soroti Kebijakan AS

Medvedev mengatakan Washington perlu belajar berunding apabila ingin menghindari keruntuhan ekonomi global. Ia kembali menekankan bahwa pendekatan yang dilakukan bukan berupa "unjuk kekuatan".

Ia juga mengkritik upaya mengubah secara paksa dasar-dasar rezim politik Iran dan mengesampingkan negara tersebut. Menurut Medvedev, kebijakan tersebut justru menimbulkan konsekuensi lain di tingkat global.

"Upaya untuk mengubah secara paksa dasar-dasar rezim politik Iran dan secara efektif mengesampingkan negara tersebut justru telah menyebabkan semakin banyak negara mempertimbangkan kemungkinan untuk memiliki senjata nuklir. Itulah harga dari kebijakan AS yang ceroboh di kawasan tersebut," kata Medvedev.

Sebelumnya, Medvedev mengatakan Moskow membantu Iran dalam konflik dengan Amerika Serikat dan Israel. Bantuan tersebut, menurut dia, dilakukan melalui upaya diplomatik serta pemblokiran resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) yang dapat melegitimasi serangan terhadap Teheran.

"Upaya diplomatik kami sangat dihargai oleh kepemimpinan Iran. Hal itu benar-benar penting, baik pernyataan politik maupun, dalam beberapa kasus, pemblokiran langsung resolusi DK PBB yang dapat melegitimasi serangan terhadap Iran oleh masyarakat internasional," kata Medvedev.

"Jika bukan bantuan langsung, lalu apa?," imbuh Medvedev dalam wawancara dengan stasiun penyiaran Iran IRIB, Sabtu.

Rusia-Iran Perkuat Kerja Sama

Selain dukungan diplomatik, Rusia dan Iran juga mengembangkan kerja sama yang saling menguntungkan di bidang pertahanan dan teknologi tinggi.

Medvedev mencontohkan pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr yang dibangun di Iran oleh perusahaan nuklir milik negara Rusia, Rosatom.

Kerja sama kedua negara juga mencakup sektor minyak. Medvedev mengatakan investasi perusahaan-perusahaan Rusia berkontribusi terhadap produksi minyak Iran.

"Saya juga tidak bisa melewatkan kerja sama di sektor minyak. Saat ini, berkat investasi perusahaan-perusahaan Rusia, Iran memproduksi sekitar tujuh persen dari total produksi minyaknya," imbuh Medvedev.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online