Bareskrim Rekomendasikan Pencabutan Izin 23 Korporasi Terkait Karhutla
Bareskrim Polri merekomendasikan pencabutan izin 23 korporasi terkait karhutla berdasarkan sejumlah indikator, termasuk kebakaran berulang dan luas lahan terbak
Ilustrasi cuaca buruk./Pixabay
Harianjogja.com, JAKARTA—Kemunculan bibit siklon tropis 91B di Teluk Andaman, sebelah utara Aceh, meningkatkan potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat mewaspadai hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, menjelaskan bibit siklon tersebut diperkirakan tidak berdampak langsung ke daratan Indonesia. Meski demikian, fenomena atmosfer itu berpotensi meningkatkan curah hujan di sejumlah daerah hingga 30 Oktober 2026.
“Bibit siklon tropis 91B yang berada di Teluk Andaman di Aceh bagian utara memang diprediksi tidak akan berdampak langsung ke Indonesia. Tetapi ada potensi hujan lebat di beberapa tempat hingga tanggal 30 Oktober nanti,” ujar Berton Panjaitan dalam keterangan resmi Bakom RI, dikutip Kamis (29/10/2026).
Kendati pusat sirkulasi badai tidak melintasi daratan Indonesia, dampak tidak langsung tetap perlu diantisipasi. Risiko yang dapat muncul antara lain peningkatan tinggi gelombang laut dan bencana hidrometeorologi.
Wilayah Berpotensi Diguyur Hujan Lebat
Berton menyebut potensi hujan lebat hingga sangat lebat dapat terjadi di sejumlah wilayah Sumatra. Daerah yang perlu meningkatkan kewaspadaan meliputi Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Bengkulu, Sumatra Selatan, hingga Lampung.
Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat juga berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah lainnya. Daerah tersebut mencakup Pulau Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.
BNPB mengingatkan masyarakat agar tetap waspada tanpa perlu panik menghadapi potensi cuaca ekstrem tersebut. Kesiapsiagaan dinilai penting untuk mengurangi risiko keselamatan akibat bencana hidrometeorologi.
"Kami mengimbau kiranya masyarakat tetap waspada walaupun tidak perlu panik. Kesiapsiagaan tetap menjadi hal yang utama untuk keselamatan kita," jelas dia.
Pemerintah daerah juga diminta mengaktifkan posko siaga bencana dan memeriksa kesiapan infrastruktur drainase. Ketersediaan logistik untuk evakuasi perlu dipastikan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan banjir dan tanah longsor.
Selain itu, masyarakat diminta mengikuti informasi resmi dari BMKG dan BNPB. Warga juga diimbau segera melakukan evakuasi apabila menerima instruksi dari petugas berwenang.
Musim Hujan Diperkirakan Mundur 20–30 Hari
Di tengah potensi cuaca ekstrem tersebut, Kepala BMKG Teuku Faisal sebelumnya memperkirakan awal musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia mengalami kemunduran sekitar 20–30 hari atau dua hingga tiga dasarian. Kondisi itu dipengaruhi fenomena El Niño.
Faisal menyampaikan perkiraan tersebut saat memberikan keterangan pers sebelum menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (26/10/2026).
Menurut dia, sejumlah wilayah Indonesia diperkirakan mulai memasuki musim hujan pada November hingga Desember 2026. Adapun puncak musim hujan diprediksi berlangsung pada Desember 2026 hingga Februari 2027.
“Musim hujan rata-rata di seluruh Indonesia diperkirakan mundur sekitar dua hingga tiga dasarian, atau 20–30 hari, akibat pengaruh El Niño. Musim hujan juga akan terakumulasi cukup banyak dalam durasi yang lebih pendek,” ujar Faisal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Bareskrim Polri merekomendasikan pencabutan izin 23 korporasi terkait karhutla berdasarkan sejumlah indikator, termasuk kebakaran berulang dan luas lahan terbak
KAI Commuter mempercepat pengadaan 8 trainset KRL melalui PMN dengan mempertimbangkan kapasitas industri dan kebutuhan penumpang.
KPK menggeledah Bea Cukai Semarang dan Kanwil Bea Cukai Jateng-DIY, menyita dokumen, barang elektronik, serta uang tunai.
Kapolri dan Mendes PDT memperkuat kerja sama memberantas narkoba di desa melalui Desa Bersinar serta menyiapkan program Poliran.
Hujan mulai mengguyur Kulon Progo. BPBD mengingatkan warga mewaspadai pohon tumbang, genangan, angin kencang, dan gelombang tinggi.
Kejagung melelang 209.081,97 ton batu bara sitaan kasus Samin Tan senilai Rp264,08 miliar. Satu peserta dinyatakan sebagai pemenang.