Topan Champi di Taiwan Tewaskan 1 Orang, 979 Penerbangan Batal

Newswire
Newswire Minggu, 25 Oktober 2026 07:17 WIB
Topan Champi di Taiwan Tewaskan 1 Orang, 979 Penerbangan Batal

Peta pergerakan Topan Champi/BMKG

Harianjogja.com, TAIPEI—Topan Champi menerjang Taiwan pada Jumat (23/10/2026) dengan membawa angin kencang dan hujan lebat. Bencana tersebut menyebabkan hampir 150.000 rumah terdampak pemadaman listrik, satu orang meninggal dunia, puluhan orang terluka, serta ratusan penerbangan domestik dan internasional dibatalkan.

Pemerintah Taiwan mengerahkan tim untuk mempercepat pemulihan pasokan listrik, terutama di wilayah utara. Sementara itu, gangguan transportasi juga terjadi pada penerbangan dan sejumlah moda transportasi lainnya akibat dampak taifun yang memasuki daratan Taiwan pada pukul 04.00 waktu setempat.

Kementerian Luar Negeri RI (Kemenlu) melalui Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei terus memantau perkembangan situasi untuk mengikuti dampak bencana tersebut di Taiwan.

Hampir 150.000 Rumah Terdampak Pemadaman Listrik

Topan Champi menyebabkan gangguan pasokan listrik yang berdampak pada hampir 150.000 rumah di Taiwan. Media setempat melaporkan bahwa listrik telah kembali menyala di lebih dari 122.000 rumah, sedangkan perbaikan lanjutan dilakukan pada Sabtu pagi di wilayah New Taipei dan Keelung.

Untuk mendukung pemulihan, pemerintah mengerahkan 15 tim kerja dari lima kantor regional di wilayah tengah dan selatan Taiwan. Tim tersebut ditugaskan membantu upaya penanganan gangguan di wilayah utara.

Selain pemadaman listrik, topan ini menyebabkan satu orang meninggal dunia dan puluhan lainnya terluka. Dampaknya juga meluas ke sektor transportasi, termasuk lalu lintas udara.

Pihak berwenang memerintahkan penutupan sekolah dan kantor di seluruh Taiwan. Pengecualian berlaku untuk Kabupaten Taitung serta pulau-pulau terluar Penghu dan Matsu.

Topan Champi Mulai Melemah, Hujan Masih Berpotensi Terjadi

Badan Cuaca Pusat Taiwan menyatakan posisi Topan Champi berada di perairan sebelah timur Yilan. Badai tersebut diperkirakan melemah menjadi topan ringan pada Sabtu sore.

Badan cuaca itu juga memperkirakan peringatan topan untuk wilayah daratan dan perairan dapat dicabut pada Sabtu malam. Meski demikian, kondisi cuaca belum sepenuhnya pulih karena hujan lebat masih berpotensi terjadi di sejumlah kawasan.

Pada Sabtu, curah hujan bergeser ke arah barat setelah sebelumnya mengguyur wilayah utara dan timur Taiwan pada Jumat.

Hujan lebat dilaporkan melanda kawasan pegunungan di sebelah selatan Hsinchu pada Sabtu pagi. Hujan deras lokal juga terjadi di wilayah pegunungan Miaoli.

Intensitas hujan diperkirakan berangsur mereda pada sore hari. Namun, hujan lebat lokal masih mungkin terjadi di wilayah utara Taichung.

Badan cuaca Taiwan turut memperingatkan bahwa kondisi laut di sekitar pulau tersebut masih belum tenang meskipun kekuatan Topan Champi telah melemah. Ketinggian gelombang diperkirakan mencapai 2 hingga 3 meter.

Sebanyak 979 Penerbangan Dibatalkan

Dampak Topan Champi juga mengganggu operasional penerbangan di Taiwan. Berdasarkan informasi Central Emergency Operation Center (CEOC) dan Central Weather Administration (CWA), sebanyak 262 penerbangan domestik dan 717 penerbangan internasional dibatalkan pada Jumat (23/10/2026).

Dengan demikian, total penerbangan domestik dan internasional yang dibatalkan mencapai 979 penerbangan dalam satu hari.

Gangguan tidak hanya terjadi pada transportasi udara. KDEI Taipei menyebut layanan kapal feri, kereta api, dan MRT turut mengalami pembatalan, penyesuaian rute, hingga penghentian operasional sementara.

Dalam keterangan tertulis pada Jumat, KDEI Taipei juga melaporkan sejumlah dampak fisik akibat taifun, termasuk pohon tumbang serta kerusakan baliho dan jalan. Penanganan berbagai kerusakan tersebut dilakukan secara bertahap oleh otoritas setempat.

"Moda transportasi lain, seperti kapal ferry, kereta api, serta MRT turut mengalami pembatalan, penyesuaian rute, hingga pemberhentian operasional untuk sementara waktu," jelas KDEI Taipei dalam keterangan tertulis, Jumat.

Kemenlu RI Melalui KDEI Taipei Terus Memantau Situasi

Kementerian Luar Negeri RI melalui KDEI Taipei terus mengikuti perkembangan situasi di Taiwan setelah Taifun Champi dilaporkan memasuki daratan pada Jumat, 23 Oktober 2026, pukul 04.00 waktu setempat.

Pemantauan dilakukan dengan memperhatikan informasi dari CEOC dan CWA, termasuk laporan mengenai kerusakan infrastruktur, gangguan transportasi, serta upaya pemulihan yang dijalankan otoritas Taiwan.

Meski topan diperkirakan melemah, ancaman cuaca belum sepenuhnya berakhir. Hujan lebat lokal dan gelombang laut setinggi 2 hingga 3 meter masih menjadi kondisi yang perlu diperhatikan di sejumlah wilayah.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online