Sudaryono Minta Pemda Sidak SPPG saat Dini Hari, Cek Kebersihan hingga SOP
Kepala BGN Sudaryono meminta pemda sidak SPPG pada jam 2-3 pagi untuk memastikan kebersihan, disiplin, dan keamanan MBG.
Foto ilustrasi demonstrasi. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA— Polda Metro Jaya menangkap 21 orang yang kedapatan membawa sejumlah barang berbahaya di tengah pengerahan ribuan personel untuk mengamankan aksi unjuk rasa di Jakarta, Selasa. Mereka diamankan tim Preventive Strike dan Preemptive Education sebagai langkah pencegahan agar aksi tidak berkembang menjadi kerusuhan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan 21 orang tersebut masih menjalani pemeriksaan di Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Barang yang diamankan antara lain petasan, flare, dan botol yang dipersiapkan sebagai pemicu bom molotov.
"Saat ini 21 orang tersebut sedang dimintai keterangan di Ditreskrimum Polda Metro Jaya terkait barang-barang berbahaya seperti petasan, flare, dan botol yang dipersiapkan sebagai pemicu bom molotov," kata Budi di Jakarta, Selasa.
Pengamanan terhadap 21 orang tersebut dilakukan sebagai bagian dari langkah preventif kepolisian untuk mencegah eskalasi kerusuhan selama aksi unjuk rasa berlangsung.
Dari pendalaman awal, kepolisian mengungkapkan orang-orang yang diamankan tersebut disinyalir tidak memiliki afiliasi dengan kelompok mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa.
"Mereka diindikasikan sebagai pihak luar yang berniat memanfaatkan situasi untuk memicu konflik dan bentrokan antara petugas pengamanan dan peserta aksi," katanya.
Kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap mereka untuk mendalami kepemilikan barang-barang tersebut serta dugaan tujuan penggunaannya.
Untuk mengamankan rangkaian aksi dan kegiatan masyarakat di Jakarta pada Selasa, Polda Metro Jaya mengerahkan 9.242 personel gabungan.
Personel tersebut disiapkan untuk mengamankan 31 aksi penyampaian pendapat dan 16 kegiatan masyarakat yang berlangsung di sejumlah wilayah DKI Jakarta.
"Personel yang disiapkan terdiri atas Polda Metro Jaya sebanyak 5.670 personel, Polres jajaran 222 personel, TNI 1.500 personel, dan BKO Mabes Polri 1.850 personel," kata Budi.
Sebanyak 9.242 personel tersebut ditempatkan di sejumlah titik krusial di Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan.
Pengamanan juga dilakukan untuk rangkaian kegiatan masyarakat dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 RI.
Budi juga menegaskan prosedur pengamanan aksi penyampaian pendapat di muka umum. Seluruh personel pengamanan dilarang keras membawa senjata api sesuai arahan Kapolda Metro Jaya dan Prosedur Operasional Standar atau Standard Operating Procedure (SOP) yang berlaku.
"Tidak boleh membawa senjata api dalam pelaksanaan pelayanan penyampaian pendapat di muka umum. Kita menyampaikan secara profesional dan humanis," ujar Budi.
Dengan pengerahan personel gabungan tersebut, kepolisian melakukan pengamanan di sejumlah titik aksi sekaligus mencegah adanya pihak yang memanfaatkan situasi untuk memicu konflik antara peserta unjuk rasa dan petugas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kepala BGN Sudaryono meminta pemda sidak SPPG pada jam 2-3 pagi untuk memastikan kebersihan, disiplin, dan keamanan MBG.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal lengkap dari Jogja dan Kutoarjo.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Simak jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap beserta tipsnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Palur pada Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkap tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarifnya Rp8.000.
Indonesia masih berpeluang menambah emas Asian Games 2026 lewat sepak takraw dan padel setelah mengoleksi 35 medali.