Anggaran Alkes TB 2027 Jadi Sorotan, Menkes Ungkap Sumber Dana Hibah

Newswire
Newswire Rabu, 16 September 2026 22:47 WIB
Anggaran Alkes TB 2027 Jadi Sorotan, Menkes Ungkap Sumber Dana Hibah

Skrining TBC - Ilustrasi Antara

Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan penanganan tuberkulosis (TB) tetap diperkuat meski alokasi anggaran alat kesehatan (alkes) pelayanan TB dalam rencana anggaran 2027 tercatat nol.

Budi mengatakan pemerintah akan menambah sumber pendanaan penanganan TB melalui dana hibah selain anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Penjelasan itu disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di Jakarta, Rabu, saat menjawab pertanyaan mengenai penurunan anggaran alkes TB.

"Penurunan TB alat kesehatan sebagian sudah kita beli, tahun depan sama seperti sarana/prasarana, di depannya kami masuk pinjaman, angkanya kita masukkan lewat hibah TB Rp200-300 juta, jadi anggarannya tidak berkurang, tetapi sumber anggarannya bertambah dari hibah," katanya.

Anggaran Alkes TB 2027 Dipertanyakan

Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene menyoroti alokasi anggaran alkes pelayanan TB yang tercatat nol dalam rencana anggaran 2027.

Padahal, anggaran untuk kebutuhan alkes pelayanan TB pada 2026 tercatat sekitar Rp279 miliar. Felly mempertanyakan keberlanjutan dukungan anggaran penanganan TB di tengah masih tingginya beban penyakit tersebut di Indonesia.

Felly juga mencatat total anggaran penanganan TBC yang sebelumnya sekitar Rp5,19 triliun menjadi sekitar Rp3,7 triliun pada 2027.

“TB ini kan masih ada, kita masih di peringkat kedua dunia ya, sedangkan untuk anggaran 2027, kalau saya lihat di sini, alat kesehatan pelayanan TB di sini, 2026 ini kan ada Rp279 miliar, tetapi 2027 nol," ujar Felly.

Pemerintah Perkuat Skrining TB

Selain memastikan dukungan pendanaan, Budi menekankan pentingnya menemukan kasus TB sejak dini melalui skrining. Salah satu upaya yang digunakan adalah program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Menurut Budi, CKG menjadi salah satu pendekatan skrining yang dapat diterima masyarakat berdasarkan hasil berbagai survei.

"Kita terus memperkuat skrining TB, salah satunya melalui CKG. Berdasarkan survei, yang bisa diterima masyarakat itu CKG," ucap Menkes.

Budi menyampaikan penguatan penanganan TB dilakukan dengan menambah sumber pendanaan di luar APBN. Dengan demikian, pemerintah tetap menyiapkan dukungan untuk kebutuhan penanganan penyakit tersebut meski komponen anggaran tertentu mengalami perubahan dalam rencana 2027.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online