Sengketa Kuril Memanas, Rusia Panggil Dubes Jepang

Newswire
Newswire Selasa, 18 Agustus 2026 22:47 WIB
Sengketa Kuril Memanas, Rusia Panggil Dubes Jepang

Pulau Kuril/Russia Beyond

Harianjogja.com, MOSKOW— Rusia memanggil Duta Besar Jepang untuk Rusia Akira Muto ke Kementerian Luar Negeri Rusia, Selasa (18/8/2026), setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengunjungi Etorofu, salah satu pulau yang disengketakan kedua negara.

Pemanggilan tersebut berlangsung di tengah kembali memanasnya perselisihan Jepang dan Rusia mengenai empat pulau di lepas pantai Hokkaido. Jepang menyebut kawasan itu sebagai Wilayah Utara, sedangkan Rusia menyebutnya Kepulauan Kuril Selatan.

Muto memenuhi panggilan tersebut sehari setelah Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan Rusia telah memanggil sang duta besar menyusul protes Jepang terhadap kunjungan Putin ke Etorofu pada pekan lalu.

Rusia Peringatkan Jepang soal Tindakan Balasan

Dalam pertemuan dengan Muto, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Mikhail Galuzin memperingatkan bahwa Rusia memiliki "hak untuk mengambil tindakan balasan yang sesuai" terhadap Jepang.

Kementerian Luar Negeri Rusia menyebut peringatan tersebut berkaitan dengan kebijakan Tokyo yang terus menjatuhkan sanksi kepada Moskow serta dukungan Jepang terhadap Kiev.

Di sisi lain, Kedutaan Besar Jepang di Moskow mengatakan Muto "telah menjelaskan posisi Jepang secara tepat". Setelah pertemuan, Muto meninggalkan gedung Kementerian Luar Negeri Rusia sekitar 20 menit kemudian tanpa menjawab pertanyaan wartawan.

Kementerian Luar Negeri Rusia juga menyatakan Galuzin "menyampaikan protes keras kepada diplomat Jepang atas pernyataan anti-Rusia yang disampaikan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dan Menteri Luar Negeri Toshimitsu Motegi" terkait kunjungan Putin.

Rusia kembali menegaskan klaimnya atas Kepulauan Kuril Selatan yang menurut pemerintah Moskow "diserahkan kepada negara kami setelah Perang Dunia II".

"Setiap upaya pihak Jepang, baik secara langsung maupun tidak langsung, untuk mempertanyakan kenyataan yang telah terang benderang ini tidak dapat diterima dan tidak sah."

Sengketa Empat Pulau Berlangsung Puluhan Tahun

Perselisihan Jepang dan Rusia berpusat pada Etorofu, Kunashiri, Shikotan, serta kelompok pulau kecil Habomai. Jepang menyatakan Uni Soviet secara ilegal merebut kepulauan tersebut tak lama setelah Jepang menyerah dalam Perang Dunia II pada 15 Agustus 1945.

Sebaliknya, Rusia menyatakan tindakan tersebut sah.

Sengketa wilayah yang telah berlangsung selama puluhan tahun itu menjadi salah satu alasan Jepang dan Rusia belum menandatangani perjanjian damai pascaperang.

Ketegangan terbaru muncul setelah Putin mengunjungi Etorofu pada Kamis (13/8). Dalam kunjungan tersebut, Putin meninjau sejumlah lokasi, termasuk pabrik pengolahan ikan, serta bertemu dengan warga setempat.

Jepang Protes Kunjungan Putin ke Etorofu

Pemerintah Jepang memprotes keras kunjungan Presiden Rusia tersebut. Takaichi menegaskan bahwa Wilayah Utara merupakan "bagian yang melekat dari wilayah Jepang baik secara historis maupun berdasarkan hukum internasional".

Menurut Takaichi, kunjungan presiden Rusia yang sedang menjabat tersebut "tidak sejalan dengan posisi konsisten Jepang" mengenai kepulauan tersebut.

Pada Kamis, Motegi juga memanggil Duta Besar Rusia untuk Jepang Nikolay Nozdrev ke Kementerian Luar Negeri Jepang untuk menyampaikan protes.

Sehari kemudian, Rusia berupaya memanggil Muto. Namun, menurut Lavrov dalam konferensi pers pada Senin (17/8), Muto tidak dapat hadir pada Jumat maupun Senin sebelumnya karena "tidak berada di Moskow" atau "sedang tidak sehat", sebagaimana disampaikan Kedutaan Besar Jepang.

Lavrov dalam konferensi pers tersebut juga mengkritik Jepang karena telah "melewati batas kepatutan dengan pernyataan mereka yang sepenuhnya tidak dapat diterima" bahwa presiden Rusia tidak dapat mengunjungi "bagian mana pun dari Federasi Rusia."

Lavrov mengatakan Rusia memanggil duta besar Jepang segera setelah para pejabatnya mengetahui reaksi Takaichi dan Motegi.

Hubungan Jepang-Rusia Masih Tegang

Perselisihan mengenai Kepulauan Kuril Selatan berlangsung dalam hubungan Jepang dan Rusia yang masih tegang. Ketegangan tersebut turut dipengaruhi invasi skala penuh Rusia ke Ukraina sejak 2022.

Jepang bersama negara-negara anggota G7 lainnya menjatuhkan sanksi terhadap Moskow sebagai respons terhadap invasi tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online