Mendiktisaintek Minta Kampus Dirikan UPZ untuk Bantu Mahasiswa
Mendiktisaintek Brian Yuliarto meminta PTN mendirikan UPZ untuk mengoptimalkan zakat sebagai sumber bantuan pendanaan mahasiswa.
Seismograf gempa bumi - Ilustrasi/StockCake
Harianjogja.com, JAKARTA—Masyarakat di Pulau Jawa perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa bumi menyusul bertambahnya jumlah sesar aktif yang teridentifikasi. Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat jumlah sesar aktif di Indonesia mencapai 402 titik.
Aktivitas sesar menjadi perhatian karena pergerakannya dapat memicu dampak masif terhadap wilayah di sekitarnya. Kondisi tersebut sekaligus meningkatkan risiko kegempaan di Indonesia.
Pulau Jawa menjadi salah satu wilayah yang mengalami peningkatan jumlah sesar aktif secara drastis. Pada 2024, jumlahnya mencapai 82 sesar atau meningkat dua kali lipat dibandingkan 2017 yang tercatat sebanyak 36 segmen.
Daftar sesar aktif di Pulau Jawa
Secara umum, struktur geologi aktif di Pulau Jawa didominasi sesar geser dan sesar naik. Sejumlah sesar utama yang banyak diketahui antara lain Sesar Cimandiri, Sesar Lembang, serta Sesar Baribis-Citanduy.
Untuk wilayah Jawa bagian tengah dan timur, struktur yang dominan merupakan struktur sesar naik, termasuk Sesar Kendeng dan Semarang. Sementara itu, bagian timur Jawa cenderung didominasi sistem sesar turun, yakni Sesar Pasuruan dan Sesar Wonsorejo.
Berikut daftar sesar aktif di Pulau Jawa:
Sesar Cimandiri
Sesar Lembang
Sesar Cileunyi-Tanjungsari
Sesar Cicalengka
Sesar Cianjur
Sesar Cipamingkis
Sesar Garsela
Sesar Tampomas
Sesar Karangmanggu
Sesar Ciremai
Sesar Baribis-Kendeng
Sesar RMKS
Sesar Rawapening
Sesar Ajibarang
Sesar Ungaran
Sesar Opak
Sesar Merapi-Merbabu
Sesar Pasuruan
Sesar Probolinggo
Sesar Wonsorejo
Sesar Mataram
Sesar Muria
Sesar Bawean
Sesar JS-1
Sesar JS-2
Keberadaan Indonesia di jalur Ring of Fire membuat kewaspadaan terhadap berbagai bencana geologi menjadi penting. Ancaman yang dihadapi masyarakat tidak hanya gempa bumi, tetapi juga letusan gunung api hingga tsunami.
Selain memahami potensi bencana di wilayah masing-masing, masyarakat dapat memanfaatkan sejumlah aplikasi untuk memantau informasi kebencanaan dan memperoleh peringatan dini.
Aplikasi untuk memantau gempa dan bencana
Belum semua merek handphone di Indonesia terintegrasi dengan sistem peringatan dini yang disediakan pemerintah. Pada perangkat Android, misalnya, Sistem Peringatan Gempa Bumi Android atau Android Earthquake Alerts System telah aktif di 98 negara di seluruh dunia, tetapi belum menjangkau Indonesia.
Hal serupa terdapat pada perangkat Apple iOS. Fitur Government Alerts atau Enhanced Safety Alerts hanya mendukung wilayah tertentu, seperti Amerika Serikat dan Taiwan.
Karena itu, salah satu langkah antisipasi yang dapat dilakukan adalah mengunduh aplikasi yang dapat membantu mendeteksi sekaligus memberikan informasi mengenai bencana yang terjadi di sekitar pengguna.
Info BMKG
Info BMKG merupakan aplikasi publik resmi yang dirilis BMKG. Aplikasi ini menyediakan informasi mengenai cuaca, iklim, kualitas udara, serta gempa bumi di Indonesia.
Untuk informasi gempa, aplikasi tersebut memberikan peringatan mengenai gempa bumi terkini dengan magnitudo lebih atau sama dengan 5. Informasi gempa bumi yang terjadi secara real time di seluruh Indonesia juga tersedia.
Tidak hanya gempa, Info BMKG menyediakan informasi cuaca, termasuk potensi cuaca ekstrem, angin kencang dan hujan lepat, serta pemantauan tingkat polusi udara di lokasi pengguna.
Aplikasi ini tersedia secara gratis untuk perangkat Android maupun iOS. Pengguna perlu memastikan notifikasi aplikasi dinyalakan agar dapat memperoleh informasi terbaru.
WRS-BMKG
Pilihan lainnya adalah WRS-BMKG atau Warning Receiver System BMKG. Berbeda dengan Info BMKG, aplikasi ini berfokus pada informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami.
Berdasarkan laman BMKG, WRS-BMKG lebih ditujukan kepada lembaga, instansi pemerintah, stakeholder penanggulangan bencana, serta pihak terkait lainnya. Sistem tersebut menyediakan informasi dan peringatan dini gempa bumi serta potensi tsunami secara real time dengan alarm suara.
InaEEWS
InaEEWS atau Indonesia Earthquake Early Warning System merupakan sistem peringatan dini gempa bumi berbasis aplikasi yang dikembangkan BMKG. Sistem ini dirancang untuk mendeteksi gelombang seismik awal.
Ketika mendeteksi potensi gempa, aplikasi akan memberikan peringatan sebelum getaran utama mencapai lokasi pengguna. Dengan demikian, pengguna memiliki kesempatan untuk segera menyelamatkan diri.
Saat gempa terindikasi, sensor yang tersebar di seluruh area akan bekerja dan mengirim data ke pusat pemrosesan untuk dianalisis. Sistem kemudian menentukan intensitas guncangan di lokasi pengguna dan memicu peringatan dini sehingga pengguna memiliki kesempatan berlindung sebelum guncangan tiba.
InaEEWS hanya memberikan peringatan dini apabila gempa bumi yang terjadi memiliki tingkat intensitas lebih dari atau sama dengan 4 MMI.
Saat ini, InaEEWS masih dalam tahap pengembangan dan baru mencakup wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.
Pentingnya kesiapsiagaan
Meningkatnya jumlah sesar aktif yang teridentifikasi menjadi pengingat bagi masyarakat untuk memahami potensi bencana di wilayah tempat tinggalnya. Informasi dari BMKG dan aplikasi pemantauan kebencanaan dapat digunakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi.
Dengan mengetahui sumber informasi resmi dan memahami sistem peringatan yang tersedia, masyarakat dapat lebih cepat memperoleh informasi ketika terjadi aktivitas gempa maupun potensi bencana lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Mendiktisaintek Brian Yuliarto meminta PTN mendirikan UPZ untuk mengoptimalkan zakat sebagai sumber bantuan pendanaan mahasiswa.
Wacana peleburan BMKG dan Badan Geologi dinilai bisa memperkuat mitigasi bencana, tetapi regulasi dan anggaran perlu disiapkan.
DPRD Kota Jogja mendorong optimalisasi parkir melalui penataan titik, evaluasi tarif, turnover kendaraan, dan teknologi digital.
Restorasi Candi Prambanan dipercepat pemerintah. Material asli menjadi tantangan, sementara India berkomitmen mendukung pemugaran seperempat area.
Eks Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan hubungan dua arah antara cuaca dan bencana alam, termasuk dampak erupsi terhadap cuaca.
Daftar sesar aktif di Pulau Jawa mencapai 25 sesar. Simak nama sesar dan aplikasi yang bisa membantu memantau gempa.