Gempa M5,9 Guncang Kepulauan Seribu, Tak Berpotensi Tsunami

Sunartono
Sunartono Sabtu, 12 September 2026 05:42 WIB
Gempa M5,9 Guncang Kepulauan Seribu, Tak Berpotensi Tsunami

Foto ilustrasi getaran gempa tercatat pada seismograf. - istock

Harianjogja.com, KEPULAUAN SERIBU—Gempa bumi magnitudo 5,9 mengguncang wilayah Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, pada Sabtu (12/9/2026) dini hari. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Gempa tercatat terjadi sekitar pukul 04.23 WIB. Berdasarkan laporan resmi BMKG yang dipantau dari Jakarta, pusat gempa berada pada koordinat 5,81 derajat Lintang Selatan (LS) dan 106,56 derajat Bujur Timur (BT).

Lokasi tersebut berada sekitar enam kilometer di sebelah tenggara Kepulauan Seribu. BMKG menganalisis gempa itu sebagai gempa dalam dengan kedalaman mencapai 376 kilometer.

"Tidak berpotensi tsunami," demikian keterangan tertulis BMKG.

Meski tidak memicu potensi tsunami, masyarakat tetap diminta waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa bumi susulan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai kerusakan infrastruktur maupun korban jiwa akibat gempa tersebut.

Waspadai gempa susulan

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang sekaligus berhati-hati apabila kembali merasakan guncangan. Kesiapsiagaan penting dilakukan dengan memahami langkah yang perlu diambil saat berada di dalam maupun di luar bangunan.

Saat berada di dalam bangunan, masyarakat dapat menerapkan prinsip Drop, Cover, Hold On, yakni segera merunduk, berlindung di bawah meja yang kokoh, kemudian melindungi kepala dan leher menggunakan lengan atau benda lunak.

Masyarakat juga perlu menjauhi jendela kaca, lemari tinggi, cermin, atau benda hangus yang berpotensi jatuh. Jika kondisi memungkinkan dan aman dilakukan, matikan kompor serta cabut aliran listrik untuk mengurangi risiko kebakaran.

Ketika harus melakukan evakuasi, jangan menggunakan lift. Gunakan tangga darurat dan keluar dari bangunan secara tertib.

Jika gempa terjadi saat berada di luar

Bagi masyarakat yang berada di luar bangunan ketika gempa terjadi, area terbuka menjadi pilihan yang lebih aman. Jauhi bangunan tinggi, tiang listrik, pohon, papan reklame, serta jembatan penyeberangan yang berpotensi membahayakan.

Kepala juga perlu dilindungi menggunakan tas atau kedua tangan untuk mengantisipasi material yang mungkin jatuh.

Sementara itu, apabila guncangan dirasakan ketika sedang berada di dalam kendaraan, segera tepikan kendaraan di lokasi terbuka. Hindari berhenti di bawah jembatan, jalan layang, atau struktur lain yang rentan roboh.

Selama guncangan berlangsung, masyarakat disarankan tetap berada di dalam mobil hingga kondisi benar-benar reda.

Setelah guncangan berhenti

Usai gempa, proses evakuasi perlu dilakukan dengan tenang melalui jalur yang aman. Hindari saling berdesakan ketika keluar dari rumah atau gedung.

Masyarakat juga diminta tetap berada di area terbuka dan memantau perkembangan situasi melalui saluran informasi resmi BMKG, BPBD, atau BNPB.

Informasi yang belum jelas sumbernya sebaiknya tidak langsung dipercaya maupun disebarluaskan. Masyarakat diminta menghindari isu hoaks dan mengutamakan informasi resmi terkait perkembangan gempa maupun kemungkinan gempa susulan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online