Ratusan Santri Ponpes Mambaul Hikam Sidoarjo Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sunartono
Sunartono Selasa, 01 September 2026 22:37 WIB
Ratusan Santri Ponpes Mambaul Hikam Sidoarjo Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Kepanikan terjadi di Kompleks Mambaul Hikam, Sidoarjo, Jawa Timur saat santri diduga keracunan MBG dengan melakukan evakuasi menggunakan gerobak yang terekam melalui video di medsos. /Instagram.

Harianjogja.com, SIDOARJO— Ratusan santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Mambai'ul Hikam, Putat, Tanggulangin, Sidoarjo, dilaporkan mengalami gejala sakit setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (1/9/2026). Para santri yang mengalami keluhan kemudian dievakuasi ke sejumlah fasilitas kesehatan dan rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Peristiwa tersebut terjadi setelah para santri menerima dan mengonsumsi makanan MBG yang dibagikan di lingkungan pesantren. Beberapa jam kemudian, sejumlah santri mulai mengeluhkan kondisi tidak nyaman, antara lain pusing, mual, dan muntah.

Jumlah santri yang mengalami keluhan disebut terus bertambah hingga mencapai ratusan orang. Kondisi tersebut kemudian memicu kepanikan di lingkungan pesantren dan membuat proses evakuasi dilakukan secara bertahap.

Sejumlah ambulans dikerahkan untuk membawa santri ke fasilitas kesehatan terdekat di wilayah Sidoarjo. Petugas medis, pengurus pesantren, serta warga turut membantu proses evakuasi.

Suasana evakuasi tersebut juga beredar melalui media sosial. Dalam sejumlah rekaman video yang beredar, terlihat ambulans keluar-masuk area pesantren. Kendaraan tersebut digunakan untuk membawa santri yang mengalami keluhan kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan.

Informasi mengenai kejadian tersebut juga mendapat perhatian dari orang tua santri. Sejumlah wali santri menyampaikan kesaksian melalui kolom komentar unggahan media sosial mengenai insiden tersebut.

Salah satu wali santri melalui medsos menyebut anaknya tidak mengonsumsi makanan MBG yang dibagikan pada hari itu. Namun, keterangan tersebut merupakan kesaksian pribadi dan belum dapat digunakan untuk memastikan kondisi maupun penyebab kejadian secara keseluruhan.

"Anak saya bilang itu masakan MBG. Tapi tidak jadi dimakan karena melihat sayurnya seperti sudah basi," tulis salah satu akun wali santri di media sosial.

Santri Mulai Mengeluhkan Gejala Setelah Santap MBG

Berdasarkan informasi sementara, para santri menerima makanan MBG pada siang hari. Setelah makanan dikonsumsi, beberapa santri mulai merasakan sejumlah keluhan kesehatan beberapa jam kemudian.

Gejala yang dilaporkan antara lain pusing, mual, dan muntah. Seiring berjalannya waktu, jumlah santri yang mengeluhkan kondisi serupa dilaporkan meningkat.

Pada malam hari, proses evakuasi dilakukan secara lebih masif. Puluhan ambulans disebut datang ke lingkungan pesantren untuk membawa santri ke sejumlah fasilitas kesehatan dan rumah sakit.

Penanganan medis dilakukan untuk memastikan kondisi para santri sekaligus mengetahui kemungkinan penyebab munculnya gejala yang dialami.

Makanan yang dikonsumsi para santri tersebut dikabarkan berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah. Namun, belum dapat dipastikan apakah makanan MBG tersebut menjadi penyebab munculnya keluhan kesehatan para santri.

Sampel Makanan Diperiksa

Pihak kepolisian bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo dilaporkan melakukan penelusuran terhadap kejadian tersebut. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan penyebab pasti ratusan santri mengalami gejala sakit secara bersamaan.

Sampel makanan yang diduga dikonsumsi para santri juga diamankan untuk menjalani pemeriksaan laboratorium. Hasil pemeriksaan tersebut nantinya akan menjadi salah satu dasar untuk mengetahui apakah makanan yang dikonsumsi berkaitan dengan munculnya gejala yang dialami para santri.

Dengan demikian, dugaan keracunan makanan dalam peristiwa tersebut masih harus menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut. Termasuk memastikan kondisi makanan, proses pengolahan, distribusi, hingga waktu makanan dikonsumsi oleh para santri.

Hingga berita ini diturunkan, proses penanganan dan penyelidikan masih berlangsung. Jumlah pasti santri yang mengalami keluhan serta kondisi masing-masing korban juga masih dalam pendataan oleh pihak terkait.

Pihak berwenang diharapkan segera menyampaikan hasil pemeriksaan untuk memastikan penyebab kejadian sekaligus memastikan keamanan pelaksanaan program MBG bagi para penerima manfaat lainnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online