Menteri PU Kerahkan Alat Berat Tangani Dampak Gempa NTT

Newswire
Newswire Sabtu, 15 Agustus 2026 22:37 WIB
Menteri PU Kerahkan Alat Berat Tangani Dampak Gempa NTT

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo ANTARA/HO-Sekretariat Presiden

Harianjogja.com, JAKARTA— Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo bergerak cepat merespons gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). Kementerian PU langsung menginstruksikan seluruh jajaran balai di wilayah NTT untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan mempercepat penanganan infrastruktur yang terdampak bencana.

Dody menegaskan kesiapan personel, alat berat, dan koordinasi dengan pemerintah daerah menjadi kunci dalam mempercepat pemulihan pascagempa.

“Kesiapan personel, alat berat, serta koordinasi dengan pemerintah daerah menjadi bagian penting untuk memastikan infrastruktur yang terdampak dapat segera dipulihkan,” kata Dody dalam keterangan tertulis, Sabtu.

Longsor Tutup Sejumlah Ruas Jalan Nasional

Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT sejak pagi melakukan pemantauan dan penanganan pada sejumlah ruas jalan nasional yang terdampak longsor akibat gempa.

Berdasarkan laporan sementara, longsoran terjadi di tiga ruas jalan utama. Di ruas Ruteng–Km 210 ditemukan tiga titik longsor. Sementara di ruas Km 210–Batas Kabupaten Manggarai terdapat satu titik longsor, dan di ruas Aegela–Batas Kota Ende teridentifikasi delapan titik longsoran.

Untuk menjaga akses transportasi tetap terbuka, BPJN NTT telah mengerahkan sejumlah alat berat berupa loader dan excavator ke lokasi terdampak guna mempercepat proses pembersihan material longsor.

Menteri PU Terbang ke NTT

Sebagai bagian dari respons cepat pemerintah pusat, Menteri PU dijadwalkan berangkat ke NTT bersama sejumlah menteri dan pimpinan lembaga menggunakan pesawat Boeing 737 TNI Angkatan Udara dari Halim Perdanakusuma menuju Labuan Bajo pada Sabtu malam.

Kunjungan tersebut bertujuan memastikan penanganan darurat berjalan optimal sekaligus menyalurkan bantuan pemerintah kepada masyarakat terdampak.

Rombongan juga membawa amanah Presiden Prabowo Subianto berupa 50.000 paket sembako yang akan didistribusikan kepada warga terdampak melalui Maumere.

Kondisi Bendungan Masih Aman

Di sektor sumber daya air, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah bendungan di wilayah terdampak gempa.

Pemeriksaan dilakukan di Bendungan Napungete dan Bendungan Waerita di Kabupaten Sikka serta Bendungan Mbay di Kabupaten Nagekeo.

Hasil pemeriksaan visual sementara menunjukkan ketiga bendungan tersebut berada dalam kondisi baik. Meski demikian, tim teknis masih melakukan inspeksi lebih rinci untuk memastikan tidak ada kerusakan pada struktur maupun komponen pendukung bendungan.

Selain itu, BBWS Nusa Tenggara II juga menangani dampak gempa di Bendung dan jaringan Daerah Irigasi (DI) Waelaku di Kabupaten Manggarai Timur. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, ditemukan kerusakan ringan pada bendung serta longsoran yang menutup saluran sekunder irigasi.

Pendataan Kerusakan Masih Berlangsung

Kementerian PU terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan berbagai instansi terkait untuk mempercepat penanganan dampak gempa.

Selain penanganan darurat di lapangan, proses pendataan dan verifikasi kerusakan jalan, jembatan, infrastruktur sumber daya air, serta fasilitas publik lainnya masih berlangsung.

Gempa bumi magnitudo 7,7 terjadi pada Sabtu sekitar pukul 04.58 WIB dengan pusat gempa berada sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada kedalaman 10 kilometer.

Gempa sempat memicu peringatan dini tsunami. Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengakhiri peringatan tersebut pada pukul 09.00 WITA setelah tidak terdeteksi adanya gelombang tsunami.

Sejumlah wilayah yang terdampak gempa meliputi Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Nagekeo, dan Sikka. Hingga kini, proses verifikasi dampak terhadap masyarakat maupun infrastruktur masih terus dilakukan oleh tim gabungan di lapangan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online