Kronologi Ratusan Santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo Keracunan MBG, Mual Muntah

Julianus Palermo
Julianus Palermo Selasa, 01 September 2026 23:37 WIB
Kronologi Ratusan Santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo Keracunan MBG, Mual Muntah

259 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikmah Sidoarjo dirawat setelah diduga keracunan usai menyantap makanan MBG. /Harian Jogja-Julianus Palermo.

Harianjogja.com, SIDOARJO— Ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikmah, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (1/9/2026).

Para santri yang mengalami keluhan kemudian dilarikan ke sejumlah rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Hingga Selasa malam, sebanyak 259 santri tercatat menjalani perawatan di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, sementara puluhan lainnya mendapat penanganan di rumah sakit berbeda.

Informasi yang dihimpun menyebutkan para santri mulai merasakan keluhan setelah menyantap makanan MBG yang telah diberikan di lingkungan pesantren. Gejala yang muncul antara lain mual, pusing, dan muntah.

Pihak pesantren kemudian melakukan evakuasi terhadap santri yang mengalami gejala. Mereka dibawa ke sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo, dan RS Delta Surya Sidoarjo.

Di RS Delta Surya, para santri mulai berdatangan sekitar pukul 18.00 WIB. Sejumlah pasien terlihat mendapatkan penanganan di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Salah satu tenaga kesehatan di rumah sakit tersebut mengatakan terdapat sekitar 13 santri yang saat itu telah menjalani perawatan di IGD. Pihak rumah sakit juga bersiap menerima tambahan pasien dari Pondok Pesantren Manbaul Hikmah.

"Saat ini kondisi pasien sudah ditangani, ada 13 orang. Para pasien mulai masuk sejak pukul 18.00 WIB," ujar petugas kesehatan yang enggan disebutkan namanya.

Menurut dia, keluhan yang paling banyak dialami para santri adalah mual dan muntah. Rumah sakit juga memastikan dokter, perawat, serta tempat tidur telah disiapkan untuk mengantisipasi kedatangan pasien tambahan.

"Mual dan muntah paling banyak," katanya.

Pihak rumah sakit menyatakan masih memiliki kapasitas untuk menerima pasien tambahan apabila diperlukan. Penanganan dilakukan sejak pasien tiba di IGD untuk memastikan kondisi mereka tetap terpantau.

259 Santri Dirawat di RSUD Notopuro

Sementara itu, jumlah pasien yang menjalani perawatan di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo mencapai 259 santri. Rumah sakit tersebut menjadi salah satu lokasi utama penanganan para santri yang diduga mengalami keracunan setelah menyantap MBG.

Situasi di rumah sakit sempat dipadati santri yang membutuhkan pemeriksaan dan penanganan medis. Tenaga kesehatan dikerahkan untuk memberikan pertolongan kepada pasien sesuai kondisi masing-masing.

Sebagian pasien yang membutuhkan bantuan oksigen mendapat penanganan di ruang IGD. Sementara pasien dengan kondisi yang dinilai lebih stabil ditempatkan di ruang lain untuk menjalani pemeriksaan dan observasi.

Bupati Sidoarjo Subandi turut mendatangi rumah sakit untuk melihat kondisi para santri sekaligus memastikan penanganan terhadap pasien berjalan dengan baik.

Namun, saat ditanya mengenai jumlah keseluruhan santri yang diduga mengalami keracunan, Subandi mengatakan data masih dalam pendataan.

"Kita masih belum tahu, semua sudah aman, sudah tertangani dengan baik," kata Subandi.

Puluhan Santri Dirawat di RSI Siti Hajar

Penanganan terhadap santri yang mengalami keluhan juga dilakukan di RSI Siti Hajar Sidoarjo. Hingga pukul 21.15 WIB, tercatat 57 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikmah menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.

Direktur RSI Siti Hajar Sidoarjo dr. H. Iqbal Faizin mengatakan sebagian besar pasien datang melalui IGD setelah mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi sebelumnya.

"Sampai pukul 21.15 WIB tercatat ada pasien masuk melalui IGD hampir 60," ujar Iqbal.

Ia memastikan para pasien langsung mendapatkan penanganan setelah tiba di rumah sakit. Santri dengan kondisi stabil masih menjalani observasi, sedangkan pasien yang membutuhkan perawatan lebih lanjut telah dipindahkan ke kamar rawat inap.

Rumah sakit juga masih memiliki kapasitas untuk menerima pasien tambahan apabila diperlukan.

"Kami masih bisa menampung kira-kira hampir 50-an pasien lagi. Insya Allah semuanya terkondisikan dengan baik, baik keluarga maupun pasien," kata Iqbal.

Hingga Selasa malam, keluarga santri terlihat menunggu di luar ruang perawatan, sementara para pasien mendapatkan penanganan dari tim medis.

Peristiwa dugaan keracunan tersebut terjadi setelah program MBG berjalan sekitar dua setengah bulan di lingkungan Pondok Pesantren Manbaul Hikmah. Penyebab pasti munculnya keluhan pada ratusan santri masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut, termasuk terhadap makanan yang dikonsumsi para santri.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online