TNI dan OPM Terlibat Kontak Senjata di Nduga, Begini Kronologinya

Newswire
Newswire Senin, 21 September 2026 22:57 WIB
TNI dan OPM Terlibat Kontak Senjata di Nduga, Begini Kronologinya

Ilustrasi, Koops TNI Habema mengevakuasi seorang warga lokal yang membutuhkan pertolongan saat melakukan patroli di Distrik Ugimba, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Minggu (9/8/2026). Antara/HO-Koops TNI Habema\r\n

Harianjogja.com, PAPUA—Satgas Komando Operasi (Koops) TNI Habema terlibat kontak senjata dengan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap III Ndugama Derakma di Kabupaten Nduga, Papua, Senin (21/9/2026). Kontak senjata terjadi ketika personel TNI masuk ke kawasan hutan dalam upaya mencari, menemukan, dan menangkap anggota kelompok TPNPB-OPM pimpinan Egianus Kogoya.

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangogawilhan) III Letnan Jenderal TNI Lucky Avianto mengatakan personel TNI menghadapi tembakan dari kelompok TPNPB-OPM ketika berada di dalam hutan.

"Mereka menghujani pasukan kami dengan tembakan senjata api, dan syukur Alhamdulillah, puji tuhan pasukan kita selamat, dan berhasil memukul mundur kelompok mereka semakin jauh dari pemukiman atau pusat sosial ekonomi masyarakat," ujarnya dalam keterangannya yang diterima di Timika, Senin.

Kontak Senjata Terjadi di Hutan

Lucky menjelaskan kawasan hutan disebut kerap digunakan kelompok TPNPB-OPM sebagai tempat pelarian dan persembunyian. Menurut dia, kelompok tersebut menggunakan kawasan hutan setelah melakukan aksi teror di pemukiman warga.

Operasi yang dilakukan Satgas TNI Habema ditujukan untuk mencari dan menemukan anggota TPNPB-OPM Kodap III Ndugama Derakma yang dipimpin Egianus Kogoya.

Pangogabwilhan III mengatakan TNI terus melakukan upaya pengejaran terhadap kelompok tersebut. Dia menyebut dukungan dari berbagai pihak menjadi bagian dalam operasi tersebut.

"Saya pastikan ini hanyalah persoalan waktu bagi kami untuk menemukan dan menangkap hidup atau mati kelompok separatis ini, mengingat kentalnya solidaritas TNI-Pori khususnya dalam memburu TPNPB-OPM, serta dukungan penuh forkopimda dan masyarakat Papua kepada kami," ujarnya.

Dalam kontak senjata tersebut, Lucky menyebut pasukan TNI berhasil memukul mundur kelompok TPNPB-OPM menjauh dari pemukiman maupun pusat sosial ekonomi masyarakat.

TNI Imbau Anggota OPM Letakkan Senjata

Selain menyampaikan perkembangan operasi, Lucky mengimbau seluruh anggota TPNPB-OPM untuk meletakkan senjata dan mendatangi pos keamanan terdekat yang menjadi titik kuat TNI atau Polri untuk menyerahkan diri.

Dia juga mengajak anggota kelompok tersebut kembali ke tengah masyarakat dan bersama-sama membangun Papua.

"Ingat seluruh personel TNI di bawah kendali Kogabwilhan III akan mengambil tindakan tegas berdasarkan undang-undang dan peraturan yang berlaku, di mana rules of engagement (ROE) senantiasa dikedepankan untuk memastikan seluruh tindakan personel TNI tetap profesional dan menjunjung tinggi hukum serta HAM," ujarnya.

Lucky menegaskan Satgas TNI akan tetap mengedepankan ketentuan hukum dalam menjalankan tugas di lapangan. Dia mengatakan prinsip rules of engagement atau ROE menjadi bagian yang dikedepankan untuk memastikan tindakan personel tetap profesional serta menjunjung tinggi hukum dan hak asasi manusia.

Satgas TNI Tegaskan Tindakan Terukur

Sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III, Lucky memastikan Satgas TNI tidak akan ragu mengambil tindakan tegas dan terukur ketika menghadapi situasi tertentu, terutama kondisi yang dinilai mendesak.

Menurut dia, prinsip keselamatan rakyat menjadi pedoman Satgas TNI dalam menjalankan tugas, termasuk ketika menghadapi kelompok TPNPB-OPM.

Prinsip tersebut dirujuk Lucky melalui ungkapan salus populi suprema lex esto atau keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. Prinsip itu, menurut dia, menjadi pedoman Satgas TNI terutama dalam menghadapi kelompok OPM.

Kontak senjata di Nduga tersebut menjadi bagian dari operasi Satgas Koops TNI Habema dalam mencari dan menangkap anggota TPNPB-OPM Kodap III Ndugama Derakma pimpinan Egianus Kogoya. Dalam pelaksanaannya, TNI menyatakan ROE tetap dikedepankan serta tindakan di lapangan dilakukan berdasarkan undang-undang dan peraturan yang berlaku.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online