Prabowo Sebut Dampak Ekonomi KDKMP Mulai Terasa pada 2027
Prabowo menyebut dampak ekonomi KDKMP mulai terasa pada 2027 melalui pemangkasan rantai distribusi dari petani hingga konsumen.
Ilustrasi bisnis big data./Dok-UGM
Harianjogja.com, JAKARTA—Layanan penyimpanan awan (cloud) terbukti tidak sepenuhnya terbebas dari ancaman kerusakan fisik akibat situasi darurat perang.
Risiko nyata ini terbukti setelah sejumlah data center Amazon Web Services (AWS) di Bahrain dan Uni Emirat Arab (UEA) mengalami kerusakan parah akibat gelombang serangan militan Iran, yang menyebabkan sebagian data pelanggan dinyatakan hilang secara permanen.
Di wilayah UEA, data pelanggan hangus tanpa bisa dikembalikan dari salah satu availability zone, yakni mec1-az2. Perusahaan teknologi global ini masih berjuang keras memulihkan regional resources serta dua availability zones lain di negara tersebut sembari mengganti infrastruktur terdampak, dengan informasi pemulihan lanjutan yang akan diumumkan kepada publik beberapa bulan mendatang.
Kondisi jauh lebih memprihatinkan melanda wilayah operasional AWS di Bahrain. Pihak Amazon mengonfirmasi ketidakmampuan mereka untuk memulihkan akses menuju resources maupun data di seluruh tiga availability zones di negara tersebut akibat tingkat kehancuran yang berada di luar kapasitas batas pertahanan infrastruktur perusahaan.
“Kerusakan pada infrastruktur kami mencakup beberapa Availability Zones dan melebihi tingkat kerusakan yang dirancang untuk ditangani oleh layanan regional dan multi-AZ kami,” kata AWS, dikutip dari Ars Technica, Kamis (17/9/2026).
Eskalasi konflik bersenjata ini berawal pada 1 Maret ketika drone tempur Iran menghantam data center Amazon di Bahrain dan UEA, tak lama setelah konfrontasi terbuka Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran meletus pada 28 Februari.
Pascaserangan perdana tersebut, AWS menghentikan sementara penagihan ke pelanggan terdampak serta meminta mereka mengalihkan workloads dan memanfaatkan remote backups ke cloud region lain.
Krisis berlanjut pada 1 April saat gelombang serangan susulan kembali menyasar infrastruktur AWS di Bahrain. Kala itu, mayoritas konsumen dilaporkan telah memindahkan beban kerja komputasi mereka ke lokasi yang lebih aman sesuai rekomendasi teknis perusahaan.
Puncak kehancuran infrastruktur terjadi pada 24 Juli ketika Korps Garda Revolusi Islam Iran meluncurkan serangan rudal yang menghancurkan sisa-sisa struktur data center Amazon di Bahrain. Bukti fisik atas kehancuran fasilitas vital tersebut turut terkonfirmasi melalui rekaman citra satelit.
Rangkaian gempuran beruntun ini memaksa proses pemulihan infrastruktur AWS di kawasan Timur Tengah memakan waktu hingga berbulan-bulan. Walau menghadapi kendala teknis yang masif, AWS menegaskan komitmennya untuk tetap mendampingi para pelanggan di Bahrain dalam jangka panjang dan berjanji memberikan laporan pembaruan status layanan teranyar pada awal 2027.
Rentetan insiden ini menjadi peringatan krusial bahwa operasional sistem cloud tetap memiliki ketergantungan mutlak pada keberadaan fisik data center. Penerapan strategi proteksi mendasar seperti remote backups serta skema pemindahan workloads lintas region kini menjadi standar wajib demi meminimalisasi risiko kehilangan data akibat bencana alam maupun konflik militer.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Prabowo menyebut dampak ekonomi KDKMP mulai terasa pada 2027 melalui pemangkasan rantai distribusi dari petani hingga konsumen.
PB PDGI menyebut 95% masyarakat Indonesia rutin sikat gigi, namun kurang dari 3% yang melakukannya di waktu tepat: setelah sarapan dan sebelum tidur.
Ahmad Sahroni mendesak Korlantas Polri evaluasi ujian SIM dan usut sindikat SIM palsu usai Polres Siak menangkap delapan tersangka.
Ketum Golkar Bahlil Lahadalia sebut kasus korupsi Fahd El Fouz sebagai musibah. Doli Kurnia sebut perbuatan Fahd jadi bahan evaluasi kaderisasi.
Balai Diklat Keuangan (BDK) Yogyakarta menyiapkan berbagai program pembelajaran dan pengembangan kompetensi yang menyasar aparatur pemerintah
DPRD Bantul siap dukung kebutuhan anggaran sarana PSEL guna atasi bom waktu persampahan. Pengolahan sampah ini diproyeksikan capai 1.000 ton per hari.