Wapres Gibran Dorong Inovasi Kendaraan Listrik Karya Anak Bangsa

Newswire
Newswire Kamis, 29 Oktober 2026 12:07 WIB
Wapres Gibran Dorong Inovasi Kendaraan Listrik Karya Anak Bangsa

Wakil Presiden Indonesia, Gibran Rakabuming Raka. - Antara

Harianjogja.com, JAKARTA—Wakil Presiden Gibran Rakabuming mendorong penguatan inovasi dan pengembangan teknologi kendaraan listrik karya anak bangsa. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat kemandirian teknologi sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional.

Dorongan tersebut disampaikan Gibran saat menerima akademisi Prof. Ching-Chuen Chan, yang dikenal sebagai Father of Asian EV, di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu. Pertemuan itu membahas penguatan riset dan inovasi dalam negeri, dukungan pemerintah terhadap industri kendaraan listrik, serta peran generasi muda dalam mengembangkan teknologi secara mandiri.

Dalam keterangan resmi BPMI Sekretariat Wakil Presiden yang diterima di Jakarta, Kamis, Gibran menilai Indonesia memiliki sumber daya yang memadai untuk mengembangkan industri kendaraan listrik. Namun, potensi tersebut perlu disertai peningkatan inovasi agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi dari negara lain.

"Kita memiliki semua sumber daya yang dibutuhkan. Namun, dalam hal inovasi, kita masih berada pada tahap yang sangat awal," kata Gibran.

Gibran Soroti Insentif Kendaraan Listrik

Gibran menyebut pengembangan kendaraan listrik, termasuk sepeda motor listrik, menjadi salah satu perhatian pemerintah sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, industri kendaraan listrik nasional mulai menunjukkan perkembangan sehingga perlu didukung kebijakan yang sesuai. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah kemungkinan pemberian insentif untuk meningkatkan minat masyarakat membeli kendaraan listrik.

"Bapak Presiden juga sedang fokus pada sepeda motor listrik. Industrinya sebenarnya sudah mulai melangkah maju. Jadi, kita tinggal melihat insentif apa yang bisa diberikan kepada konsumen," jelasnya.

Dukungan terhadap industri tersebut diharapkan berjalan beriringan dengan penguatan kemampuan riset dan pengembangan teknologi di dalam negeri. Dengan demikian, pengembangan kendaraan listrik tidak hanya berfokus pada penggunaan produk, tetapi juga penciptaan teknologi nasional.

Kurikulum dan Sertifikasi Kompetensi Perlu Diperkuat

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie menekankan pentingnya penyesuaian kurikulum dan penguatan sertifikasi kompetensi untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia di industri kendaraan listrik.

Menurut Stella, pendidikan tinggi tidak boleh hanya berorientasi pada penyediaan tenaga kerja bagi industri. Perguruan tinggi juga perlu berperan dalam mendorong lahirnya inovasi dan teknologi yang dikembangkan di Indonesia.

"Kementerian kami perlu mendorong perubahan kurikulum dan sertifikasi agar kita dapat memenuhi kebutuhan industri kendaraan listrik. Namun, kita juga harus memberikan perhatian besar pada pengembangan teknologi kita sendiri," ujar Stella.

Penyesuaian kurikulum dan sertifikasi diharapkan dapat membantu menyiapkan sumber daya manusia sesuai kebutuhan industri. Pada saat yang sama, penguatan riset menjadi bagian penting untuk meningkatkan kemampuan Indonesia mengembangkan teknologi secara mandiri.

Kolaborasi Indonesia-Tiongkok untuk Pengembangan Teknologi

Dalam pertemuan tersebut, Prof. Ching-Chuen Chan menyoroti pentingnya kolaborasi Indonesia dan Tiongkok dalam memperkuat pengembangan mobilitas listrik. Kerja sama itu diharapkan dapat memperluas pertukaran pengetahuan sekaligus mendorong generasi muda Indonesia menghasilkan terobosan teknologi.

Chan menilai dukungan dan insentif yang tepat diperlukan untuk menciptakan ekosistem yang mendorong anak muda berinovasi dalam pengembangan kendaraan listrik.

"Untuk mendorong inovasi di kalangan generasi muda Indonesia, perlu ada insentif yang dapat memacu mereka untuk berinovasi," kata Chan.

Ia juga mengingatkan Indonesia agar tidak hanya mengandalkan pembelian teknologi dari negara lain. Menurutnya, penguasaan teknologi unggulan harus dibangun melalui riset, pengembangan, dan inovasi secara mandiri.

"Kita tidak bisa berharap negara lain memberikan teknologi terbaiknya. Mereka bisa menjual teknologi kepada kita, tetapi teknologi yang dijual itu belum tentu merupakan teknologi kelas satu. Yang bisa kita beli mungkin teknologi kelas dua atau tiga," terang Chan.

Dorong Peralihan dari Motor Bensin ke Kendaraan Listrik

Sejalan dengan upaya pengembangan mobilitas listrik, General Manager International Academicians Science and Technology Innovation Centre (IASTIC) Indonesia Adrianto Gani menyampaikan inisiatif untuk mendorong peralihan penggunaan sepeda motor berbahan bakar bensin ke kendaraan listrik.

Inisiatif tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM) sekaligus membuka peluang pemanfaatan sumber energi alternatif, termasuk energi surya.

"Kita akan mengurangi ketergantungan terhadap BBM sebagai bahan bakar sepeda motor dan menggantinya dengan energi baru, seperti energi matahari," tandas Adrianto.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online