Rusia Perketat Kerahasiaan Data Energi, Ini Informasi yang Dibatasi

Newswire
Newswire Selasa, 29 September 2026 13:17 WIB
Rusia Perketat Kerahasiaan Data Energi, Ini Informasi yang Dibatasi

Presiden Rusia Vladimir Putin. ANTARA/Anadolu

Harianjogja.com, ISTANBUL—Presiden Rusia Vladimir Putin memperketat akses dan pengungkapan informasi terkait minyak serta produk energi Rusia. Langkah yang ditetapkan melalui dekrit pada Senin (28/9) tersebut ditujukan untuk menyulitkan penegakan sanksi yang diberlakukan Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Barat lainnya.

Dekrit itu diterbitkan di portal informasi hukum resmi Rusia. Pemerintah Rusia menyebut pembatasan tersebut diperlukan sebagai respons terhadap tindakan yang dianggap tidak bersahabat dan bertentangan dengan hukum internasional.

Menurut dokumen tersebut, kebijakan diambil "karena perlunya tindakan segera sebagai tanggapan atas tindakan tidak bersahabat yang bertentangan dengan hukum internasional oleh Amerika Serikat serta negara-negara asing dan organisasi internasional yang bergabung dengannya."

Data Kilang dan Produk Energi Rusia Dibatasi

Salah satu informasi yang kini masuk dalam daftar data dengan akses terbatas adalah volume pengolahan serta hasil produksi badan hukum yang merupakan kilang minyak Rusia.

Pembatasan juga mencakup berbagai informasi dalam aktivitas ekspor produk energi Rusia. Data mengenai nama, kuantitas, dan harga produk energi yang diekspor tidak boleh disebarluaskan.

Identitas penjual, pembeli, dan perantara turut masuk dalam informasi yang dibatasi. Begitu pula dengan data penyelesaian pembayaran, tanggal dan waktu pengiriman, sarana transportasi, serta rute distribusi.

Informasi mengenai terminal dan fasilitas penyimpanan juga dibatasi, termasuk koordinat geografis fasilitas tersebut.

Selain itu, "statistik pabean agregat" dan data mengenai "rencana volume penjualan" untuk produk minyak serta produk energi juga dikategorikan sebagai informasi yang aksesnya dibatasi.

Penyebaran informasi tersebut melalui media dan internet juga dilarang berdasarkan dekrit. Pengecualian diberikan untuk informasi yang diungkapkan perusahaan mengenai kegiatan mereka sendiri.

Pemerintah Rusia Siapkan Aturan Pemrosesan Data

Meski akses terhadap data diperketat, informasi tetap dapat diberikan apabila memperoleh persetujuan dari pemilik data. Instansi pemerintah juga dapat mengakses informasi tersebut sepanjang berada dalam lingkup kewenangan hukum mereka.

Pemerintah Rusia diberikan waktu 10 hari untuk menetapkan kode produk yang masuk dalam pembatasan. Selain itu, pemerintah harus menyetujui aturan mengenai pemrosesan data secara otomatis yang berasal dari sistem negara.

Kebijakan tersebut diterapkan ketika isu serangan terhadap fasilitas energi Rusia juga menjadi bagian dari pembicaraan antara Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan Presiden AS Donald Trump.

Sebelumnya, Zelenskyy menyatakan siap mengurangi intensitas serangan terhadap kilang minyak Rusia dalam percakapannya dengan Trump.

“Saya berbicara dengan Presiden Zelensky. Saya mengatakan, ‘Anda harus mengurangi serangan terhadap kilang minyak’,” kata Trump dalam wawancara dengan Fox News.

Ketika ditanya mengenai tanggapan Zelensky, presiden AS tersebut menjawab, “Ia mengatakan, ‘Ya, kami mungkin akan melakukan itu.’”

Trump sebelumnya mengatakan bahwa konflik di Ukraina mendorong kenaikan harga bahan bakar diesel di Amerika Serikat.

Pada 14 September, Trump juga mengeklaim bahwa Kiev telah sepakat untuk tidak menyerang fasilitas energi Rusia.

Putin Sebut Respons Rusia Signifikan

Di sisi lain, Putin sebelumnya mengatakan proses perbaikan kilang minyak di Rusia berlangsung cukup cepat. Ia juga menyampaikan bahwa Rusia telah memberikan respons terhadap serangan Ukraina.

Menurut Putin, respons Rusia tersebut “terbukti cukup signifikan bagi mereka yang membuka kotak Pandora”.

Putin mengatakan Kiev memicu langkah-langkah pembalasan tersebut dengan melancarkan serangan terhadap sasaran sipil di wilayah Rusia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online